<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-581459784525408514</id><updated>2011-07-07T16:46:59.088-07:00</updated><category term='Puisi'/><category term='Trick'/><category term='UUD'/><category term='Sejarah'/><category term='Kesehatan'/><category term='Internet'/><category term='Susilo Bambang Yudhoyono'/><category term='Pernikahan'/><category term='Lirik Lagu'/><category term='Email'/><category term='Pornografi'/><category term='Thunderbird'/><category term='Undang - Undang'/><category term='Presiden RI'/><category term='Suharto'/><category term='G30SPKI'/><category term='Info'/><category term='Artikel'/><category term='Dasar Negara'/><category term='Boediono'/><category term='Tips'/><category term='Tokoh'/><category term='Komentar'/><category term='Miss Indonesia'/><category term='Dongeng'/><category term='Kisah'/><category term='Bahasa'/><category term='Peraturan'/><category term='Tax'/><category term='Story'/><category term='Proklamator'/><category term='Lagu Kebangsaan'/><category term='Pancasila'/><category term='Permainan'/><category term='Religius'/><category term='Masalah Kesehatan'/><category term='Masalah Khusus Pria'/><category term='Sulap'/><category term='Pahlawan'/><category term='Soekarno'/><category term='Cerita'/><category term='Miss World'/><category term='Biografi'/><category term='Poligami'/><category term='Rumusan Pancasila'/><category term='UU'/><category term='Pajak'/><title type='text'>ENDONESIA RAYA</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ENDONESIA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ2dUm9qPsI/AAAAAAAAANk/-ctk94_rG_U/S220/EB.bmp'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>44</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-581459784525408514.post-6591335574396950584</id><published>2009-10-21T20:57:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T21:01:09.540-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Boediono'/><title type='text'>Biografi Prof. Dr. Boediono</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/St_Y76ZsGNI/AAAAAAAAAiU/pJAYY1elf-M/s1600-h/boediono-kps.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395269402414029010" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 145px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/St_Y76ZsGNI/AAAAAAAAAiU/pJAYY1elf-M/s400/boediono-kps.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Ekonom Bertangan Dingin&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Calon Wakil Presiden (Cawapres) pendamping SBY, Capres Partai Demokrat, ini seorang ekonom profesional bertangan dingin. Tangan dingin Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada dan Doktor Ekonomi Bisnis lulusan Wharton School University of Pennsylvania, AS 1979, ini terbukti selama menjabat Menteri Keuangan pada pemerintahan Megawati, Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Bersatu (resuffle Senin (5/12/2005), maupun sebagai Gubernur Bank Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selama menjabat Menkeu Kabinet Gotong-Royong, suami dari Herawati dan ayah dua anak (Ratriana Ekarini dan Dios Kurniawan), ini berhasil membenahi bidang fiskal, masalah kurs, suku bunga dan pertumbuhan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama dalam The Dream Team dan Bank Indonesia, Master of Economics, Monash University, Melbourne, Australia (1972), itu berhasil menstabilkan kurs rupiah pada kisaran Rp 9000-an per dolar AS. Begitu pula dengan suku bunga berada dalam posisi yang cukup baik merangsang kegiatan bisnis, sehingga pertumbuhan ekonomi menaik secara signifikan. Pria berpenampilan kalem dan santun serta terukur berbicara itu juga dinilai mampu membuat situasi ekonomi yang saat itu masih kacau menjadi dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat baru menjabat Menkeu, langkah pertama yang dilakukan berpenampilan rapih dan low profile itu adalah menyelesaikan Letter of Intent dengan IMF yang telah disepakati sebelumnya serta mempersiapkan pertemuan Paris Club September 2001. Paris Club ini merupakan salah satu pertemuan penting karena menyangkut anggaran 2002. Setelah itu, dia bersama tim ekonomi Kabinet Gotong-Royong, secara terencana mengakhiri kerjasama dengan IMF (Dana Moneter Internasional) Desember 2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Departemen Keuangan di bawah kendali pria kelahiran Blitar, Jawa Timur, 25 Februari 1943, itu pun berhasil melampaui masa transisi pascaprogram IMF, yang sebelumnya sudah dia ingatkan akan sangat rawan, bukan hanya menyangkut masalah dana, tetapi juga menyangkut rasa percaya (confidence) pasar. Apalagi kala itu, Pemilihan Umum 2004 juga berlangsung. Kondisi rawan itu pun berhasil dilalui tanpa terjadi guncangan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berhasil menggalang kerjasama dengan Bank Indonesia dan tim ekonomi lainnya, kecuali dengan Kwik Kian Gie yang kala itu tampak berbicara sendiri sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan/ Kepala Bappenas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Menteri Keuangan dalam Kabinet Gotong Royong, ia berhasil memperbaiki keuangan pemerintah dengan sangat baik sehingga mampu membawa Indonesia lepas dari bantuan Dana Moneter Internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heran bila majalah BusinessWeek (AS), memberi Boediono pengakuan sebagai tokoh yang kompeten di posisinya sebagai menteri keuangan. Ia dipandang sebagai salah seorang menteri yang paling berprestasi dalam Kabinet Gotong Royong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ketika Susilo Bambang Yudhoyono terpilih sebagai presiden, banyak orang mengira bahwa Boediono akan dipertahankan dalam jabatannya, namun posisinya ternyata ditempati Jusuf Anwar. Ternyata, Jusuf Anwar hanya bisa bertahan lebih satu tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan perombakan (reshuffle) kabinet pada 5 Desember 2005, Boediono diangkat menggantikan Aburizal Bakrie menjadi Menteri Koordinator bidang Perekonomian dan mengangkat Sri Mulyani menggantikan Jusuf Anwar sebagai Menteri Keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boediono sendiri, dikabarkan sempat menolak secara halus saat diminta oleh Presiden Yudhoyono untuk memperkuat jajaran tim ekonomi, dengan alasan hendak beristirahat dan kembali mengajar. Namun, akhirnya ia memenuhi permintaan SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga hari sebelumnya, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyo dalam jumpa pers di Pangkalan TNI Angkatan Udara Kelapa Sawit, Medan, Sumatera Utara, Jumat (2/12/2005), mengungkapkan telah meminta mantan Menteri Keuangan Boediono untuk memperkuat tim ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu, pasar pun menyambutnya dengan antusias. IHSG dan mata uang rupiah langsung menguat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlihat dari nilai tukur rupiah yang langsung naik dibawah Rp 10.000 per dolar AS. Boediono dinilai mampu mengelola makro-ekonomi yang kini belum didukung pemulihan sektor riil dan moneter. Juga perdagangan di lantai Bursa Efek Jakarta (BEJ) naik signifikan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEJ langsung ditutup menguat hingga 23,046 poin (naik sekitar 2 persen) dan berada di posisi 1.119,417, berhasil menembus level 1.100.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai pelaku bisnis menilai Boediono kredibel, low profile, tidak banyak bicara, prudent dan sangat konservatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden mengakui, sebelum terbang ke Sibolga, Kamis (1/12) pagi, telah bertemu Boediono, memintanya memperkuat tim ekonomi. Menurut Presiden, Boediono cukup meyakinkan untuk mengelola makro-ekonomi dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, menurut Presiden SBY, Boediono mengaku ingin beristirahat sambil berbuat baik bagi negara tanpa harus bergabung di kabinet. "Tetapi saya minta, Pak Boediono kalau negara memerlukan, kalau rakyat menghendaki dan Anda harus masuk pemerintahan, tentu itu amanah. Mudah-mudahan semuanya berjalan baik dalam satu dua hari ini," kata Presiden SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden SBY didampingi Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, Juru Bicara Presiden Andi Mallarangeng, dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Rudolf Pardede, menginginkan ada komunikasi dan konsultasi yang baik antara pemerintah dan Bank Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diungkapkan, inflasi tahun 2005 yang lebih buruk dari tahun 2004 dinilai jauh dari harapan. Tentu ada faktor yang bisa menjelaskan mengapa inflasi buruk. Harus ada keterpaduan atau harmoni kebijakan fiskal yang dibuat pemerintah dan kebijakan moneter dari Bank Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden berharap Boediono akan mampu membenahi kinerja ekonomi Indonesia, terutama di sektor riil dan terkait dengan tingginya laju inflasi saat ini menyusul kenaikan harga BBM pada 1 Oktober 2005 diiringi tingginya tingkat konsumsi pada bulan puasa Ramadhan dan Lebaran November 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa saya akan menata kembali tim ekonomi karena kita ingin semuanya tertata baik, makro-ekonomi, mikro-ekonomi, jangka pendek, jangka menengah, jangka panjang. Ada yang harus bergerak cepat, yaitu ekonomi, tetapi harus ada yang menjaga stabilitas jangka panjang, sustainability, dan balance, kata Presiden SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden menginginkan orang yang tepat di posisi yang tepat untuk mendukung kerja tim yang kuat. Pemilihan figur didasarkan pada kemampuan melakukan koordinasi dan kerja sama tim yang baik. Presiden berkepentingan dengan dua hal itu, untuk memiliki dewan menteri dan tim kerja yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, Boediono yang dikenal sebagai pribadi yang sedikit bicara banyak bekerja itu, belum mau bicara soal ajakan Presiden SBY tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Dr. Boediono, pria kelahiran Blitar, Jawa Timur, 25 Februari 1943, itu bersedia menjabat Menko Perekonomian menggantikan Aburizal Bakrie. Ia didukung Menteri Keuangan Sri Mulyani yang juga handal. Mereka membawa perekonomian Indonesia pada track dan daya tahan yang baik, terutama dalam menghadapi krisis ekonomi global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, ada tanggal 9 April 2008, DPR mengesahkan Boediono sebagai Gubernur Bank Indonesia, menggantikan Burhanuddin Abdullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menjabat Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia pada Kabinet Indonesia Bersatu, Menteri Keuangan Kabinet Gotong Royong (2001–2004) dan Kabinet Reformasi Pembangunan (1998-1999), Boediono telah menjabat Menteri Negara Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas. Ia juga pernah menjabat Direktur Bank Indonesia pada masa pemerintahan Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada, ini memperoleh gelar S1 (Bachelor of Economics (Hons.)) dari [Universitas Western Australia] pada tahun 1967. Lima tahun kemudian, meraih gelar Master of Economics dari Universitas Monash. Kemudian meraih gelar S3 (Ph.D) dalam bidang ekonomi dari Wharton School, Universitas Pennsylvania pada tahun 1979. ►e-ti/crs&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/581459784525408514-6591335574396950584?l=endonesia-raya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/feeds/6591335574396950584/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2009/10/biografi-prof-dr-boediono.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/6591335574396950584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/6591335574396950584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2009/10/biografi-prof-dr-boediono.html' title='Biografi Prof. Dr. Boediono'/><author><name>ENDONESIA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ2dUm9qPsI/AAAAAAAAANk/-ctk94_rG_U/S220/EB.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/St_Y76ZsGNI/AAAAAAAAAiU/pJAYY1elf-M/s72-c/boediono-kps.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-581459784525408514.post-1551759952586475657</id><published>2009-10-21T20:43:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T20:47:40.335-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><title type='text'>Kabinet Indonesia Bersatu Kedua 2009-2014</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Berikut susunan Kabinet Indonesia Bersatu Kedua 2009-2014:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, &amp;amp; Keamanan: Marsekal TNI (Purn) Djoko Suyanto&lt;br /&gt;Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Ir Muhammad Hatta Radjasa&lt;br /&gt;Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat: R. Agung Laksono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Negara Perencanaan Pembangunan/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional: Armida Alisjahbana&lt;br /&gt;Menteri Negara Koperasi &amp;amp; UKM: Syarifuddin Hasan&lt;br /&gt;Menteri Negara Lingkungan Hidup: Gusti Muhammad Hatta&lt;br /&gt;Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan &amp;amp; Perlindungan Anak: Linda Amalia Sari&lt;br /&gt;Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara &amp;amp; Reformasi Birokrasi: EE Mangindaan&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menteri Sekretaris Negara: Sudi Silalahi&lt;br /&gt;Menteri Dalam Negeri: Gamawan Fauzi&lt;br /&gt;Menteri Luar Negeri: Marty Natalegawa&lt;br /&gt;Menteri Pertahanan: Purnomo Yusgiantoro&lt;br /&gt;Menteri Hukum &amp;amp; HAM: Patrialis Akbar&lt;br /&gt;Menteri Keuangan: Sri Mulyani Indrawati&lt;br /&gt;Menteri Energi Sumber Daya Mineral: Darwin Zahedy Saleh&lt;br /&gt;Menteri Perindustrian: MS Hidayat&lt;br /&gt;Menteri Perdagangan: Mari Elka Pangestu&lt;br /&gt;Menteri Pertanian: Suswono&lt;br /&gt;Menteri Kehutanan: Zukifli Hasan&lt;br /&gt;Menteri Perhubungan: Freddy Numberi&lt;br /&gt;Menteri Kelautan &amp;amp; Perikanan: Fadel Muhammad&lt;br /&gt;Menteri Tenaga Kerja &amp;amp; Transmigrasi: Muhaimin Iskandar&lt;br /&gt;Menteri Kesehatan: Endang Rahayu Setyaningsih&lt;br /&gt;Menteri Pekerjaan Umum: Djoko kirmanto&lt;br /&gt;Menteri Pendidikan Nasional: M Nuh&lt;br /&gt;Menteri Sosial: Salim Seggaf Al Jufri&lt;br /&gt;Menteri Agama: Suryadharma Ali&lt;br /&gt;Menteri Kebudayaan &amp;amp; Pariwisata: Jero Wacik&lt;br /&gt;Menteri Riset &amp;amp; Teknologi: Suharna Surapranata&lt;br /&gt;Menteri Pemberdayaan Daerah Tertinggal: Ahmad Helmi Faisal Zaini&lt;br /&gt;Menteri Negara BUMN: Mustafa Abubakar&lt;br /&gt;Menteri Komunikasi &amp;amp; Informatika: Tifatul Sembiring&lt;br /&gt;Menteri Negara Pemuda &amp;amp; Olahraga: Andi Mallarangeng&lt;br /&gt;Menteri Perumahan Rakyat: Suharso Monoarfa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal: Gita Irawan Wirjawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaksa Agung: Hendarman Supanji&lt;br /&gt;Kepala Badan Intelijen Negara: Sutanto&lt;br /&gt;Panglima TNI: Jenderal TNI Djoko Santoso&lt;br /&gt;Kapolri: Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/581459784525408514-1551759952586475657?l=endonesia-raya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/feeds/1551759952586475657/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2009/10/kabinet-indonesia-bersatu-kedua-2009.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/1551759952586475657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/1551759952586475657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2009/10/kabinet-indonesia-bersatu-kedua-2009.html' title='Kabinet Indonesia Bersatu Kedua 2009-2014'/><author><name>ENDONESIA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ2dUm9qPsI/AAAAAAAAANk/-ctk94_rG_U/S220/EB.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-581459784525408514.post-5616276882871036510</id><published>2009-10-15T21:38:00.000-07:00</published><updated>2009-10-15T23:52:19.773-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miss Indonesia'/><title type='text'>Qory Sandioriva Putri Indonesia</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sumber: &lt;a href="http://id.wikipedia.org/"&gt;http://id.wikipedia.org&lt;/a&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;Qory Sandioriva[1] (lahir di Jakarta, 17 Agustus 1991; umur 18 tahun) adalah aktris Indonesia yang terpilih sebagai Puteri Indonesia 2009.[2] Ia direncanakan akan mewakili Indonesia di ajang Miss Universe 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Latar belakang dan keluarga&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Qory lahir di Jakarta pada tanggal 17 Agustus 1991. Ia adalah putri dari pasangan Dicky Jatmika Ustama dan Fariyawati. Sejak 2009, ia menempuh studi di jurusan Sastra Perancis FIB Universitas Indonesia. Ia adalah lulusan dari SMA Al-Azhar 1 Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum mengikuti pemilihan Puteri Indonesia 2009, Qory sempat membintangi beberapa FTV dan sinetron. Selain itu, ia juga sempat menjadi juara I vocal &amp;amp; band Al-Azhar Indonesia serta juara I fighting pencak silat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Puteri Indonesia 2009&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada pemilihan Puteri Indonesia 2009, Qory maju sebagai perwakilan dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Ia berhasil terpilih sebagai pemenang dengan mengalahkan 37 kontestan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kontroversi jilbab&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada malam grand final, Qory mengeluarkan pernyataan yang memicu kontroversi ketika ia menjawab pertanyaan dari pembawa acara Charles Bonar Sirait mengenai keberaniannya untuk tampil berbeda tanpa jilbab seperti lazimnya kontestan-kontestan asal NAD sebelumnya. Ia menyatakan telah mendapatkan izin dari Pemerintah Provinsi NAD untuk hal tersebut.[3] Pernyataan tersebut kemudian ditafsirkan oleh sebagian masyarakat bahwa ia telah menanggalkan jilbabnya karena mengikuti Puteri Indonesia 2009, sehingga memicu kontroversi atas kepantasan hal tersebut. Dalam konferensi pers setelah acara, ia menjawab pertanyaan wartawan dan mengatakan bahwa ia memang sebelumnya tidak menggunakan jilbab dalam kesehariannya.[4] &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.detikhot.com/read/2009/10/10/112922/1219020/230/puteri-indonesia-2009-ngaku-lepas-jilbab-demi-rambut"&gt;http://www.detikhot.com/read/2009/10/10/112922/1219020/230/puteri-indonesia-2009-ngaku-lepas-jilbab-demi-rambut&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jakarta Qory Sandioriva, Puteri Indonesia 2009, membuat pernyataan kontroversi. Gadis 18 tahun itu mengaku menanggalkan jilbab demi rambutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena rambut adalah suatu keindahan dan saya bangga dengan keindahan," ujarnya saat berbicara di Malam Final Puteri Indonesia 2009, di Teater Tanah Airku, Taman Mini Indonesia Indah, Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (9/10/2009) malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qory menjadi kontestan asal Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang tidak berjilbab saat mengikuti Puteri Indonesia 2009. Menurut pembawa acara Charles Bona Sirait, sejak 2003 kontestan asal serambi Mekkah selalu berbusana jilbab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswi semester 1 Sastra Prancis Universitas Indonesia itu menjadi Puteri Indonesia 2009 setelah mengalahkan 38 kontestan dari seluruh tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengisi posisi 3 besar Puteri Indonesia 2009 selain Qory adalah Zukhriatul Hafizah kontestan asal Sumatera Barat di posisi kedua dan Isti Ayu Pratiwi asal Maluku Utara yang bertengger di posisi ketiga.(fjr/fjr)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/581459784525408514-5616276882871036510?l=endonesia-raya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/feeds/5616276882871036510/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2009/10/qory-sandioriva-putri-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/5616276882871036510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/5616276882871036510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2009/10/qory-sandioriva-putri-indonesia.html' title='Qory Sandioriva Putri Indonesia'/><author><name>ENDONESIA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ2dUm9qPsI/AAAAAAAAANk/-ctk94_rG_U/S220/EB.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-581459784525408514.post-4896409053933094197</id><published>2009-07-08T21:33:00.000-07:00</published><updated>2009-07-08T21:37:35.485-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biografi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Susilo Bambang Yudhoyono'/><title type='text'>Biografi SBY (Kadet Lembah Tidar ke Istana)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dia anak tunggal prajurit profesional sekaligus pemimpin yang disegani. Tanda garis hidup cemerlangnya mulai terdata semenjak kelas lima Sekolah Rakyat. Dia ingin menuju Lembah Tidar. Dari Lembah Tidar dia lalu membangun kapasitas dan integritas sebagai calon pemimpin nasional. Dia tak sampai mengecap jabatan tertinggi Angkatan Darat dan TNI “mengalah” mau masuk Kabinet Gus Dur. Dia pensiun dini lima tahun lebih cepat saat berbintang tiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia terus mengasah diri menjadi pemimpin masa depan. Menangani koordinasi bidang politik, sosial, dan keamanan di Kabinet Gus Dur, demikian pula pada Kabinet Megawati stabilitas politik dan keamanan dalam negeri tertata rapi. Berbagai catatan emas keberhasilan membuatnya mantap melangkah mencari jalan sebagai pemimpin nasional tertinggi. Partai Demokrat mengusungnya bersama Jusuf Kalla sebagai Calon Presiden dan Wakil Presiden 2004-2009. Pasangan ini terbukti terkuat diantara empat kandidat lain. Rakyat telah memilih Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Muhammad Jusuf Kalla (JK) sebagai pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;SBY lahir tanggal 9 September 1949 di lingkungan sebuah Pondok Pesantren Tremas, yang jaraknya 15 kilometer dari Kota Pacitan, Jawa Timur. Ibunya Siti Habibah putri salah seorang pendiri Pondok Pesantren Tremas, dan ayahnya, R Soekotjo seorang bintara Angkatan Darat yang bertugas di Koramil di kecamatan berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersukacita melihat kelahiran anak, Soekotjo spontan menarik pistol dari pinggang lantas meletakkannya di atas dahi sang bayi putra semata wayang yang kemudian diberi nama Susilo Bambang Yudhoyono. Susilo berarti orang yang santun dan penuh kesusilaan. Bambang adalah ksatria. Yudho bermakna perang. Dan Yono sama dengan kemenangan. Jadilah nama lengkap Susilo Bambang Yudhoyono, disingkat SBY, diartikan seorang yang santun, penuh kesusilaan, kesatria, dan berhasil memenangkan setiap peperangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY tumbuh dan berkembang sebagai anak desa yang cerdas dan pandai bergaul. Sebagai anak semata wayang SBY memperoleh kasih sayang besar dari kedua orangtua. Didikan ayah menitikberatkan kerja keras dan disiplin. Sedangkan ibu menekankan masalah iman dan ketaqwaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY sekolah di Sekolah Rakyat Desa Purwoasri, Kecamatan Kebonagung. Dia aktif di kepanduan dan suka membaca. Mulai dari komik hingga buku tentang wayang. Dari buku wayang dia mengetahui bagaimana kultur Jawa melakukan penghormatan, hierarki, dan sopan santun. Di kemudian hari bacaan itu banyak mempengaruhi tingkah laku dan pembawaannya yang santun, tenang, pendiam, tidak emosional, dan bersahaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY tumbuh menjadi seorang murid yang cerdas mampu menyerap dengan cepat semua mata pelajaran yang diberikan guru. Rekan sekelas banyak bertanya kepadanya khususnya pelajaran berhitung, ilmu bumi, dan sejarah. Sifatnya suka mengalah. Tidak sombong tidak pendendam. Dia tak suka pada segala bentuk kekerasan atau hal-hal yang bersifat keras. Ia enggan ikut main sepakbola dan kasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY mulai menunjukkan sifat seorang pemimpin dan pemaaf. Ia selalu mendapat tugas sebagai komandan. Seperti komandan peleton SR Gadjahmada yang meraih juara pertama kelompok putra lomba gerak jalan antar-SR tingkat Kabupaten Pacitan. Pada Juli 1962 SBY lulus dari sekolah SR dengan nilai terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan SR adalah pijakan masa depan paling menentukan dalam diri SBY. Ketika duduk di bangku kelas lima SBY untuk pertamakali kenal dan akrab dengan nama Akademi Militer Nasional (AMN), Magelang, Jawa Tengah. Di kemudian hari AMN berubah nama menjadi Akabri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu ayahnya yang bintara angkatan darat (akhirnya pensiun sebagai letnan), bersama keluarga mengajak SBY berjalan-jalan wisata mengisi hari libur sekolah ke Lembah Tidar, Magelang, Jawa Tengah, tempat AMN berdiri. SBY bergumam dalam hati, suatu ketika kelak akan menjadi seperti para taruna gagah tampan mempesona.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY masuk SMP Negeri Pacitan, terletak di selatan alun-alun. Ini adalah sekolah idola bagi anak-anak Kota 1.001 goa itu. Di bangku SMP jiwa sosial SBY serta kemampuan menggalang rekan-rekan kian terasah. Dia terlibat dalam pelbagai kegiatan intra dan ekstra sekolah. Seperti masak-memasak, kelompok belajar, musik, hingga olahraga khususnya bolavoli dan tenis meja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY juga aktif di Pijar Sena sebuah kompi pelajar serbaguna. Kompi ini pernah mendapat tugas di Desa Pager Lot mendata penduduk dalam rangka mencari pelarian anggota Partai Komunis Indonesia (PKI). Ia juga aktif di bidang seni budaya seperti melukis hingga belajar teater dalam sanggar seni Dahlia Pacitan pimpinan Gondrong Suparman. Dia juga melahirkan ide membuat majalah dinding. Di situ SBY menjadi editor, menulis artikel seputar sekolah, puisi, hingga menulis cerpen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan-kegiatan itu masih berlanjut saat SBY memasuki bangku SMA 271, sebutan untuk SMA Negeri Pacitan. SBY tak hanya menonjol dalam setiap pelajaran. Dia tetap rendah hati dan mau berbagi pengetahuan kepada teman. Ia kerap kali tampil ke depan mengajar matematika ketika guru yang bersangkutan berhalangan. Bakat seni SBY juga semakin mengkilap. Dia piawai bermain musik. SBY adalah pemain bass gitar band sekolah. Ia juga meneruskan hobi bermain bolavoli. Benih-benih sebagai pemimpin berbakat mulai bersemi dalam jiwa SBY. Dia akhirnya dinyatakan lulus dari bangku SMA tahun 1968.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY ingin segera mewujudkan keinginan menyandang pedang dan senjata. Sayang harus tertunda setahun karena kesalahan informasi pendaftaran dia terlambat mendaftarkan diri. Masa penantian dia isi mengikuti pendidikan di Fakultas Teknik Mesin Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS), walau hanya sampai tahapan orientasi kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY punya pilihan lain, dia masuk ke Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan Pertama (PG-SLP) di Malang, Jawa Timur. Di Malang SBY mempersiapkan fisik, mental, dan intelektual agar tahun depannya lulus ujian penyaringan Akabri tingkat daerah di Jawa Timur, dan tingkat pusat di Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang akhir tahun 1969 SBY mendaftar di Malang. Lulus, lalu pergi tes lanjutan ke Bandung, juga lulus. SBY dikirim ke Magelang mengikuti pendidikan mulai awal tahun 1970.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY langsung menerima pembagian peralatan militer. Seperti seragam baju lapangan hijau, sepatu lars, topi baja, koppel rim, dan lain-lainnya langsung pada hari pertama menghuni Lembah Tidar. Rambut digundul plontos habis. Perpeloncoan adalah tradisi dalam miiter untuk mengubah pola pikir dan pola tindak dari seorang sipil menjadi militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama seminggu SBY hidup bersama 1.121 calon taruna, diantaranya 501 dari Akabri Darat, 116 Laut, 126 Udara, dan 378 Kepolisian. Tiga bulan pertama dia menjalani pendidikan basis militer tanpa hambatan berarti. SBY dilantik menjadi taruna Akabri dengan pangkat prajurit taruna (pratar) dan kopral taruna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magelang adalah turning point kehidupan pribadi SBY. Dia aktif mengikuti berbagai kegiatan. Salah satunya, sejak tingkat satu anggota drumband Akabri Darat Cantalokananta. SBY dikenal teman-temannya sebagai kutu buku. Hari libur dia tetap sibuk membaca dan belajar. Tidak seperti teman-teman lainnya senang berpesiar. Sejumlah buku militer dan biografi para tokoh militer asing dilahapnya. Sejak bangku SMP SBY sudah fasih berbahasa Inggris. Karenanya, teman-teman taruna juga mengenal SBY sangat pandai berbahasa Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY di tahun kedua berpangkat sersan taruna. Dia memilih kecabangan korps infantri. Dia mmeperoleh “wildcard” bebas memilih kecabangan sebab berprestasi baik masuk 10 besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY terpilih menjadi Komandan Divisi Korps Taruna (Dandivkortar) membawahi 3.000 taruna akademi militer. Dia pegang komando itu satu setengah tahun. SBY kemudian menyerahkannya ke adik kelas Sjafrie Samsoedin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama taruna prestasi SBY tergolong menonjol. Menerima berbagai penghargaan bidang kepribadian, intelektual, hingga fisik. Selama empat tahun sebagai taruna SBY memperoleh tujuh bintang penghargaan. Pencapaian ini tak pernah diraih taruna manapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 11 Desember 1973 SBY mengakhiri masa pendidikan akademi militer sebagai lulusan terbaik diantara 987 taruna lulusan seangkatan. SBY berhak menyandang pangkat letnan dua infantri dengan NRP 26418. SBY lulus dengan meraih penghargaan Bintang Adhi Makayasa. Artinya, sebagai yang terbaik atau setara dengan summa cum laude dari antara teman seangkatan di segala hal. Mulai hal kepribadian, fisik, mental, dan akademis. Bintang Adhi Makayasa diserahkan langsung oleh Presiden Soeharto kepada SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah berpangkat Letnan Satu SBY tahun 1976 terpilih mengikuti pendidikan Ranger School dan Airborne School di Fort Benning, Amerika Serikat. Lokasi ini adalah sebuah pusat pendidikan militer ternama Angkatan Darat Amerika Serikat. Pilihan itu mengisyaratkan bahwa SBY adalah seorang perwira yang mempunyai masa depan, a promising officer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sedang bertugas di Mabes TNI-AD berpangkat kapten infantri SBY kembali mendapat kesempatan sekolah ke Amerika Serikat, tahun 1982-1983. Dia mengikuti kursus infantery officer advanced course. SBY sekaligus mengikuti praktek kerja, on the job training, di Divisi 82 Lintas Udara Angkatan Darat AS, tahun 1983.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersamaan itu SBY juga mengikuti pendidikan lintas udara di Airborne School memperdalam metode pendidikan dan pelatihan, taktik dan doktrin kelintasudaraan, yang kelak di Indonesia dipadukan dengan doktrin Linud TNI yang relatif baru berkembang. Ia juga berkesempatan mengikuti latihan penerjunan jungle warfare di Panama, tahu 1983.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai dari Panama SBY dipanggil oleh Komandan Pusat Infantri (Pusif) Brigjen Feisal Tanjung. Berdua mereka membicarakan persiapan kedatangan persenjataan anti-tank buatan Belgia-Jerman. Saat itu SBY sudah menjabat sebagai instruktur militer di Pusif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY dalam pangkat mayor ditugaskan berangkat ke Belgia bersama Kapten Darmono untuk mendalami seluk-beluk dan penggunaan senjata anti-tank di medan yang diselimuti salju. Kursus berlangsung 20 hari, 14 hari diantaranya adalah mengikuti pelatihan pertempuran anti-tank di sebuah satuan yang terkenal memiliki reputasi sangat tinggi dan amat membanggakan. Di situ SBY bisa meningkatkan profesionalitasnya sebagai perwira pasukan tempur. SBY masih berkesempatan dikirim ke Malaysia melengkapi pengetahuan jungle warfare di Jungle Warfare School, tahun 1984.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kembali dari Denpasar sebagai Pabanmuda Operasi Kodam Udayana 1988 berpangkat mayor, SBY mengikuti pendidikan di Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Darat (Seskoad), Bandung, dan lulus sebagai yang terbaik tahun 1989. SBY berkesempatan menyampaikan pokok-pokok pikirannya dalam sebuah orasi ilmiah berjudul “Profesionalisme ABRI, Masa Kini dan Masa Depan”, langsung di hadapan para petinggi TNI-AD pas di hari ulang tahun Seskoad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama Agus Wirahadikusumah SBY mendirikan Center of Excellence lalu menerbitkan buku “Tantangan Pembangunan”. SBY berkesempatan pula diangkat menjadi dosen di almamater Seskoad sambil mulai bersentuhan dan memperdalam pengetahuan mengenai demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY berpangkat letnan kolonel dikirim mengikuti US Army Command &amp;amp; General Staff College (CGSC) di Fort Leavenworth, AS, tahun 1990 selama 48 minggu. Pada kesempatan itu dia meraih pula jenjang S-2 master degree gelar MA dalam ilmu manajemen di Universitas Webster. Di CGSG SBY lulusan terbaik kedua setelah seorang perwira asal Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menjabat Komandan Korem 073/Pamungkas berkedudukan di Yogyakarta berpangkat kolonel, SBY kembali disuruh menginjakkan kaki ke daratan Eropa. SBY memimpin misi Pasukan Penjaga Perdamaian PBB (Chief Military Obsever) di Bosnia, sepanjang tahun 1995-1996, membawahi langsung 650 perwira berpangkat kapten hingga kolonel asal 29 negara. Sebelum berangkat ke pundak SBY disematkan tanda pangkat jenderal bintang satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat bertugas di Bosnia-Herzegovina SBY berkesempatan menjalin hubungan pribadi yang cukup baik dengan Kofi Annan, seorang warga negara Nigeria diplomat karir PBB berkedudukan sebagai special envoy Sekjen PBB Butros Butros Gali. Annan sekaligus menjabat Head of Mission untuk masalah Bosnia. Beberapa tahun kemudian Kofi Annan terpilih menjadi Sekjen PBB menjadikan persahabatan pribadi yang akrab antara SBY dengan Annan menjadi sangat bermakna bagi kepentingan bangsa dan negara Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Oktober 1999 sebagai Kaster TNI jenderal berbintang tiga SBY diminta presiden terpilih Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjabat Menteri Pertambangan dan Energi (Mentamben). SBY galau. Sebelum pidato pertanggungjawaban Presiden BJ Habibie ditolak oleh anggota MPR, Menhankam/Panglima TNI Jenderal Wiranto pernah memanggil SBY bersama Wakil Panglima TNI Laksamana Widodo di kediaman Wiranto, Bambu Apus, Jakarta Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu Wiranto merekomendasikan Laksamana Widodo menggantikan dirinya sebagai Panglima TNI, dan SBY diproyeksikan sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) menggantikan Jenderal Subagyo HS. Sebagai prajurit profesional SBY bangga jika dipercaya menduduki jabatan tertinggi di angkatan darat. SBY ingin bisa menyelesaikan tugas secara paripurna sebagai prajurit profesional di lingkungan TNI. SBY yakin dapat berbuat banyak bagi kemajuan Angkatan Darat dalam kapasitas KSAD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Presiden Gus Dur memintanya menjadi Mentamben berarti harus pensiun lima tahun lebih cepat dari kemiliteran. SBY lalu menemui Wiranto, pimpinannya, agar bisa mengusahakan Presiden Gus Dur mengurungkan niatnya. SBY masih ingin tetap berdinas di TNI dan tak usah menjadi menteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY menemui Wiranto sebab teringat, saat Presiden Soeharto hendak membentuk Kabinet Pembangunan VII Maret 1998 Pak Harto menominasikan nama SBY sebagai Menteri Penerangan. Demikian pula tatkala Habibie naik menggantikan Pak Harto nama SBY sempat mencuat sebagai Menteri Dalam Negeri. Ketika itu SBY menghadap Wiranto meminta Panglima TNI itu menyampaikan keinginannya kepada Presiden Habibie agar diberi kesempatan tetap mengabdi di militer, dan ternyata bisa terkabul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini dengan Gus Dur agaknya berbeda. SBY tetap galau. Dia lalu menelepon R. Soekotjo, ayahnya, meminta nasihat. Ayahnya menyarankan menerima jabatan sebab mengabdi bukan hanya di militer tetapi bisa pula di sektor lain. SBY lalu tenang menerima tugas baru sebagai Mentamben. Pensiun dini dari dinas militer dengan pangkat terakhir letnan jenderal. Walau, sesungguhnya SBY sebagai prajurit profesional diperkirakan akan bisa meraih jenderal penuh bintang empat sebab sangat berpeluang menjabat KSAD hingga Panglima TNI. Dan, itu sesungguhnya sesuai dengan skenario yang ada di tangan petinggi TNI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY tak perlu lama memangku Mentamben. Dia dipromosikan menjadi Menko Polsoskam menggantikan pejabat lama Wiranto yang mengundurkan diri sebab berseteru dengan Gus Dur. SBY menjadi Menko Polsoskam saat Presiden sedang “dihujani” oleh DPR peringatan Memorandum I dan Memorandum II terkait kasus Buloggate dan Bruneigate. Peringatan itu hendak dibalas oleh Gus Dur dengan dekrit berisi pembubaran DPR dan segera melaksakan pemilihan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai prajurit sejati SBY tak setuju dan menolak pemberlakuan dekrit. Sebab tak ada alasan konstitusional yang kuat memberlakukannya, sebagaimana dahulu pernah dilakukan Bung Karno tahun 1957. Presiden Gus Dur akhirnya pada 28 Mei 2001 mengeluarkan Maklumat Presiden. Pemegang mandat maklumat adalah Menko Polsoskam SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi maklumat, perintah mengambil tindakan-tindakan dan langkah khusus yang diperlukan untuk menegakkan ketertiban, keamanan, dan hukum secepat-cepatnya. Maklumat sempat diisukan adalah ulangan Supersemar Jilid II. SBY diperkirakan akan segera melaksanakan langkah-langkah represif memburu dan menggebuk semua lawan politik Gus Dur. Maklumat ditengarai adalah pintu masuk TNI ke panggung politik nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY menepis semua tuduhan. Usai menerima maklumat SBY segera menemui Wakil Presiden Megawati ke Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat. Dia menjelaskan posisinya sebagai pemegang maklumat. Di tangan SBY maklumat dibuat bukan sebagai alat kekuasaan melainkan menjadi alat demokrasi agar proses politik berjalan secara konstitusional, damai, dan tanpa kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sisi lain, tanggal 30 Mei 2001 DPR sedang melakukan sidang pleno evaluasi pelaksanaan Memorandum II. Kesimpulan DPR memutuskan, mendesak MPR segera menyelenggarakan Sidang Istimewa. Gus Dur pada 1 Juni 2001 meminta SBY mengundurkan diri dari jabatan Menko Polsoskam sekaligus menawarkan jabatan baru Menteri Perhubungan atau Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah. SBY menolak tawaran dengan santun. Dia berhenti sebagai menteri dan menyerahkan tugas kepada Agum Gumelar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Dur akhirnya lengser digantikan wakilnya Megawati Soekarnoputri. Mega kemudian meminta SBY untuk ikut membantu sebagai Menko Polkam. Tugas baru tapi lama sebagai Menko Polkam kembali membuat SBY sibuk dengan urusan pengamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY menjalankan prinsip jalan damai (peacefull solution) dalam mengatasi masalah Aceh, yang didasarkan tiga prinsip dasar: damai berdasarkan NKRI, damai berdasarkan otonomi khusus yang tertuang dalam UU No. 18 Tahun 2001 tentang otonomi khusus, dan damai dengan berhentinya separatisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tetap menuntut pemisahan diri, Pemerintah dan DPR sepakat melakukan operasi terpadu. Mulai operasi kemanusiaan, operasi pemantapan pemerintahan, operasi penegakan hukum, dan operasi pemulihan keamanan. Operasi terpadu telah menciptakan ketenangan baru di Aceh. Situasi darurat militer diturunkan gradasinya menjadi darurat sipil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timor Timur masih menyisakan persoalan. Kawasan Atambua salah satu kamp pengungsi prointegrasi dilanda kerusuhan. SBY segera mendatangi pengungsian dan bersimpati terhadap pengungsi. Dia meminta dukungan dari para tokoh prointegrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY juga tetap menaruh perhatian terhadap Maluku. Pemerintah bertekad menegakkan supremasi hukum secara damai menuju rekonsiliasi. SBY mengedepankan dialog mencari solusi terbaik. Sejak pertemuan Malino II aktivitas ekonomi masyarakat Maluku mulai berjalan normal. Sejak 17 Mei 2003 Presiden Megawati mencabut status darurat sipil di Maluku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poso di Sulawesi Tengah berkonflik membuat kota ini mati. Roda pemerintahan terganggu masyarakat hidup dalam suasana nyanyian kematian. Sebuah pekerjaan berat buat SBY. SBY bersama Menko Kesra Jusuf Kalla bahu-membahu kerja siang malam mencari jalan keluar yang dapat diterima semua pihak. Kesepakatan Malino untuk Poso ditandatangani. Isinya laksanakan rehabilitasi fisik dan mental, rekonstruksi, dan relokasi oleh pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi isu terorisme SBY menggariskan penanganan berdasarkan prinsip supremasi hukum, independensi, indiskriminasi, koordinasi, demokrasi, dan partisipasi. Prinsip ini telah efektif mencegah aksi teror yang sempat merajalela pasca kejatuhan Pak Harto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelolaan politik dan keamanan di bawah koordinasi SBY dalam Kabinet Persastuan Nasional pimpinan Gus Dur, dan Kabinet Gotong Royong pimpinan Megawati, sangat signifikan menciptakan stabilitas politik dan keamanan. Kerusuhan sosial yang terjadi luar biasa selama tiga tahun sebelumnya, belakangan secara berangsur memasuki kondisi normal. Sebuah ukuran, keberhasilan penanganan masalah politik dan keamanan di tangan SBY. ►ht&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/s/susilo-b-yudhoyono/biografi/kadet.shtml&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/581459784525408514-4896409053933094197?l=endonesia-raya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/feeds/4896409053933094197/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2009/07/biografi-sby-kadet-lembah-tidar-ke.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/4896409053933094197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/4896409053933094197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2009/07/biografi-sby-kadet-lembah-tidar-ke.html' title='Biografi SBY (Kadet Lembah Tidar ke Istana)'/><author><name>ENDONESIA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ2dUm9qPsI/AAAAAAAAANk/-ctk94_rG_U/S220/EB.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-581459784525408514.post-8377797934702967974</id><published>2009-07-08T21:19:00.000-07:00</published><updated>2009-07-08T21:22:26.375-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biografi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Susilo Bambang Yudhoyono'/><title type='text'>Biografi SBY (Pilihan Suara Rakyat)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pilihan suara hati nurani rakyat akhirnya terbukti. Sebagian rakyat Indonesia, pada Pilpres putaran pertama, mempercayakan pilihannya kepada pasangan capres-cawapres Susilo Bambang Yudhoyono dan Muhammad Jusuf Kalla. Paduan figur pasangan ini menawarkan program memberikan rasa aman, adil, dan sejahtera kepada rakyat, telah memikat hati para pemilih kepada keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasangan itu kini siap-siap memasuki putaran terakhir pemilihan presiden, 20 September 2004. Siapakah sesungguhnya Susilo Bambang Yudhoyono yang sangat diidolakan rakyat dan mengapa pasangan itu berjodoh?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;SBY, demikian ia akrab disapa. Gaya bicaranya tenang, sistematis, dan berwibawa. Kata-katanya jelas mencerminkan wawasan berpikirnya yang luas. Pantas saja para pengamat politik memberinya julukan: Jenderal yang Berpikir. Ia pun mendirikan Partai Demokrat yang kemudian memperoleh suara signifikan pada Pemilu 2004 dan menghantarkannya menjadi calon presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Kabinet Gotong-Royong ini mengundurkan diri dari jabatannya karena merasa tidak dipercaya lagi oleh Presiden Megawati Soekarnoputri. Surat permintaan pengunduran dirinya dikirim kepada Presiden, Kamis 11 Maret 2004 pagi, setelah sebelumnya ia menyurati presiden, mempersoalkan kewenangannya yang "dipreteli", tapi tidak ditanggapi oleh Megawati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengunduran diri pria kelahiran Pacitan 9 September 1949 itu dilakukan setelah dua minggu kemelut politik terbuka dengan Megawati. Keputusan mundur dari kabinet itu tampaknya merupakan pemanasan dari kemelut panjang dalam kancah perebutan kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yudhoyono, yang makin populer lewat iklan pemilu damainya di televisi, tampaknya telah memicu kemelut yang mengakibatkan orang-orang Megawati gerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mengumumkan permintaan pengunduran dirinya, SBY mengatakan, "Sesuai dengan hak politik saya, jika nanti pada saatnya ada partai politik, katakanlah Partai Demokrat dan dengan gabungan partai lain yang mengusulkan saya sebagai calon presiden, insya Allah saya bersedia." Berarti, ia siap bersaing dengan Megawati untuk merebut kursi kepresidenan di Pemilu 2004 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan pengunduran dirinya dinilai berbagai pihak suatu keputusan yang elegan. Dalam perjalanan kariernya, Yudhoyono, memang selalu ingin tampak elegan baik dalam bertutur maupun bertindak. Sikap itu terlihat dalam beberapa peristiwa penting yang melibatkan langsung menantu Jenderal (Purn) Sarwo Edhie Wibowo itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pengunduran dirinya yang terkesan akibat tersisihkan dalam Kabinet Megawati telah mengangkat popularitasnya yang tercermin dalam perolehan suara Partai Demokrat pada Pemilu 2004 yang sangat signifikan, menduduki peringkat lima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mantan Kepala Staf Teritorial Markas Besar Tentara Nasional Indonesia ini tanggal 27 Januari 2000 memutuskan untuk pensiun lebih dini ketika menjabat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi pada pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid. Ketika itu ia masih berpangkat letnan jenderal dan akhirnya pensiun dengan pangkat jenderal kehormatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pada 28 Mei 2001, bersama beberapa menteri tidak merekomendasikan rencana Presiden Abdurrahman Wahid mengeluarkan Dekrit Presiden. Bahkan tidak bersedia melaksanakan Maklumat Presiden yang menugaskannya sebagai Menkopolsoskam untuk mengambil langkah-langkah yang perlu untuk mengatasi krisis, memelihara keamanan, ketertiban, dan hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya ia diberhentikan dengan hormat dari jabatan Menkopolsoskam pada 1 Juni 2001, kerena menolak rencana Presiden mengeluarkan Dekrit. Ketika ia ditawari jabatan Menteri Perhubungan atau Menteri Dalam Negeri, ia menolaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu pada Sidang Istimewa MPR-RI, 25 Juli 2001, ia dicalonkan memperebutkan jabatan Wakil Presiden yang lowong setelah Megawati Sukarnoputeri dipilih menjadi presiden. Ia bersaing dengan Hamzah Haz dan Akbar Tandjung. Ia kalah dengan alasan sederhana, tidak mempunyai kendaraan politik berupa partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 10 Agustus 2001, Presiden Megawati mempercayai dan melantiknya menjadi Menko Polkam Kabinet Gotong-Royong. Dia pun menjalankan tugasnya dengan baik. Salah satu pelaksanaan tugasnya adalah mengumumkan pemberlakuan status darurat militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam pada 19 Mei 2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian popularitasnya makin memuncak. Pertama kali dia masuk bursa calon presiden, ketika Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) menimangnya menjadi salah satu kandidat calon presiden dan wakil presiden. Kemudian, Partai Demokrat menyebutnya sebagai calon presiden, bukan calon wakil presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu iklan damainya muncul di berbagai stasiun televisi. Ia pun menjawab pertanyaan wartawan yang menannyakan soal tidak dilibatkannya dia dalam beberapa kegiatan kabinet yang menyangkut masalah politik dan keamanan. Akibatnya, suami Presiden Megawati, Taufiq Kiemas menyebutnya kekanak-kanakan karena dinilai melapor kepada wartawan bukan kepada presiden (1/3/2004).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pada itu, dua kali rapat koordinasi bidang Polkam batal dilakukan karena ketidakhadiran para menteri terkait. Lalu pada 9 Maret 2004, dia pun menyurati Presiden Megawati mempertanyakan kewenangannya sekaligus minta waktu bertemu. Namun, Presiden tidak menjawab surat itu. Mensesneg Bambang Kusowo kepada pers mengatakan tidak seharusnya seorang menteri (pembantu presiden) mesti membuat surat meminta bertemu dengan presiden. Dia pun diundang menghadiri rapat menteri terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, merasa suratnya tak ditanggapi lalu pada 11 Maret 2004, ia memilih mengundurkan diri dari jabatan Menko Polkam karena merasa kewenangannya sebagai Menko Polkam telah diambil-alih oleh Presiden Megawati Soekarnoputri. Lalu, malam harinya, di sebuah hotel, ia bertemu Abdurrahman Wahid yang diisukan sudah sejak beberapa waktu menimangnya menjadi calon presiden dari PKB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah pengunduran diri ini dinilai berbagai pihak membuatnya lebih leluasa menjalankan hak politik yang akan menghantarkannya ke kursi puncak kepemimpinan nasional. Berbagai hasil polling memang selalu menempatkannya pada posisi terbaik, baik sebagai calon presiden apalagi sebagai calon wakil presiden. Polling TokohIndonesia DotCom, misalnya, ketika itu menempatkannya sebagai calon wakil presiden yang paling puncak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil jajak pendapat yang diselenggarakan Centre for Political Studies-Soegeng Sarjadi Syndicated, yang diumumkan Selasa 30/7/2002, nama Jenderal TNI (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono menduduki urutan teratas (15,5 persen) untuk menjadi wakil presiden berpasangan dengan Megawati Soekarnoputri (presiden) dan urutan kelima (5,4 persen) berpasangan dengan Amien Rais. Jajak pendapat ini melibatkan 4.133 responden yang rata-rata terpelajar di kota Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Medan dan Makassar,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penampilan yang tenang dan berwibawa serta tutur kata yang bermakna dan sistematis telah mengantarkan SBY pada posisi yang patut sangat diperhitungkan dalam peta kepemimpinan nasional. Penampilan publiknya mulai menonjol sejak menjabat Kepala Staf Teritorial ABRI (1998-1999) dan semakin berkibar saat menjabat Menko Polsoskam (Pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid) dan Menko Polkam (Pemerintahan Presiden Megawati Sukarnopotri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika reformasi mulai bergulir, SBY masih menjabat Kaster ABRI. Pada awal reformasi itu TNI dihujat habis-habisan. Pada saat itu, sosok SBY semakin menonjol sebagai seorang Jenderal yang Berpikir. Ia memahami pikiran yang berkembang di masyarakat dan tidak membela secara buta institusinya. "Penghujatan terhadap TNI itu menurut saya tak lepas dari format politik Orde Baru dan peran ABRI waktu itu," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang mulai tertarik pada sosok militer yang satu ini. Pada saat institusi TNI dan oknum-oknum militernya dibenci dan dihujat, sosok SBY malah mencuat bagai butiran permata di atas lumpur. Siapa sesungguhnya SBY di masa sebelum ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia yang pada masa kecil dan remajanya adalah penulis puisi, cerpen, pemain teater, dan pemain band. Pria tegap kelahiran Pacitan, Jawa Timur, 9 September 1949 ini senang mengikuti kegiatan kesenian seperti melukis, bermain peran dalam teater dan wayang orang. Beberapa karya puisi dan cerpennya sempat dikirimkan ke majalah anak-anak waktu itu, misalnya ke Majalah Kuncung. Sedangkan aktivitas bermain band masih dilaksanakan hingga tingkat satu Akabri Darat sebagai pemegang bas gitar. Sesekali masih juga menulis puisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping kesenian, ia juga menyukai dunia olah raga seperti bola voli, ia senang travelling, baik jalan kaki, bersepeda, atau berkendaraan. Sedangkan olah raga bela diri hingga saat ini masih aktif dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga seorang penganut agama Islam yang taat. Darah prajurit Bapak berputra dua ini menurun dari ayahnya yang pensiun sebagai Letnan. Tekadnya sebagai prajurit kian kental saat kelas V SD (1961) berkunjung ke AMN di kampus Lembah Tidar Magelang. "Saya tertarik dengan kegagahan sosok-sosok taruna AMN yang berjalan dan berbaris dengan tegap waktu itu. Ketika rombongan wisata singgah ke Yogyakarta, saya sempatkan membeli pedang, karena dalam bayangan saya, tentara itu membawa pedang dan senjata," kenang SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan militernya dimulai di Akademi Militer Nasional (1970-1973). Ia adalah lulusan terbaik Akabri 1973 dengan menerima penghargaan Adi Makayasa. Pendidikan militernya dilanjutkan di Airborne and Ranger Course di Fort Benning, Georgia, AS (1976), Infantry Officer Advanced Course di Fort Benning, Georgia, AS (1982-1983) dengan meraih honor graduate, Jungle Warfare Training di Panama (1983), Anti Tank Weapon Course di Belgia dan Jerman (1984), Kursus Komandan Batalyon di Bandung (1985), Seskoad di Bandung (1988-1989) dan Command and General Staff College di Fort Leavenworth, Kansas, AS (1990-1991). Gelar MA diperoleh dari Webster University AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam meniti karir, SBY sangat mengidolakan Sarwo Edhie Wibowo yang tidak lain adalah mertuanya sendiri. Dalam pandangannya, Sarwo Edhie adalah seorang prajurit sejati. Jiwa dan logika kemiliterannya amat kuat. Selain belajar strategi, taktik, dan kepemimpinan militer, mertuanya itu amat sederhana dalam hidup dan teguh dalam memegang prinsip-prinsip yang diyakini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas terberatnya sebagai Menko Polkam adalah mengembalikan kepercayaan masyarakat dan dunia bahwa keamanan di Indonesia dapat diwujudkan. Faktor keamanan inilah yang sering dijadikan investor asing untuk membatalkan rencana investasinya di Indonesia. Sedangkan dari dalam negeri, masyarakat sering kali merasa was-was dengan berbagai gangguan seperti teror bom yang kerap terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan lainnya adalah, upaya menghentikan pertikaian di daerah konflik, yang secara perlahan memperlihatkan kemajuan. Namun, karena besarnya masalah yang dihadapi, keberhasilan tugasnya itu sering tidak ditanggapi serius. Masih banyak pekerjaan besar menunggu untuk segera diselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi tugas berat, ternyata menjadi bagian sejarah hidup SBY yang sebelum menjadi menteri sempat diprediksi bakal menjadi orang nomor satu di lingkungan militer. Ketika Presiden KH Abdurrahman Wahid berkuasa, ia sempat diberi tugas untuk melobi keluarga mantan Presiden Soeharto. Maksud langkah persuasif yang dilakukannya itu agar Keluarga Cendana bersedia memberikan sebagian hartanya kepada rakyat dan bangsa. Khususnya untuk membawa pulang harta keluarga Soeharto yang diperkirakan masih tersimpan di luar negeri. Padahal saat itu masyarakat tengah menunggu dengan seksama hasil peradilan orang kuat Orde Baru tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Wahid pada awal tahun 2001 pernah memintanya untuk membentuk Crisis Centre. Dalam lembaga nonstruktural ini Presiden Wahid meminta Yudhoyono menjabat sebagai Ketua Harian dan menempatkan pusat informasi atau kegiatan (operation centre) di kantor Menko Polsoskam. Lembaga baru ini berfungsi untuk memberikan rekomendasi kepada Presiden Wahid dalam menjawab berbagai persoalan. Termasuk di antaranya sikap Kepala Negara dalam merespon pemberian dua memorandum oleh DPR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau berulang kali menerima kepercayaan bukan berarti Yudhoyono ‘lembek’ dalam menghadapi Presiden Wahid. Ketika terdengar kabar Presiden Wahid ngotot akan menerbitkan dekrit pembubaran DPR, maka, bersama Panglima TNI Laksamana Widodo A.S. dan jajaran petinggi TNI lainnya menantu mendiang Jenderal (Purn) Sarwo Edhie Wibowo ini meminta Gus Presiden mengurungkan niatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa nyana, setelah batal menerbitkan dekrit, Presiden Wahid malah mengeluarkan maklumat. Di sini pun Yudhoyono lagi-lagi mendapat ujian karena Kepala Negara menunjuknya sebagai pejabat yang bertanggung jawab untuk menegakkan keamanan dan ketertiban di Indonesia dalam menghadapi Sidang Paripurna yang dikhawatirkan banyak pihak bakal menimbulkan konflik di masyarakat. Tak lama setelah itu, Gus Dur malah melengserkan jabatan SBY. Dalam Sidang Istimewa MPR, giliran Gus Dur yang diturunkan dari kursi presiden dan digantikan Megawati. ►ht&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/s/susilo-b-yudhoyono/biografi/suara.shtml&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/581459784525408514-8377797934702967974?l=endonesia-raya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/feeds/8377797934702967974/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2009/07/biografi-sby-pilihan-suara-rakyat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/8377797934702967974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/8377797934702967974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2009/07/biografi-sby-pilihan-suara-rakyat.html' title='Biografi SBY (Pilihan Suara Rakyat)'/><author><name>ENDONESIA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ2dUm9qPsI/AAAAAAAAANk/-ctk94_rG_U/S220/EB.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-581459784525408514.post-1971199521959631482</id><published>2009-07-08T20:58:00.000-07:00</published><updated>2009-07-08T21:32:02.134-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biografi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Susilo Bambang Yudhoyono'/><title type='text'>Biografi Susilo Bambang Yudhoyono</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SlVraPM2EJI/AAAAAAAAAW8/blMuQk4Le2Q/s1600-h/images1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356305430328250514" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 83px; CURSOR: hand; HEIGHT: 124px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SlVraPM2EJI/AAAAAAAAAW8/blMuQk4Le2Q/s400/images1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SlVrabhS94I/AAAAAAAAAXM/bjGqSk9bOoc/s1600-h/images3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356305433635256194" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 110px; CURSOR: hand; HEIGHT: 125px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SlVrabhS94I/AAAAAAAAAXM/bjGqSk9bOoc/s400/images3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SlVraBrc3bI/AAAAAAAAAXE/xLxe3SBrGfw/s1600-h/images2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356305426698526130" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 139px; CURSOR: hand; HEIGHT: 127px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SlVraBrc3bI/AAAAAAAAAXE/xLxe3SBrGfw/s400/images2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama : Jenderal TNI (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono&lt;br /&gt;Lahir : Pacitan, Jawa Timur, 9 September 1949&lt;br /&gt;Agama : Islam&lt;br /&gt;Istri : Kristiani Herawati,&lt;br /&gt;putri ketiga almarhum Jenderal (Purn) Sarwo Edhi Wibowo&lt;br /&gt;Anak : Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono&lt;br /&gt;Pangkat terakhir :&lt;br /&gt;Jenderal TNI (25 September 2000)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan:&lt;br /&gt;= Akademi Angkatan Bersenjata RI (Akabri) tahun 1973&lt;br /&gt;= American Language Course, Lackland, Texas AS, 1976&lt;br /&gt;= Airbone and Ranger Course, Fort Benning , AS, 1976&lt;br /&gt;= Infantry Officer Advanced Course, Fort Benning, AS, 1982-1983&lt;br /&gt;= On the job training di 82-nd Airbone Division, Fort Bragg, AS, 1983&lt;br /&gt;= Jungle Warfare School, Panama, 1983&lt;br /&gt;= Antitank Weapon Course di Belgia dan Jerman, 1984&lt;br /&gt;= Kursus Komando Batalyon, 1985&lt;br /&gt;= Sekolah Komando Angkatan Darat, 1988-1989&lt;br /&gt;= Command and General Staff College, Fort = Leavenwort,Kansas, AS&lt;br /&gt;Master of Art (MA) dari Management Webster University, Missouri, AS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karier:&lt;br /&gt;- Dan Tonpan Yonif Linud 330 Kostrad (1974-1976)&lt;br /&gt;- Dan Tonpan Yonif 305 Kostrad (1976-1977)&lt;br /&gt;- Dan Tn Mo 81 Yonif Linud 330 Kostrad (1977)&lt;br /&gt;- Pasi-2/Ops Mabrigif Linud 17 Kujang I Kostrad (1977-1978)&lt;br /&gt;- Dan Kipan Yonif Linud 330 Kostrad (1979-1981)&lt;br /&gt;- Paban Muda Sops SUAD (1981-1982)&lt;br /&gt;- Komandan Sekolah Pelatih Infanteri (1983-1985)&lt;br /&gt;- Dan Yonif 744 Dam IX/Udayana (1986-1988)&lt;br /&gt;- Paban Madyalat Sops Dam IX/Udayana (1988)&lt;br /&gt;- Dosen Seskoad (1989-1992)&lt;br /&gt;- Korspri Pangab (1993)&lt;br /&gt;- Dan Brigif Linud 17 Kujang 1 Kostrad (1993-1994)&lt;br /&gt;- Asops Kodam Jaya (1994-1995)&lt;br /&gt;- Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro (1995)&lt;br /&gt;- Chief Military Observer United Nation Peace Forces (UNPF) di Bosnia-Herzegovina (sejak awal November 1995)&lt;br /&gt;- Kasdam Jaya (1996-hanya lima bulan)&lt;br /&gt;- Pangdam II/Sriwijaya (1996-) sekaligus Ketua Bakorstanasda&lt;br /&gt;- Ketua Fraksi ABRI MPR (Sidang Istimewa MPR 1998)&lt;br /&gt;- Kepala Staf Teritorial (Kaster ABRI (1998-1999)&lt;br /&gt;- Mentamben (sejak 26 Oktober 1999)&lt;br /&gt;- Menko Polsoskam (Pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid)&lt;br /&gt;- Menko Polkam (Pemerintahan Presiden Megawati Sukarnopotri) mengundurkan diri 11 Maret 2004&lt;br /&gt;Penugasan:&lt;br /&gt;Operasi Timor Timur (1979-1980), dan 1986-1988&lt;br /&gt;Penghargaan:&lt;br /&gt;- Adi Makayasa (lulusan terbaik Akabri 1973)&lt;br /&gt;- Honorour Graduated IOAC, USA, 1983&lt;br /&gt;- Tokoh Berbahasa Lisan Terbaik, 2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alamat :&lt;br /&gt;Jl. Alternatif Cibubur Puri Cikeas Indah&lt;br /&gt;No. 2 Desa Nagrag Kec. Gunung Putri Bogor-16967&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Alamat Rumah:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jl. Alternatif Cibubur Puri Cikeas Indah&lt;br /&gt;No. 2 Desa Nagrag Kec. Gunung Putri Bogor-16967&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono adalah Presiden RI ke enam dan Presiden pertama yang dipilih langsung oleh Rakyat Indonesia. Bersama Drs. M. Jusuf Kalla sebagai wakil presidennya, beliau terpilih dalam pemilihan presiden di 2004 dengan mengusung agenda "Indonesia yang lebih Adil, Damai, Sejahtera dan Demokratis", mengungguli Presiden Megawati Soekarnoputri dengan 60% suara pemilih. Pada 20 Oktober 2004 Majelis Permusyawaratan Rakyat melantik beliau menjadi Presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden SBY, seperti banyak rakyat memanggilnya, lahir pada 9 September 1949 di Pacitan, Jawa Timur. Seorang ilmuwan teruji, beliau meraih gelar Master in Management dari Webster University, Amerika Serikat tahun 1991. Lanjutan studinya berlangsung di Institut Pertanian Bogor, dan di 2004 meraih Doktor Ekonomi Pertanian.. Pada 2005, beliau memperoleh anugerah dua Doctor Honoris Causa, masing-masing dari almamaternya Webster University untuk ilmu hukum, dan dari Thammasat University di Thailand ilmu politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susilo Bambang Yudhoyono meraih lulusan terbaik AKABRI Darat tahun 1973, dan terus mengabdi sebagai perwira TNI sepanjang 27 tahun. Beliau meraih pangkat Jenderal TNI pada tahun 2000. Sepanjang masa itu, beliau mengikuti serangkaian pendidikan dan pelatihan di Indonesia dan luar negeri, antara lain Seskoad dimana pernah pula menjadi dosen, serta Command and General Staff College di Amerika Serikat. Dalam tugas militernya, beliau menjadi komandan pasukan dan teritorial, perwira staf, pelatih dan dosen, baik di daerah operasi maupun markas besar. Penugasan itu diantaranya, Komandan Brigade Infanteri Lintas Udara 17 Kostrad, Panglima Kodam II Sriwijaya dan Kepala Staf Teritorial TNI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain di dalam negeri, beliau juga bertugas pada misi-misi luar negeri, seperti ketika menjadi Commander of United Nations Military Observers dan Komandan Kontingen Indonesia di Bosnia Herzegovina pada 1995-1996.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengabdi sebagai perwira TNI selama 27 tahun, beliau mengalami percepatan masa pensiun maju 5 tahun ketika menjabat Menteri di tahun 2000. Atas pengabdiannya, beliau menerima 24 tanda kehormatan dan bintang jasa, diantaranya Satya Lencana PBB UNPKF, Bintang Dharma dan Bintang Maha Putra Adipurna. Atas jasa-jasanya yang melebihi panggilan tugas, beliau menerima bintang jasa tertinggi di Indonesia, Bintang Republik Indonesia Adipurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum dipilih rakyat dalam pemilihan presiden langsung, Presiden Yudhoyono melaksanakan banyak tugas-tugas pemerintahan, termasuk sebagai Menteri Pertambangan dan Energi serta Menteri Koordinator Politik, Sosial dan Keamanan pada Kabinet Persatuan Nasional di jaman Presiden Abdurrahman Wahid. Beliau juga bertugas sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan dalam Kabinet Gotong-Royong di masa Presiden Megawati Soekarnoputri. Pada saat bertugas sebagai Menteri Koordinator inilah beliau dikenal luas di dunia internasional karena memimpin upaya-upaya Indonesia memerangi terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Yudhoyono juga dikenal aktif dalam berbagai organisasi masyarakat sipil. Beliau pernah menjabat sebagai Co-Chairman of the Governing Board of the Partnership for the Governance Reform, suatu upaya bersama Indonesia dan organisasi-organisasi internasional untuk meningkatkan tata kepemerintahan di Indonesia. Beliau adalah juga Ketua Dewan Pembina di Brighten Institute, sebuah lembaga kajian tentang teori dan praktik kebijakan pembangunan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Yudhoyono adalah seorang penggemar baca dengan koleksi belasan ribu buku, dan telah menulis sejumlah buku dan artikel seperti: Transforming Indonesia: Selected International Speeches (2005), Peace deal with Aceh is just a beginning (2005), The Making of a Hero (2005), Revitalization of the Indonesian Economy: Business, Politics and Good Governance (2002), dan Coping with the Crisis - Securing the Reform (1999). Ada pula Taman Kehidupan, sebuah antologi yang ditulisnya pada 2004. Presiden Yudhoyono adalah penutur fasih bahasa Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Yudhoyono adalah seorang Muslim yang taat. Beliau menikah dengan Ibu Ani Herrawati dan mereka dikaruniai dengan dua anak lelaki. Pertama adalah Letnan Satu Agus Harimurti Yudhoyono, lulusan terbaik Akademi Militer tahun 2000 yang sekarang bertugas di satuan elit Batalyon Lintas Udara 305 Kostrad. Putra kedua, Edhie Baskoro Yudhoyono, mendapat gelar bidang Ekonomi dari Curtin University, Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;English Content&lt;br /&gt;Biography of President Susilo Bambang Yudhoyono&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;General TNI (Ret) Susilo Bambang Yudhoyono, popularly known as SBY, was born in Pacitan, East Java, on 9 September 1949. He graduated from the Military Academy in 1973-top in his class. He received his fourth star in 2000. In the first-ever direct presidential election in Indonesia in 2004, Susilo Bambang Yudhoyono, running on a platform for "more just, more peaceful, more prosperous, and more democratic Indonesia", was elected as the 6th President of the Republic of Indonesia, gaining a landslide 60% of the popular vote over the incumbent President Megawati Soekarnoputri.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;President Yudhoyono is also an accomplished scholar. He was educated in the United States, where he received his Masters degree in Management from Webster University in 1991. He continued his study and earned a Doctorate Degree in Agricultural Economics from Bogor Institute of Agriculture, West Java, Indonesia, in 2004. President Yudhoyono was awarded with two honorary doctorates in 2005, respectively in the field of law from his alma mater, Webster University, and in political science from Thammasat University in Thailand.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;During his 27-year distinguished military service, President Yudhoyono took an extensive range of training, education and courses, both in Indonesia and overseas. President Yudhoyono also held numerous important posts and positions as troop and territorial commander, staff officer, trainer and lecturer. He served both in the field and at headquarters, as well as missions overseas. He was the Commander of the United Nations Military Observers and Commander of the Indonesian Military Contingent in Bosnia-Herzegovina from 1995-1996.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For his outstanding service, President Yudhoyono was decorated with 24 medals and awards, including the UNPKF Medal, the Bintang Dharma, the Bintang Mahaputera Adipurna and the Bintang Republik Indonesia Adipurna, the highest national medal for excellent service beyond the calls of duty.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prior to being elected, President Yudhoyono held various important government positions, including Minister of Mining and Energy and Co-ordinating Minister for Political, Social, and Security Affairs in the National Unity Cabinet under President Abdurrahman Wahid. He again served as Co-ordinating Minister for Political, Social, and Security Affairs in the Gotong Royong Cabinet under President Megawati Soekarnoputri. It was in his capacity as Coordinating Minister that he became internationally recognized for leading Indonesia's counter-terrorism efforts.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;President Yudhoyono is also known for his activities in various civil society organizations. He served as Co-Chairman of the Governing Board of the Partnership for the Governance Reform, a joint Indonesian-international organization focused on the improvement of governance in Indonesia. He also served as Chairman of the Advisory Board of the Brighten Institute, an institution devoted to studying the theory and practice of national development policy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;President Yudhoyono is a keen reader and has authored a number of books and articles including: Transforming Indonesia: Selected International Speeches (2005), Peace deal with Aceh is just a beginning (2005), The Making of a Hero (2005), Revitalization of the Indonesian Economy: Business, Politics and Good Governance (2002), and Coping with the Crisis - Securing the Reform (1999). Taman Kehidupan (Garden of Life) is his anthology published in 2004. President Yudhoyono speaks English fluently.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;President Yudhoyono is a devoted Moslem. He is married to Madam Ani Herrawati. The first couple is blessed with two sons. The oldest is First Lieutenant Agus Harimurti Yudhoyono, who graduated top in his class from the Military Academy in 2000 and is now serving at the elite 305th Airborne Battalion of the Army Strategic Reserves Command (KOSTRAD). The youngest, Edhie Baskoro Yudhoyono, earned his degree in Economics from Curtin University, Australia.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.presidensby.info/index.php/eng/profile/index.html"&gt;http://www.presidensby.info/index.php/eng/profile/index.html&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/581459784525408514-1971199521959631482?l=endonesia-raya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/feeds/1971199521959631482/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2009/07/biografi-susilo-bambang-yudhoyono.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/1971199521959631482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/1971199521959631482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2009/07/biografi-susilo-bambang-yudhoyono.html' title='Biografi Susilo Bambang Yudhoyono'/><author><name>ENDONESIA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ2dUm9qPsI/AAAAAAAAANk/-ctk94_rG_U/S220/EB.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SlVraPM2EJI/AAAAAAAAAW8/blMuQk4Le2Q/s72-c/images1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-581459784525408514.post-5683930399733064912</id><published>2009-07-08T20:10:00.000-07:00</published><updated>2009-07-08T22:12:27.828-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><title type='text'>Quick Count Pilpres 2009</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SlVi-CSsxSI/AAAAAAAAAWs/ou4DWnRNNGo/s1600-h/QC-2009.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356296149733786914" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 339px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SlVi-CSsxSI/AAAAAAAAAWs/ou4DWnRNNGo/s400/QC-2009.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SlVgUZt5kBI/AAAAAAAAAWk/yJahwgzw0L8/s1600-h/QC-2009.bmp"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/581459784525408514-5683930399733064912?l=endonesia-raya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/feeds/5683930399733064912/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2009/07/quick-count-pilpres-2009.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/5683930399733064912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/5683930399733064912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2009/07/quick-count-pilpres-2009.html' title='Quick Count Pilpres 2009'/><author><name>ENDONESIA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ2dUm9qPsI/AAAAAAAAANk/-ctk94_rG_U/S220/EB.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SlVi-CSsxSI/AAAAAAAAAWs/ou4DWnRNNGo/s72-c/QC-2009.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-581459784525408514.post-6057320150967071709</id><published>2009-04-15T01:29:00.000-07:00</published><updated>2009-04-15T01:35:12.659-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biografi'/><title type='text'>Biografi Sutan Syahrir</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SeWbVIaBq2I/AAAAAAAAAQY/yam-ac8r35k/s1600-h/sutan_sjahrir.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324832921771682658" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 145px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SeWbVIaBq2I/AAAAAAAAAQY/yam-ac8r35k/s400/sutan_sjahrir.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BIODATA&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Nama:&lt;br /&gt;Sutan Syahrir&lt;br /&gt;Lahir:&lt;br /&gt;Padang Panjang, Sumatera Barat, 5 Maret 1909&lt;br /&gt;Meninggal:&lt;br /&gt;Zürich, Swiss, 9 April 1966 (dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karir:&lt;br /&gt;- Perdana Menteri Republik Indonesia Pertama (14 November 1945 hingga 20 Juni 1947)&lt;br /&gt;- Ketua Partai Sosialis Indonesia (PSI)&lt;br /&gt;- Ketua delegasi Republik Indonesia pada Perundingan Linggarjati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sutan Syahrir (1909-1966)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdana Menteri Indonesia Pertama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutan Syahrir (Soetan Syahrir) adalah Perdana Menteri Republik Indonesia Pertama (14 November 1945 hingga 20 Juni 1947). Pria kelahiran Padang Panjang, Sumatera Barat, 5 Maret 1909, ini seorang politikus yang mendirikan Partai Sosialis Indonesia (1948). Ia wafat di dalam pengasingan sebagai tawanan politik (Zürich, Swiss, 9 April 1966) pada usia 57 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami dari Maria Duchateau, dan Poppy, ini menyelesaikan sekolah dasar (ELS) dan sekolah menengah (MULO) terbaik di Medan pada 1926. Sejak remaja, ia sudah menggemari berbagai buku-buku asing dan novel Belanda. Juga senang seni, dimana kadangkala ia mengamen di Hotel de Boer, hotel khusus untuk tamu-tamu kulit putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setamat dari MULO, ia masuk sekolah lanjutan atas (AMS) di Bandung. Di sekolah ini, bakat seninya makin berkembang setelah dia bergabung dalam Himpunan Teater Mahasiswa Indonesia (Batovis). Di sini, ia berperan sebagai sutradara, penulis skenario, dan aktor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil yang diperoleh dari pementasan itu digunakan untuk membiayai sekolah yang ia dirikan, Tjahja Volksuniversiteit, Cahaya Universitas Rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heran bila di kalangan siswa AMS Bandung, Syahrir menjadi seorang bintang. Dia seorang siswa yang sangat sibuk dengan buku-buku pelajaran, sekaligus aktif dalam berbagai kegiatan seni dan klub debat di sekolahnya. Bahkan ia juga masih menyempatkan waktu dalam aktivitas pendidikan melek huruf secara gratis bagi anak-anak dari keluarga tak mampu dalam Tjahja Volksuniversiteit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Syahrir mulai memasuki dunia yang menjurus jadi politis. Pada 20 Februari 1927, Syahrir satu dari sepuluh orang penggagas pendirian himpunan pemuda nasionalis, Jong Indonesie, yang kemudian berubah nama jadi Pemuda Indonesia. Perhimpunan ini menjadi motor penyelenggaraan Kongres Pemuda Indonesia yang mencetuskan Sumpah Pemuda pada 1928.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih saat belajar sebagai siswa sekolah menengah, Syahrir juga sudah aktif sebagai pemimpin redaksi majalah himpunan pemuda nasionalis. Sebagai Pemred, Syahrir sering dicari polisi karena memuat berita pemberontakan PKI 1926.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setamat AMS, Syahrir melanjutkan pendidikan ke Fakultas Hukum, Universitas Amsterdam, Leiden, Belanda. Di sana, ia mendalami teori-teori sosialisme. Ia akrab dengan Salomon Tas, Ketua Klub Mahasiswa Sosial Demokrat, dan istrinya Maria Duchateau, yang kemudian dinikahi Syahrir. Pernikahan dengan Maria memang hanya sebentar. Kemudian Syahrir menikah kembali dengan Poppy, kakak tertua dari Soedjatmoko dan Miriam Boediardjo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi lebih mengenal dunia proletar dan organisasi pergerakannya, Syahrir pun bekerja pada Sekretariat Federasi Buruh Transportasi Internasional. Selain itu, Syahrir juga aktif dalam Perhimpunan Indonesia (PI) yang ketika itu dipimpin oleh Mohammad Hatta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir tahun 1931, Syahrir kembali ke tanah air dan terjun dalam pergerakan nasional. Ia bergabung dalam organisasi Pendidikan Nasional Indonesia (PNI Baru), yang kemudian pada Juni 1932 dipimpinnya. Ia pun mempraktekkan dunia proletar di tanah air. Ia terjun dalam pergerakan buruh. Juga banyak menulis tentang perburuhan dalam Daulat Rakyat. Juga sering berbicara perihal pergerakan buruh dalam forum-forum politik. Kemudian, Mei 1933, Syahrir didaulat menjadi Ketua Kongres Kaum Buruh Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatta menyusul kembali ke tanah air pada Agustus 1932. Hatta tampil memimpin PNI Baru bersama Syahrir. Organisasi ini berhasil mencetak kader-kader pergerakan. Bahkan pemerintahan kolonial Belanda menilai, gerakan politik Hatta dan Syahrir dalam PNI Baru itu justru lebih radikal daripada gerakan Soekarno dengan PNI-nya yang mengandalkan mobilisasi massa. Menurut polisi kolonial, PNI Baru cukup setara dengan organisasi Barat. Meski tanpa aksi massa dan agitasi, tetapi secara cerdas, berhasil mendidik kader-kader pergerakan yang siap bergerak ke arah tujuan revolusionernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga, pada Februari 1934, pemerintah kolonial Belanda memenjarakan dan membuang Syahrirdan Hatta, serta beberapa pemimpin PNI Baru ke Boven Digul. Setelah hampir setahun Syahrir dan Hatta dipindahkan ke Banda Neira, di sini mereka menjalani masa pembuangan selama enam tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa pendudukan Jepang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Soekarno dan Hatta menjalin kerja sama dengan Jepang, Syahrir membangun jaringan gerakan bawah tanah anti-fasis. Syahrir yakin Jepang tak mungkin memenangkan perang, oleh karena itu, kaum pergerakan mesti menyiapkan diri untuk merebut kemerdekaan di saat yang tepat. Simpul-simpul jaringan gerakan bawah tanah kelompok Syahrir adalah kader-kader PNI Baru yang tetap meneruskan pergerakan dan kader-kader muda yakni para mahasiswa progresif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sastra, seorang tokoh senior pergerakan buruh yang akrab dengan Syahrir, menulis: “Di bawah kepemimpinan Syahrir, kami bergerak di bawah tanah, menyusun kekuatan subjektif, sambil menunggu perkembangan situasi objektif dan tibanya saat-saat psikologis untuk merebut kekuasaan dan kemerdekaan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi objektif itu pun makin terang ketika Jepang makin terdesak oleh pasukan Sekutu. Syahrir mengetahui perkembangan Perang Dunia dengan cara sembunyi-sembunyi mendengarkan berita dari stasiun radio luar negeri. Kala itu, semua radio tak bisa menangkap berita luar negeri karena disegel oleh Jepang. Berita-berita tersebut kemudian ia sampaikan ke Hatta. Sembari itu, Syahrir menyiapkan gerakan bawah tanah untuk merebut kekuasaan dari tangan Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahrir yang didukung para pemuda mendesak Soekarno dan Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan pada 15 Agustus karena Jepang sudah menyerah, Syahrir siap dengan massa gerakan bawah tanah untuk melancarkan aksi perebutan kekuasaan sebagai simbol dukungan rakyat. Soekarno dan Hatta yang belum mengetahui berita menyerahnya Jepang, tidak merespon secara positif. Mereka menunggu keterangan dari pihak Jepang yang ada di Indonesia, dan proklamasi itu mesti sesuai prosedur lewat keputusan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang dibentuk oleh Jepang. Sesuai rencana PPKI, kemerdekaan akan diproklamasikan pada 24 September 1945.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap Soekarno dan Hatta tersebut mengecewakan para pemuda, sebab sikap itu berisiko kemerdekaan RI dinilai sebagai hadiah Jepang dan RI adalah bikinan Jepang. Guna mendesak lebih keras, para pemuda pun menculik Soekarno dan Hatta pada 16 Agustus. Akhirnya, Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI pada 17 Agustus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa Revolusi Nasional Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revolusi menciptakan atmosfer amarah dan ketakutan, karena itu sulit untuk berpikir jernih. Sehingga sedikit sekali tokoh yang punya konsep dan langkah strategis meyakinkan guna mengendalikan kecamuk revolusi. Saat itu, ada dua orang dengan pemikirannya yang populer kemudian dianut banyak kalangan pejuang republik: Tan Malaka dan Sutan Syahrir. Dua tokoh pergerakan kemerdekaan yang dinilai steril dari noda kolaborasi dengan Pemerintahan Fasis Jepang, meski kemudian bertentangan jalan dalam memperjuangan kedaulatan republik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa genting itu, Bung Syahrir menulis Perjuangan Kita. Sebuah risalah peta persoalan dalam revolusi Indonesia, sekaligus analisis ekonomi-politik dunia usai Perang Dunia II. Perjungan Kita muncul menyentak kesadaran. Risalah itu ibarat pedoman dan peta guna mengemudikan kapal Republik Indonesia di tengah badai revolusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan-tulisan Syahrir dalam Perjuangan Kita, membuatnya tampak berseberangan dan menyerang Soekarno. Jika Soekarno amat terobsesi pada persatuan dan kesatuan, Syahrir justru menulis, "Tiap persatuan hanya akan bersifat taktis, temporer, dan karena itu insidental. Usaha-usaha untuk menyatukan secara paksa, hanya menghasilkan anak banci. Persatuan semacam itu akan terasa sakit, tersesat, dan merusak pergerakan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dia mengecam Soekarno. "Nasionalisme yang Soekarno bangun di atas solidaritas hierarkis, feodalistis: sebenarnya adalah fasisme, musuh terbesar kemajuan dunia dan rakyat kita." Dia juga mengejek gaya agitasi massa Soekarno yang menurutnya tak membawa kejernihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan Kita adalah karya terbesar Syahrir, kata Salomon Tas, bersama surat-surat politiknya semasa pembuangan di Boven Digul dan Bandaneira. Manuskrip itu disebut Indonesianis Ben Anderson sebagai, "Satu-satunya usaha untuk menganalisa secara sistematis kekuatan domestik dan internasional yang memperngaruhi Indonesia dan yang memberikan perspektif yang masuk akal bagi gerakan kemerdekaan di masa depan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbukti kemudian, pada November ’45 Syahrir didukung pemuda dan ditunjuk Soekarno menjadi formatur kabinet parlementer. Pada usia 36 tahun, mulailah lakon Syahrir dalam panggung memperjuangkan kedaulatan Republik Indonesia, sebagai Perdana Menteri termuda di dunia, merangkap Menteri Luar Negeri dan Menteri Dalam Negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penculikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penculikan Perdana Menteri Sjahrir merupakan peristiwa yang terjadi pada 26 Juni 1946 di Surakarta oleh kelompok oposisi Persatuan Perjuangan yang tidak puas atas diplomasi yang dilakukan oleh pemerintahan Kabinet Sjahrir II dengan pemerintah Belanda. Kelompok ini menginginkan pengakuan kedaulatan penuh, sedangkan kabinet yang berkuasa hanya menuntut pengakuan kedaulatan atas Jawa dan Madura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok Persatuan Perjuangan ini dipimpin oleh Mayor Jendral Soedarsono dan 14 pimpinan sipil, di antaranya Tan Malaka dari Partai Komunis Indonesia. Perdana Menteri Sjahrir ditahan di suatu rumah peristirahatan di Paras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Soekarno sangat marah atas aksi penculikan ini dan memerintahkan Polisi Surakarta menangkap para pimpinan kelompok tersebut. Tanggal 1 Juli 1946, ke-14 pimpinan berhasil ditangkap dan dijebloskan ke penjara Wirogunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 2 Juli 1946, tentara Divisi 3 yang dipimpin Mayor Jendral Soedarsono menyerbu penjara Wirogunan dan membebaskan ke 14 pimpinan penculikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Soekarno marah mendengar penyerbuan penjara dan memerintahkan Letnan Kolonel Soeharto, pimpinan tentara di Surakarta, untuk menangkap Mayjen Soedarsono dan pimpinan penculikan. Lt. Kol. Soeharto menolak perintah ini karena dia tidak mau menangkap pimpinan/atasannya sendiri. Dia hanya mau menangkap para pemberontak kalau ada perintah langsung dari Kepala Staf militer RI, Jendral Soedirman. Presiden Soekarno sangat marah atas penolakan ini dan menjuluki Lt. Kol. Soeharto sebagai perwira keras kepala (koppig).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelak Let. Kol. Soeharto menjadi Presiden RI Soeharto dan menerbitkan catatan tentang peristiwa pemberontakan ini dalam buku otobiografinya Ucapan, Pikiran dan Tindakan Saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lt. Kol. Soeharto berpura-pura bersimpati pada pemberontakan dan menawarkan perlindungan pada Mayjen Soedarsono dan ke 14 orang pimpinan di markas resimen tentara di Wiyoro. Malam harinya Lt. Kol. Soeharto membujuk Mayjen Soedarsono dan para pimpinan pemberontak untuk menghadap Presiden RI di Istana Presiden di Jogyakarta. Secara rahasia, Lt. Kol. Soeharto juga menghubungi pasukan pengawal Presiden dan memberitahukan rencana kedatangan Mayjen Soedarsono dan pimpinan pemberontak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 3 Juli 1946, Mayjen Soedarsono dan pimpinan pemberontak berhasil dilucuti senjatanya dan ditangkap di dekat Istana Presiden di Yogyakarta oleh pasukan pengawal presiden. Peristiwa ini lalu dikenal sebagai pemberontakan 3 Juli 1946 yang gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diplomasi Syahrir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kejadian penculikan Syahrir hanya bertugas sebagai Menteri Luar Negeri, tugas sebagai Perdana Menteri diambil alih Presiden Soekarno. Namun pada tanggal 2 Oktober 1946, Presiden menunjuk kembali Syahrir sebagai Perdana Menteri agar dapat melanjutkan Perundingan Linggarjati yang akhirnya ditandatangani pada 15 November 1946.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa Syahrir, Soekarno bisa terbakar dalam lautan api yang telah ia nyalakan. Sebaliknya, sulit dibantah bahwa tanpa Bung Karno, Syahrir tidak berdaya apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahrir mengakui Soekarno-lah pemimpin republik yang diakui rakyat. Soekarno-lah pemersatu bangsa Indonesia. Karena agitasinya yang menggelora, rakyat di bekas teritori Hindia Belanda mendukung revolusi. Kendati demikian, kekuatan raksasa yang sudah dihidupkan Soekarno harus dibendung untuk kemudian diarahkan secara benar, agar energi itu tak meluap dan justru merusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana argumen Bung Hatta bahwa revolusi mesti dikendalikan; tak mungkin revolusi berjalan terlalu lama, revolusi yang mengguncang ‘sendi’ dan ‘pasak’ masyarakat jika tak dikendalikan maka akan meruntuhkan seluruh ‘bangunan’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar Republik Indonesia tak runtuh dan perjuangan rakyat tak menampilkan wajah bengis, Syahrir menjalankan siasatnya. Di pemerintahan, sebagai ketua Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP KNIP), ia menjadi arsitek perubahan Kabinet Presidensil menjadi Kabinet Parlementer yang bertanggung jawab kepada KNIP sebagai lembaga yang punya fungsi legislatif. RI pun menganut sistem multipartai. Tatanan pemerintahan tersebut sesuai dengan arus politik pasca-Perang Dunia II, yakni kemenangan demokrasi atas fasisme. Kepada massa rakyat, Syahrir selalu menyerukan nilai-nilai kemanusiaan dan anti-kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan siasat-siasat tadi, Syahrir menunjukkan kepada dunia internasional bahwa revolusi Republik Indonesia adalah perjuangan suatu bangsa yang beradab dan demokratis di tengah suasana kebangkitan bangsa-bangsa melepaskan diri dari cengkeraman kolonialisme pasca-Perang Dunia II. Pihak Belanda kerap melakukan propaganda bahwa orang-orang di Indonesia merupakan gerombolan yang brutal, suka membunuh, merampok, menculik, dll. Karena itu sah bagi Belanda, melalui NICA, menegakkan tertib sosial sebagaimana kondisi Hindia Belanda sebelum Perang Dunia II. Mematahkan propaganda itu, Syahrir menginisiasi penyelenggaraan pameran kesenian yang kemudian diliput dan dipublikasikan oleh para wartawan luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu cerita perihal sikap konsekuen pribadi Syahrir yang anti-kekerasan. Di pengujung Desember 1946, Perdana Menteri Syahrir dicegat dan ditodong pistol oleh serdadu NICA. Saat serdadu itu menarik pelatuk, pistolnya macet. Karena geram, dipukullah Syahrir dengan gagang pistol. Berita itu kemudian tersebar lewat Radio Republik Indonesia. Mendengar itu, Syahrir dengan mata sembab membiru memberi peringatan keras agar siaran itu dihentikan, sebab bisa berdampak fatal dibunuhnya orang-orang Belanda di kamp-kamp tawanan oleh para pejuang republik, ketika tahu pemimpinnya dipukuli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski jatuh-bangun akibat berbagai tentangan di kalangan bangsa sendiri, Kabinet Sjahrir I, Kabinet Sjahrir II sampai dengan Kabinet Sjahrir III (1945 hingga 1947) konsisten memperjuangkan kedaulatan RI lewat jalur diplomasi. Syahrir tak ingin konyol menghadapi tentara sekutu yang dari segi persenjataan jelas jauh lebih canggih. Diplomasinya kemudian berbuah kemenangan sementara. Inggris sebagai komando tentara sekutu untuk wilayah Asia Tenggara mendesak Belanda untuk duduk berunding dengan pemerintah republik. Secara politik, hal ini berarti secara de facto sekutu mengakui eksistensi pemerintah RI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan berliku diplomasi diperkeruh dengan gempuran aksi militer Belanda pada 21 Juli 1947. Aksi Belanda tersebut justru mengantarkan Indonesia ke forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Setelah tidak lagi menjabat Perdana Menteri (Kabinet Sjahrir III), Syahrir diutus menjadi perwakilan Indonesia di PBB. Dengan bantuan Biju Patnaik, Syahrir bersama Agus Salim berangkat ke Lake Success, New York melalui New Delhi dan Kairo untuk menggalang dukungan India dan Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 14 Agustus 1947 Syahrir berpidato di muka sidang Dewan Keamanan PBB. Berhadapan dengan para wakil bangsa-bangsa sedunia, Syahrir mengurai Indonesia sebagai sebuah bangsa yang berabad-abad berperadaban aksara lantas dieksploitasi oleh kaum kolonial. Kemudian, secara piawai Syahrir mematahkan satu per satu argumen yang sudah disampaikan wakil Belanda, Van Kleffens. Dengan itu, Indonesia berhasil merebut kedudukan sebagai sebuah bangsa yang memperjuangan kedaulatannya di gelanggang internasional. PBB pun turut campur, sehingga Belanda gagal mempertahankan upayanya untuk menjadikan pertikaian Indonesia-Belanda sebagai persoalan yang semata-mata urusan dalam negerinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Van Kleffens dianggap gagal membawa kepentingan Belanda dalam sidang Dewan Keamanan PBB. Berbagai kalangan Belanda menilai kegagalan itu sebagai kekalahan seorang diplomat ulung yang berpengalaman di gelanggang internasional dengan seorang diplomat muda dari negeri yang baru saja lahir. Van Kleffens pun ditarik dari posisi sebagai wakil Belanda di PBB menjadi duta besar Belanda di Turki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahrir populer di kalangan para wartawan yang meliput sidang Dewan Keamanan PBB, terutama wartawan-wartawan yang berada di Indonesia semasa revolusi. Beberapa surat kabar menamakan Syahrir sebagai The Smiling Diplomat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahrir mewakili Indonesia di PBB selama 1 bulan, dalam 2 kali sidang. Pimpinan delegasi Indonesia selanjutnya diwakili oleh Lambertus Nicodemus Palar (L.N.) Palar sampai tahun 1950.[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partai Sosialis Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas memimpin kabinet, Sutan Syahrir diangkat menjadi penasihat Presiden Soekarno sekaligus Duta Besar Keliling. Pada tahun 1948 Syahrir mendirikan Partai Sosialis Indonesia (PSI) sebagai partai alternatif selain partai lain yang tumbuh dari gerakan komunis internasional. Meskipun PSI berhaluan kiri dan mendasarkan pada ajaran Marx-Engels, namun ia menentang sistem kenegaraan Uni Soviet. Menurutnya pengertian sosialisme adalah menjunjung tinggi derajat kemanusiaan, dengan mengakui dan menjunjung persamaan derajat tiap manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hobi Dirgantara dan Musik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun perawakannya kecil, yang oleh teman-temannya sering dijuluki Si Kancil, Sutan Syahrir adalah salah satu penggemar olah raga dirgantara, pernah menerbangkan pesawat kecil dari Jakarta ke Yogyakarta pada kesempatan kunjungan ke Yogyakarta. Di samping itu juga senang sekali dengan musik klasik, di mana beliau juga bisa memainkan biola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1955 PSI gagal mengumpulkan suara dalam pemilihan umum pertama di Indonesia. Setelah kasus PRRI dan PSI tahun 1958[2], hubungan Sutan Syahrir dan Presiden Soekarno memburuk sampai akhirnya PSI dibubarkan tahun 1960. Tahun 1962, Syahrir ditangkap dan dipenjarakan tanpa diadili sampai 1965 sampai menderita stroke. Setelah itu Syahrir diijinkan untuk berobat ke Zürich Swis, salah seorang kawan dekat yang pernah menjabat wakil ketua PSI Sugondo Djojopuspito menghantarkan beliau di Bandara Kemayoran dan Syahrir memeluk Sugondo degan air mata, dan akhirnya meninggal di Swiss pada tanggal 9 April 1966. (Sumber: Wikipedia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi&lt;br /&gt;^ Sinar Harapan Online, 24 Agustus 2005, Tanggapan untuk Bung Marzuki Usman (1), Bangsa yang Kurang Pandai Berterima Kasih?&lt;br /&gt;^ Robert Cribb, Audrey Kahin Historical Dictionary of Indonesia, Metuchen, N.J.: Scarecrow Press, 1992&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacaan rujukan&lt;br /&gt;Legge, J.D. Kaum Intelektual dan Perjuangan Kemerdekaan. Peranan Kelompok Sjahrir. Jakarta, Pustaka Utama Grafiti, 1993.&lt;br /&gt;Lampau dan Datang. Pidato Mohammad Hatta pada penerimaan gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Gadjah Mada, 1956&lt;br /&gt;Mangunwijaya, Y.B. Dilema Sutan Sjahrir: Antara Pemikir dan Politikus. Prisma, Agustus 1977.&lt;br /&gt;Mengenang Sjahrir, disunting oleh H. Rosihan Anwar. Jakarta, Gramedia, 1980.&lt;br /&gt;Rudolf Mrazek. Sjahrir: Politik dan Pengasingan di Indonesia. Jakarta, Yayasan Obor Indonesia, 1996.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tokohindonesia.com/ensiklopedi/s/sutan-syahrir/biografi/index.shtml"&gt;http://tokohindonesia.com/ensiklopedi/s/sutan-syahrir/biografi/index.shtml&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/581459784525408514-6057320150967071709?l=endonesia-raya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/feeds/6057320150967071709/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2009/04/biografi-sutan-syahrir.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/6057320150967071709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/6057320150967071709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2009/04/biografi-sutan-syahrir.html' title='Biografi Sutan Syahrir'/><author><name>ENDONESIA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ2dUm9qPsI/AAAAAAAAANk/-ctk94_rG_U/S220/EB.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SeWbVIaBq2I/AAAAAAAAAQY/yam-ac8r35k/s72-c/sutan_sjahrir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-581459784525408514.post-3772106398075484429</id><published>2009-04-14T19:55:00.000-07:00</published><updated>2009-04-14T20:50:38.914-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komentar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>YANG ABADI ADALAH KEPENTINGAN</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;TIDAK ADA SAHABAT YANG ABADI&lt;br /&gt;TIDAK ADA MUSUH YANG ABADI&lt;br /&gt;YANG ABADI ADALAH KEPENTINGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang saat ini sedang dipertontonkan oleh para elit politik kita saat ini. Dibilang lucu seperti anak kecil, tidak juga, dibilang tidak serius juga tidak juga. Yah begitulah kondisinya bahkan untuk mewujudkan kepentingannya bisa jadi tidak malu menelan ludahnya sendiri, atau di satu sisi bilang tidak setuju, tapi ternyata diapun juga setuju, atau kemarin terlihat berantem, tidak akur, tidak saling sapa atau tegur, tapi karena kepentingannya sama mendadak jadi akur, dan saling kunjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, begitulah makna persahabatan dan permusuhan dalam dunia politik yang saat ini saya pahami. Saya jadi ingat ada seseorang yang menasihati saya tentang pertemanan dan permusuhan, waktu itu dia berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Waspadalah dengan pujian, sesunguhnya itu racun buat kamu"&lt;br /&gt;"Orang yang patut kamu waspadai adalah orang yang terdekat dengan kamu"&lt;br /&gt;"Berterimakasih dan bersyukurlah lah atas, cacian, kritikan dari musuh/ lawan kamu, sebab semua itu terucap karena dia sangat memperhatikan kamu dan tidak ada pamrih"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara mengenai kepentingan memang agak sulit diterka, namun demikian kita dapat melihatnya kemana arah tujuan kepentiangan seseorang atau sekelompok orang. Kita bisa lihat pada pemilu kemarin. Pada pemilu kemarin ada 2 kepentingan yang sajauh ini saya lihat, yaitu kepentingan partai dan kepentingan pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk partai, sangat berkepentingan dalam menentukan jumlah paling banyak kursi yang didapat di DPR nanti. Sebab dengan banyaknya jumlah kursi yang didapat di DPR, partai tersebut akan mampu mengendalikan DPR yang merupakan kunci dari pembuatan regulasi, namun apakah niat mengendalikan DPR ini untuk kepentingan Bangsa dan Negara ataukah untuk kepentingan kelompok tertentu atau Negara Asing tertentu ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pribadi, sangat jelas sekali sebagian besar kepentingan yang kita lihat semuanya mengarah pada kedudukan jabatan, gaji, fasilitas, uang sidang, komisi dan lain sebagainya. Semua ini dapat kita lihat dalam proses kampanye kemarin. sebagian besar para caleg hanya mengkampanyekan nomer urutnya dan partainya saja. jarang sekali yang mengkampanyekan program kerja apa yang akan dilakukan jika dia terpilih. Kita juga bisa lihat juga pada acara di TV One yang menayangkan adu debat antar partai, sebagian besar semuanya saling membahas dan mengungkit kejelakannya atau Metro TV yang menayangkan Debat caleg, caleg ditanya tentang A, jawabnya B. Lebih-lebih lagi setelah pemilu, banyak caleg yang stress karena kalah, dan beberapa diliput di media, caleg meninggal, caleg gila, caleg mengambil lagi barang yang sudah di kasih ke warga, sungguh tragis saya melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, mungkin tidak heran jika bencana selalu datang di negeri ini. Sebab mungkin kita semua yang ada di negeri ini sudah menyimpang dari apa yang telah di tetapkan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/581459784525408514-3772106398075484429?l=endonesia-raya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/feeds/3772106398075484429/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2009/04/yang-abadi-adalah-kepentingan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/3772106398075484429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/3772106398075484429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2009/04/yang-abadi-adalah-kepentingan.html' title='YANG ABADI ADALAH KEPENTINGAN'/><author><name>ENDONESIA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ2dUm9qPsI/AAAAAAAAANk/-ctk94_rG_U/S220/EB.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-581459784525408514.post-5059732166629241777</id><published>2009-02-19T20:08:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T20:37:27.770-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><title type='text'>Sekolah Pasar Modal GRATIS</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ4wAypRetI/AAAAAAAAAOs/ZRqFXL2GimM/s1600-h/KSEI-BEI-KPEI.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304730201242041042" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 91px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ4wAypRetI/AAAAAAAAAOs/ZRqFXL2GimM/s400/KSEI-BEI-KPEI.jpg" border="0" /&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SEKOLAH PASAR MODAL&lt;br /&gt;BURSA EFEK INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Gelombang 1 akan dimulai 25 Februari 2009&lt;br /&gt;Hanya 10 gelombang di tahun 2009, untuk kelas Basic dan Intermediate:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KELAS BASIC&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;4 (Empat) sesi, setiap hari Rabu&lt;br /&gt;dari pukul 10.00 - 12.00 WIB&lt;br /&gt;Materi : Pengertian umum Pasar Modal, Saham, Obligasi, dan Reksadana, Fraud di Pasar Modal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KELAS INTERMEDIATE&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;4 (Empat) sesi, setiap hari Rabu&lt;br /&gt;dari pukul 13.00 - 16.00 WIB&lt;br /&gt;Materi : Mekanisme Transaksi Efek, Analisa Fundamental, Analisa Teknikal &amp;amp; Simulasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KELAS ADVANCE&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;(Khusus bagi Investor yang melampirkan bukti rekening efek)&lt;br /&gt;4 (Empat) sesi, setiap hari Rabu&lt;br /&gt;dari pukul 16.00 - 18.00 WIB&lt;br /&gt;Materi : Obligasi, ETF, Option dan Market Update&lt;br /&gt;(Kelas Advance dibuka 3 gelombang pada tahun 2009 pada bulan April)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;LOKASI TRAINING&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Gallery Lt.1 PT BEI&lt;br /&gt;Gedung BEI Tower 2 Lt.1&lt;br /&gt;Jl. Jend. Sudirman Kav. 52 - 53&lt;br /&gt;Jakarta - Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Jumlah Perseta Terbatas !&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Informasi Pendaftaran hubungi :&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;Telp. 021-515 0515&lt;br /&gt;Ext. 4309 dengan Ririn&lt;br /&gt;Ext. 4312 dengan Ada&lt;br /&gt;Ext. 4321 dengan Andri&lt;br /&gt;Ext. 4305 dengan Taufiq&lt;br /&gt;Ext. 4324 dengan Anan &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/581459784525408514-5059732166629241777?l=endonesia-raya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/feeds/5059732166629241777/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2009/02/sekolah-pasar-modal-gratis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/5059732166629241777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/5059732166629241777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2009/02/sekolah-pasar-modal-gratis.html' title='Sekolah Pasar Modal GRATIS'/><author><name>ENDONESIA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ2dUm9qPsI/AAAAAAAAANk/-ctk94_rG_U/S220/EB.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ4wAypRetI/AAAAAAAAAOs/ZRqFXL2GimM/s72-c/KSEI-BEI-KPEI.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-581459784525408514.post-6906904162671390318</id><published>2009-02-19T18:14:00.001-08:00</published><updated>2009-02-19T18:16:54.687-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biografi'/><title type='text'>Hillary Rodham Clinton</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ4NPCuuk1I/AAAAAAAAAOE/7j8MT8KmSfo/s1600-h/220px-Hillary_Rodham_Clinton.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304691963171083090" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 220px; CURSOR: hand; HEIGHT: 275px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ4NPCuuk1I/AAAAAAAAAOE/7j8MT8KmSfo/s400/220px-Hillary_Rodham_Clinton.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ4NPAdgF4I/AAAAAAAAAN8/oZBetA-r1Bo/s1600-h/1649275p.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304691962561959810" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 298px; CURSOR: hand; HEIGHT: 225px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ4NPAdgF4I/AAAAAAAAAN8/oZBetA-r1Bo/s400/1649275p.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hillary Rodham Clinton, bagi kita dan dunia internasional nama tersebut bukanlah suatu hal yang asing di telingan kita. Bagi saya dia adalah salah satu tokoh yang mempunya karisma yang kuat di dunia, walaupun dia bukan seorang pimpinan negara. Kalaupun dia seorang ratu sepertihalnya Putri Diana, pasti karismanya akan sangat kuat sepertihalnya Putri Diana. Tapi sayangnya itu tidak akan terjadi, sebab latar belakang situasi dan kondisinya sangat berbeda. Perbedaan yang jelas adalah Putri Diana memiliki latar belakang kondisi yang konservatif kerajaan, sedangkan Hillary berlatar belakang, demokratif partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih dalam lagi mengetahui tentang seorang Hillary Rodham Clinton, di bawah ini sedikit ada kutipan biografinya :&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hillary Rodham Clinton (lahir di Chicago, Illinois, 26 Oktober 1947; umur 61 tahun dengan nama Hillary Diane Rodham ) adalah senator junior Amerika Serikat dari negara bagian New York, suatu jabatan yang dimulai pada 3 Januari 2001. Ia menikah dengan Bill Clinton, Presiden Amerika Serikat ke-42 dan Ibu Negara Amerika Serikat selama dua masa jabatan (1993 - 2001). Sebelumnya, ia adalah seorang pengacara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Biografi&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hillary Rodham dilahirkan di Chicago, Illinois, dan dibesarkan dalam sebuah keluarga Methodist di Park Ridge, Illinois. Ayahnya, Hugh Ellsworth Rodham, seorang konservatif, adalah seorang eksekutif dalam industri tekstil, dan ibunya, Dorothy Emma Howell Rodham, seorang ibu rumah tangga. Hillary mempunyai dua orang saudara lelaki, Hugh dan Tony. Mantan duta besar AS untuk Britania Raya, Philip Lader, merujuk kepada minatnya yang mendalam kepada nenek moyangnya dari Wales&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lulus dari Sekolah Hukum Yale pada tahun 1973, ia pindah ke Arkansas pada tahun 1974 dan kemudian menikahi Bill Clinton pada 1975. Ia lalu menjadi rekan wanita pertama di Firma Hukum Rose pada tahun 1979 dan dua kali tercatat sebagai salah seorang dari 100 pengacara paling berpengaruh di Amerika. Dari tahun 1979 hingga 1981 dan 1981 hingga 1992 ia adalah Ibu Gubernur Arkansas dan aktif dalam sejumlah organisasi yang terkait dengan kesejahteraan anak-anak serta menjadi anggota direksi Wal-Mart dan beberapa perusahaan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Ibu Negara Amerika Serikat, rancangan layanan kesehatan Clinton yang merupakan inisiatif terbesarnya gagal disetujui Kongres pada tahun 1994. Pada tahun 1997 dan 1999, Clinton berperan dalam pembentukan Program Asurasi Kesehatan Anak-Anak Negara (State Children's Health Insurance Program), Undang-Undang Adopsi dan Keluarga Aman (Adoption and Safe Families Act), dan Undang-Undang Kemandirian Asuhan Keluarga (Foster Care Independence Act). Pada tahun 1996, ia diperintahkan untuk memberikan kesaksian di hadapan juri akibat kontroversi Whitewater. Ia tidak pernah didakwa dengan tuduhan apapun maupun beberapa penyelidikan lainnya selama masa kepresidenan suaminya. Kondisi pernikahannya dengan Bill Clinton menjadi perhatian umum setelah terungkapnya skandal Lewinsky pada tahun 1998.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pindah ke New York, Clinton terpilih sebagai senator Negara Bagian New York pada tahun 2000 sehingga menjadi mantan Ibu Negara pertama yang memenangi pemilihan umum untuk suatu jabatan di AS. Di Senat, awalnya ia mendukung pemerintahan George W. Bush mengenai beberapa kebijakan luar negeri, termasuk memberikan suaranya dalam mendukung Resolusi Perang Irak yang menyetujui dilaksanakannya Perang Irak. Ia kemudian berbalik menentang tindakan pemerintah dalam Perang Irak dan juga menentang kebijakan pemerintah Bush dalam hampir seluruh masalah dalam negeri. Ia terpilih kembali sebagai senator dengan kemenangan telak pada tahun 2006. Pada 20 Januari 2007 ia resmi menyatakan dirinya ikut serta dalam pemilihan umum presiden Amerika Serikat 2008.[2] Pada pemilihan calon presiden Amerika tersebut, Clinton berhasil memenangi lebih banyak pemilihan pendahuluan dan anggota delegasi daripada wanita lainnya sepanjang sejarah AS, namun setelah kampanye yang panjang, Senator Barack Obama menjadi calon terpilih Partai Demokrat pada Juni 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sejarah pemilihan umum&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kampanye untuk Senat AS, 2000&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hillary Rodham Clinton (D), 55,27% / 3.747.310&lt;br /&gt;&lt;a class="new" title="Rick Lazio (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rick_Lazio&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Rick Lazio&lt;/a&gt; (R), 43,01% / 2.915.730 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;Kampanye untuk Senat AS, 2006 &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Hillary Rodham Clinton (D), 67,00% / 3.008.428&lt;br /&gt;&lt;a class="new" title="John Spencer (politician) (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=John_Spencer_(politician)&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;John Spencer&lt;/a&gt; (R), 31,01% / 1.392.189 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pencalonan diri sebagai presiden 2008&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Pada 20 Januari 2007, Clinton mengumumkan pembentukan sebuah komite penjajakan bagi pencalonannya sebagai Presiden AS, hanya beberapa hari setelah Senator &lt;a title="Barack Obama" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Barack_Obama"&gt;Barack Obama&lt;/a&gt; (D-Illinois) mengumumkan rencananya yang sama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sumber Biografi : &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hillary_Clinton"&gt;Wikipedia&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/581459784525408514-6906904162671390318?l=endonesia-raya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/feeds/6906904162671390318/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2009/02/hillary-rodham-clinton.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/6906904162671390318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/6906904162671390318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2009/02/hillary-rodham-clinton.html' title='Hillary Rodham Clinton'/><author><name>ENDONESIA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ2dUm9qPsI/AAAAAAAAANk/-ctk94_rG_U/S220/EB.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ4NPCuuk1I/AAAAAAAAAOE/7j8MT8KmSfo/s72-c/220px-Hillary_Rodham_Clinton.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-581459784525408514.post-2271703846106806197</id><published>2009-02-03T00:52:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T01:15:00.468-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komentar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahasa'/><title type='text'>Bahasa Indonesia (Maaf dan Permisi)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dalam urutan sumpah pemuda dimana, kalau tidak salah ada kalimat yang berbunyi "&lt;strong&gt;Berbahasa satu, Bahasa Indonesia". &lt;/strong&gt;Nah ngomongin bahasa Indonesia dalam beberapa hari ini saya agak sedikit tertawa kecil di dalam hati, soalnya banyak orang menggunakan suatu kata yang salah, namun karena yang menggunakan banyak orang jadi dilumrahkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kata tersebut adalah "&lt;strong&gt;Maaf". &lt;/strong&gt;Sering kali ketika saya di bank, jika teller yang sedang melayani saya diganggu oleh rekannya atau oleh teller lainnya, teller yang mengganggu itu selalu mengatakan &lt;strong&gt;"Maaf Pak mengganggu sebentar". &lt;/strong&gt;Saya bingung dengan kalimat itu. Sebenernyakan yang diganggu itukan temannya atau teller yang melayani saya, harusnya kata maaf itu di tujukan ke teller yang diganggu. Sedangkan ke saya adalah bisa pakai permisi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Nah kata Maaf dan Permisi ini agak membingungkan dalam penggunaanya. Maaf itukan kata yang digunakan jika kita melakukan kesalahan, namun seringkali digunakan pada kondisi yang salah. Selain teller saya sering mengomentari OB di kantor yang jika ingin mengambil sampah di keranjang sampah dekat meja saya selalu bilang &lt;strong&gt;"Maaf Pak saya mau ngambil sampahnya", &lt;/strong&gt;Loh... melakukan kewajibannya kok minta maaf, Hehehe....saya sering bilang..."loh kenapa minta maaf.......silahkan saja ini kan tanggung jawab kamu..." &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yah...kembali ke isi sumpah pemuda tadi :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berbahasa satu Bahasa Indonesia&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Right or Wrong it's My Country&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Right or Wrong it's My Language&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/581459784525408514-2271703846106806197?l=endonesia-raya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/feeds/2271703846106806197/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2009/02/bahasa-indonesia-maaf-dan-permisi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/2271703846106806197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/2271703846106806197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2009/02/bahasa-indonesia-maaf-dan-permisi.html' title='Bahasa Indonesia (Maaf dan Permisi)'/><author><name>ENDONESIA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ2dUm9qPsI/AAAAAAAAANk/-ctk94_rG_U/S220/EB.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-581459784525408514.post-1255274355599907482</id><published>2008-12-16T08:54:00.000-08:00</published><updated>2008-12-16T09:01:11.522-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Story'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Undang - Undang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UU'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UUD'/><title type='text'>Amandemen UUD 1945</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam kurun waktu 1999-2002, UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan yang ditetapkan dalam Sidang Umum dan Sidang Tahunan MPR:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Sidang Umum MPR 1999, tanggal 14-21 Oktober 1999 → Perubahan Pertama UUD 1945&lt;br /&gt;   * Sidang Tahunan MPR 2000, tanggal 7-18 Agustus 2000 → Perubahan Kedua UUD 1945&lt;br /&gt;   * Sidang Tahunan MPR 2001, tanggal 1-9 November 2001 → Perubahan Ketiga UUD 1945&lt;br /&gt;   * Sidang Tahunan MPR 2002, tanggal 1-11 Agustus 2002 → Perubahan Keempat UUD 1945&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perubahan Pertama UUD 1945&lt;/span&gt;, adalah perubahan pertama pada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, sebagai hasil Sidang Umum Majelis Permusyawaratan Rakyat Tahun 1999 tanggal 14-21 Oktober 1999.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan Pertama menyempurnakan pasal-pasal berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1. Pasal 5&lt;br /&gt; 2. Pasal 7&lt;br /&gt; 3. Pasal 9&lt;br /&gt; 4. Pasal 13&lt;br /&gt; 5. Pasal 14&lt;br /&gt; 6. Pasal 15&lt;br /&gt; 7. Pasal 17&lt;br /&gt; 8. Pasal 20&lt;br /&gt; 9. Pasal 21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perubahan Kedua UUD 1945&lt;/span&gt;, adalah perubahan kedua pada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, sebagai hasil Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Tahun 2000 tanggal 7-18 Agustus 2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan Kedua menyempurnakan dan menambahkan pasal-pasal berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1. Pasal 18&lt;br /&gt; 2. Pasal 18A&lt;br /&gt; 3. Pasal 18B&lt;br /&gt; 4. Pasal 19&lt;br /&gt; 5. Pasal 20&lt;br /&gt; 6. Pasal 20A&lt;br /&gt; 7. Pasal 22A&lt;br /&gt; 8. Pasal 22B&lt;br /&gt; 9. BAB IXA WILAYAH NEGARA&lt;br /&gt;       1. Pasal 25E&lt;br /&gt;10. 10 BAB X WARGA NEGARA DAN PENDUDUK&lt;br /&gt;       1. Pasal 26&lt;br /&gt;       2. Pasal 27&lt;br /&gt;11. 11 BAB XA HAK ASASI MANUSIA&lt;br /&gt;       1. Pasal 28A&lt;br /&gt;       2. Pasal 28B&lt;br /&gt;       3. Pasal 28C&lt;br /&gt;       4. Pasal 28D&lt;br /&gt;       5. Pasal 28E&lt;br /&gt;       6. Pasal 28F&lt;br /&gt;       7. Pasal 28G&lt;br /&gt;       8. Pasal 28H&lt;br /&gt;       9. Pasal 28 I&lt;br /&gt;      10. Pasal 28J&lt;br /&gt;12. BAB XII PERTAHANAN DAN KEAMANAN NEGARA&lt;br /&gt;       1. Pasal 30&lt;br /&gt;13. BAB XV BENDERA, BAHASA, DAN LAMBANG NEGARA, SERTA LAGU KEBANGSAAN&lt;br /&gt;       1. Pasal 36A&lt;br /&gt;       2. Pasal 36B&lt;br /&gt;       3. Pasal 36C&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perubahan Ketiga UUD 1945&lt;/span&gt;, adalah perubahan ketiga pada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, sebagai hasil Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Tahun 2001 tanggal 1-9 November 2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan Ketiga menyempurnakan dan menambahkan pasal-pasal berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1. Pasal 1&lt;br /&gt; 2. Pasal 3&lt;br /&gt; 3. Pasal 6&lt;br /&gt; 4. Pasal 6A&lt;br /&gt; 5. Pasal 7A&lt;br /&gt; 6. Pasal 7B&lt;br /&gt; 7. Pasal 7C&lt;br /&gt; 8. Pasal 8&lt;br /&gt; 9. Pasal 11&lt;br /&gt;10. Pasal 17&lt;br /&gt;11. BAB VIIA DEWAN PERWAKILAN DAERAH&lt;br /&gt;       1. Pasal 22C&lt;br /&gt;       2. Pasal 22D&lt;br /&gt;12. BAB VIIB PEMILIHAN UMUM&lt;br /&gt;       1. Pasal 22E&lt;br /&gt;       2. Pasal 23&lt;br /&gt;       3. Pasal 23A&lt;br /&gt;       4. Pasal 23C&lt;br /&gt;13. BAB VIIIA BADAN PEMERIKSA KEUANGAN&lt;br /&gt;       1. Pasal 23E&lt;br /&gt;       2. Pasal 23F&lt;br /&gt;       3. Pasal 23G&lt;br /&gt;14. Pasal 24&lt;br /&gt;15. Pasal 24A&lt;br /&gt;16. Pasal 24B&lt;br /&gt;17. Pasal 24C&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perubahan Keempat UUD 1945&lt;/span&gt;, adalah perubahan keempat pada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, sebagai hasil Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Tahun 2002 tanggal 1-11 Agustus 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan Keempat menyempurnakan dan menambahkan pasal-pasal berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1. Pasal 2&lt;br /&gt; 2. Pasal 6A&lt;br /&gt; 3. Pasal 8&lt;br /&gt; 4. Pasal 11&lt;br /&gt; 5. Pasal 16&lt;br /&gt; 6. BAB IV DEWAN PERTIMBANGAN AGUNG&lt;br /&gt;       1. Pasal 23B&lt;br /&gt;       2. Pasal 23D&lt;br /&gt;       3. Pasal 24&lt;br /&gt; 7. BAB XIII PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN&lt;br /&gt;       1. Pasal 31&lt;br /&gt;       2. Pasal 32&lt;br /&gt; 8. BAB XIV PEREKONOMIAN NASIONAL DAN KESEJAHTERAAN SOSIAL&lt;br /&gt;       1. Pasal 33&lt;br /&gt;       2. Pasal 34&lt;br /&gt; 9. Pasal 37&lt;br /&gt;10. ATURAN PERALIHAN&lt;br /&gt;       1. Pasal I&lt;br /&gt;       2. Pasal II&lt;br /&gt;       3. Pasal III&lt;br /&gt;11. ATURAN TAMBAHAN&lt;br /&gt;       1. Pasal I&lt;br /&gt;       2. Pasal II&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/581459784525408514-1255274355599907482?l=endonesia-raya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/feeds/1255274355599907482/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/12/amandemen-uud-1945.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/1255274355599907482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/1255274355599907482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/12/amandemen-uud-1945.html' title='Amandemen UUD 1945'/><author><name>ENDONESIA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ2dUm9qPsI/AAAAAAAAANk/-ctk94_rG_U/S220/EB.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-581459784525408514.post-8964917391765070167</id><published>2008-12-16T08:29:00.000-08:00</published><updated>2008-12-16T08:46:35.090-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Story'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Undang - Undang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UU'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UUD'/><title type='text'>Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, atau disingkat UUD 1945 atau UUD '45, adalah konstitusi negara Republik Indonesia saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UUD 1945 disahkan sebagai undang-undang dasar negara oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. Sejak tanggal 27 Desember 1949, di Indonesia berlaku Konstitusi RIS, dan sejak tanggal 17 Agustus 1950 di Indonesia berlaku UUDS 1950. Dekrit Presiden 5 Juli 1959 kembali memberlakukan UUD 1945, dengan dikukuhkan secara aklamasi oleh DPR pada tanggal 22 Juli 1959.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kurun waktu tahun 1999-2002, UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen), yang mengubah susunan lembaga-lembaga dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sejarah Awal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) yang dibentuk pada tanggal 29 April 1945, adalah Badan yang menyusun rancangan UUD 1945. Pada masa sidang pertama yang berlangsung dari tanggal 28 Mei sampai dengan tanggal 1 Juni 1945 Ir.Sukarno menyampaikan gagasan tentang "Dasar Negara" yang diberi nama Pancasila. Kemudian BPUPK membentuk Panitia Kecil yang terdiri dari 8 orang untuk menyempurnakan rumusan Dasar Negara. Pada tanggal 22 Juni 1945, 38 anggota BPUPK membentuk Panitia Sembilan yang terdiri dari 9 orang untuk merancang Piagam Jakarta yang akan menjadi naskah Pembukaan UUD 1945. Setelah dihilangkannya anak kalimat "dengan kewajiban menjalankan syariah Islam bagi pemeluk-pemeluknya" maka naskah Piagam Jakarta menjadi naskah Pembukaan UUD 1945 yang disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Pengesahan UUD 1945 dikukuhkan oleh Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang bersidang pada tanggal 29 Agustus 1945. Naskah rancangan UUD 1945 Indonesia disusun pada masa Sidang Kedua Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK). Nama Badan ini tanpa kata "Indonesia" karena hanya diperuntukkan untuk tanah Jawa saja. Di Sumatera ada BPUPK untuk Sumatera. Masa Sidang Kedua tanggal 10-17 Juli 1945. Tanggal 18 Agustus 1945, PPKI mengesahkan UUD 1945 sebagai Undang-Undang Dasar Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Periode berlakunya UUD 1945 18 agustus 1945- 27 desember 1949&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kurun waktu 1945-1950, UUD 1945 tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya karena Indonesia sedang disibukkan dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Maklumat Wakil Presiden Nomor X pada tanggal 16 Oktober 1945 memutuskan bahwa KNIP diserahi kekuasaan legislatif, karena MPR dan DPR belum terbentuk. Tanggal 14 November 1945 dibentuk Kabinet Semi-Presidensiel ("Semi-Parlementer") yang pertama, sehingga peristiwa ini merupakan perubahan sistem pemerintahan agar dianggap lebih demokratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Periode berlakunya Konstitusi RIS 1949 27 desember 1949 - 17 agustus 1950&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa ini sistem pemerintahan indonesia adalah parlementer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Periode UUDS ' 50 17 agustus 1950 - 5 juli 1959&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa ini sistem pemerintahan indonesia adalah parlementer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Periode kembalinya ke UUD 1945 5 juli 1959-1966&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena situasi politik pada Sidang Konstituante 1959 dimana banyak saling tarik ulur kepentingan partai politik sehingga gagal menghasilkan UUD baru, maka pada tanggal 5 Juli 1959, Presiden Sukarno mengeluarkan Dekrit Presiden yang salah satu isinya memberlakukan kembali UUD 1945 sebagai undang-undang dasar, menggantikan Undang-Undang Dasar Sementara 1950 yang berlaku pada waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa ini, terdapat berbagai penyimpangan UUD 1945, diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  * Presiden mengangkat Ketua dan Wakil Ketua MPR/DPR dan MA serta Wakil Ketua DPA menjadi Menteri Negara&lt;br /&gt;  * MPRS menetapkan Soekarno sebagai presiden seumur hidup&lt;br /&gt;  * Pemberontakan Partai Komunis Indonesia melalui Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Periode UUD 1945 masa orde baru 11 maret 1966- 21 mei 1998&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa Orde Baru (1966-1998), Pemerintah menyatakan akan menjalankan UUD 1945 dan Pancasila secara murni dan konsekuen. Namun pelaksanaannya ternyata menyimpang dari Pancasila dan UUD 1945 yang murni,terutama pelanggaran pasal 23 (hutang Konglomerat/private debt dijadikan beban rakyat Indonesia/public debt) dan 33 UUD 1945 yang memberi kekuasaan pada fihak swasta untuk menghancur hutan dan sumberalam kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa Orde Baru, UUD 1945 juga menjadi konstitusi yang sangat "sakral", diantara melalui sejumlah peraturan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  * Ketetapan MPR Nomor I/MPR/1983 yang menyatakan bahwa MPR berketetapan untuk mempertahankan UUD 1945, tidak berkehendak akan melakukan perubahan terhadapnya&lt;br /&gt;  * Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/1983 tentang Referendum yang antara lain menyatakan bahwa bila MPR berkehendak mengubah UUD 1945, terlebih dahulu harus minta pendapat rakyat melalui referendum.&lt;br /&gt;  * Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1985 tentang Referendum, yang merupakan pelaksanaan TAP MPR Nomor IV/MPR/1983.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Periode 21 mei 1998- 19 oktober 1999&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa ini dikenal masa transisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Periode UUD 1945 Amandemen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tuntutan Reformasi 1998 adalah dilakukannya perubahan (amandemen) terhadap UUD 1945. Latar belakang tuntutan perubahan UUD 1945 antara lain karena pada masa Orde Baru, kekuasaan tertinggi di tangan MPR (dan pada kenyataannya bukan di tangan rakyat), kekuasaan yang sangat besar pada Presiden, adanya pasal-pasal yang terlalu "luwes" (sehingga dapat menimbulkan mulitafsir), serta kenyataan rumusan UUD 1945 tentang semangat penyelenggara negara yang belum cukup didukung ketentuan konstitusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan perubahan UUD 1945 waktu itu adalah menyempurnakan aturan dasar seperti tatanan negara, kedaulatan rakyat, HAM, pembagian kekuasaan, eksistensi negara demokrasi dan negara hukum, serta hal-hal lain yang sesuai dengan perkembangan aspirasi dan kebutuhan bangsa. Perubahan UUD 1945 dengan kesepakatan diantaranya tidak mengubah Pembukaan UUD 1945, tetap mempertahankan susunan kenegaraan (staat structuur) kesatuan atau selanjutnya lebih dikenal sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta mempertegas sistem pemerintahan presidensiil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kurun waktu 1999-2002, UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan yang ditetapkan dalam Sidang Umum dan Sidang Tahunan MPR:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  * Sidang Umum MPR 1999, tanggal 14-21 Oktober 1999 → Perubahan Pertama UUD 1945&lt;br /&gt;  * Sidang Tahunan MPR 2000, tanggal 7-18 Agustus 2000 → Perubahan Kedua UUD 1945&lt;br /&gt;  * Sidang Tahunan MPR 2001, tanggal 1-9 November 2001 → Perubahan Ketiga UUD 1945&lt;br /&gt;  * Sidang Tahunan MPR 2002, tanggal 1-11 Agustus 2002 → Perubahan Keempat UUD 1945&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/581459784525408514-8964917391765070167?l=endonesia-raya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/feeds/8964917391765070167/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/12/undang-undang-dasar-republik-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/8964917391765070167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/8964917391765070167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/12/undang-undang-dasar-republik-indonesia.html' title='Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945'/><author><name>ENDONESIA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ2dUm9qPsI/AAAAAAAAANk/-ctk94_rG_U/S220/EB.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-581459784525408514.post-8988102670757803873</id><published>2008-12-13T08:04:00.000-08:00</published><updated>2008-12-13T08:10:14.056-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miss World'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miss Indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biografi'/><title type='text'>Miss Indonesia 2008, Sandra Angelia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:k6g-8IUk-urTlM:http://www.rcti.tv/missindonesia/images/headermissindonesia1.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 140px; height: 79px;" src="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:k6g-8IUk-urTlM:http://www.rcti.tv/missindonesia/images/headermissindonesia1.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn1.google.com/images?q=tbn:_xCVkm2q-C_-BM:http://www.thejakartapost.com/files/images/p24-a-1_41.img_assist_custom.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 93px; height: 124px;" src="http://tbn1.google.com/images?q=tbn:_xCVkm2q-C_-BM:http://www.thejakartapost.com/files/images/p24-a-1_41.img_assist_custom.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:d_XYPirYFpWShM:http://www.deplujunior.org/assets/images/sandra_angelia_may08.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 104px; height: 138px;" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:d_XYPirYFpWShM:http://www.deplujunior.org/assets/images/sandra_angelia_may08.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sandra Angelia (lahir di Surabaya, 11 Mei 1986; umur 22 tahun) adalah Miss Indonesia 2008 yang merupakan wakil dari Provinsi Jawa Timur. Ia akan mewakili Indonesia di ajang Miss World 2008 di Johanesburg Afrika Selatan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putri kedua pasangan pendeta Yusak Hadisiswantoro dan Asti Tanuseputra ini, sejak usia 13 tahun pindah ke Australia gara-gara peristiwa berdarah Mei 1998. Cucu pemilik gereja Bethany, Abraham Alex Tanuseputra ini juga menyelesaikan kuliah S1-nya dari Western University Perth, Australia jurusan Arsitektur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/581459784525408514-8988102670757803873?l=endonesia-raya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/feeds/8988102670757803873/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/12/miss-indonesia-2008-sandra-angelia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/8988102670757803873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/8988102670757803873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/12/miss-indonesia-2008-sandra-angelia.html' title='Miss Indonesia 2008, Sandra Angelia'/><author><name>ENDONESIA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ2dUm9qPsI/AAAAAAAAANk/-ctk94_rG_U/S220/EB.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-581459784525408514.post-4764001657719155874</id><published>2008-12-11T07:47:00.000-08:00</published><updated>2008-12-12T08:06:05.643-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><title type='text'>Bank Indonesia mencabut &amp; menarik 4 pecahan uang kertas dari peredaran</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SUKIpqOwGFI/AAAAAAAAAGs/DVi5WrpTt-Y/s1600-h/uang.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 441px; height: 142px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SUKIpqOwGFI/AAAAAAAAAGs/DVi5WrpTt-Y/s400/uang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278931962523818066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank Indonesia terhitung mulai tanggal 31 Desember 2008, melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 10/33/PBI/2008 secara resmi mencabut dan menarik 4 (empat) pecahan uang kertas dari peredaran. Pecahan uang kertas yang dicabut dan ditarik adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Rp10.000 Tahun Emisi (TE) 1998 (Gambar Muka: Pahlawan Nasional Cut Nyak Dhien),&lt;br /&gt;2. Rp20.000 Tahun Emisi (TE) 1998 (Gambar Muka: Pahlawan Nasional Ki Hajar Dewantara),&lt;br /&gt;3. Rp50.000 Tahun Emisi (TE) 1999 (Gambar Muka: Pahlawan Nasional WR. Soepratman), dan&lt;br /&gt;4. Rp100.000 Tahun Emisi (TE) 1999 (Gambar Muka: Pahlawan Proklamator Dr.Ir.Soekarno dan Dr. H. Mohammad Hatta, berbahan polymer).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bank Indonesia secara rutin melakukan pencabutan dan penarikan uang rupiah. Hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan antara lain masa edar yang cukup lama dan perkembangan teknologi unsur pengaman (security features) pada uang”, demikian disampaikan S. Budi Rochadi, Deputi Gubernur bidang Pengedaran Uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pencabutan dan penarikan uang rupiah dari peredaran maka terhitung mulai tanggal 31 Desember 2008, empat pecahan uang tersebut tidak berlaku lagi sebagai alat pembayaran yang sah (legal tender).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, bagi masyarakat yang masih memegang uang pecahan-pecahan tersebut dapat melakukan penukaran dengan uang rupiah pecahan yang sama atau pecahan lainnya yang masih berlaku di kantor-kantor Bank Indonesia atau bank umum terdekat.  Batas waktu penukaran empat uang pecahan tersebut di bank umum adalah sampai dengan tanggal 30 Desember 2013 atau 5 ( lima ) tahun sejak pencabutan dan penarikan uang tersebut. Sementara itu, batas waktu penukaran di Bank Indonesia adalah sampai dengan tanggal 30 Desember 2018 atau selama 10 (sepuluh) tahun sejak tanggal pencabutan. Hak untuk menuntut penukaran empat pecahan uang rupiah yang dicabut dan ditarik tersebut tidak berlaku lagi setelah 10 (sepuluh) tahun terhitung tanggal 31 Desember 2018.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 26 November 2008&lt;br /&gt;BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filianingsih Hendarta&lt;br /&gt;Kepala Biro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/581459784525408514-4764001657719155874?l=endonesia-raya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/feeds/4764001657719155874/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/12/bank-indonesia-mencabut-menarik-4.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/4764001657719155874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/4764001657719155874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/12/bank-indonesia-mencabut-menarik-4.html' title='Bank Indonesia mencabut &amp; menarik 4 pecahan uang kertas dari peredaran'/><author><name>ENDONESIA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ2dUm9qPsI/AAAAAAAAANk/-ctk94_rG_U/S220/EB.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SUKIpqOwGFI/AAAAAAAAAGs/DVi5WrpTt-Y/s72-c/uang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-581459784525408514.post-4284152800778473327</id><published>2008-12-10T20:45:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T20:49:39.821-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Undang - Undang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peraturan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UU'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pajak'/><title type='text'>PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR PER - 70/PJ/2007</title><content type='html'>PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK&lt;br /&gt;NOMOR PER - 70/PJ/2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TENTANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JENIS JASA LAIN DAN PERKIRAAN PENGHASILAN NETO SEBAGAIMANA DIMAKSUD DALAM&lt;br /&gt;PASAL 23 AYAT (1) HURUF C UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1983 TENTANG PAJAK PENGHASILAN&lt;br /&gt;SEBAGAIMANA TELAH BEBERAPA KALI DIUBAH TERAKHIR DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIREKTUR JENDERAL PAJAK,&lt;br /&gt;Menimbang :&lt;br /&gt;a.bahwa untuk lebih memberikan kepastian hukum dan untuk lebih menyederhanakan pelaksanaan pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 23 sehubungan dengan sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta serta jenis jasa lain, perlu menetapkan jenis jasa yang termasuk dalam pengertian jasa lain dan besarnya perkiraan penghasilan neto atas sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harts dan imbalan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (1) huruf c Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 17 tahun 2000;&lt;br /&gt;b.bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a di atas, perlu menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak tentang Jenis Jasa Lain dan Perkiraan Penghasilan Neto sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (1) huruf c Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 17 tahun 2000;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mengingat :&lt;br /&gt;1.Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49; Tambahan Lembaran Negara Nomor 3262) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2000 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 126; Tambahan Lembaran Negara Nomor 3984);&lt;br /&gt;2.Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 50; Tambahan Lembaran Negara Nomor 3263) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 127; Tambahan Lembaran Negara Nomor 3985);&lt;br /&gt;3.Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1996 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Persewaan Tanah dan atau Bangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1996 Nomor 46; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3636) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2002 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 10; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4174);&lt;br /&gt;4.Peraturan Pemerintah Nomor 138 Tahun 2000 tentang Penghitungan Penghasilan Kena Pajak dan Pelunasan Pajak dalam Tahun Berjalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Tahun 253; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4055);&lt;br /&gt;5.Peraturan Pemerintah Nomor 140 Tahun 2000 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha Jasa Konstruksi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 255; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4057);&lt;br /&gt;MEMUTUSKAN:&lt;br /&gt;Menetapkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG JENIS JASA LAIN DAN PERKIRAAN PENGHASILAN NETO SEBAGAIMANA DIMAKSUD DALAM PASAL 23 AYAT (1) HURUF C UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1983 TENTANG PAJAK PENGHASILAN SEBAGAIMANA TELAH BEBERAPA KALI DIUBAH TERAKHIR DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2000.&lt;br /&gt;Pasal 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1)&lt;br /&gt;Atas penghasilan sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta serta imbalan jasa yang dibayarkan oleh badan pemerintah, Subjek Pajak badan dalam negeri, penyelenggara kegiatan, bentuk usaha tetap, atau perwakilan perusahaan luar negeri lainnya atau oleh orang pribadi yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal Pajak untuk memotong pajak kepada Wajib Pajak dalam negeri atau bentuk usaha tetap dipotong Pajak Penghasilan sebesar 15 (lima belas persen) dari perkiraan penghasilan neto oleh pihak yang wajib membayar.&lt;br /&gt;(2)&lt;br /&gt;Imbalan jasa yang atas pembayarannya dipotong Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah imbalan jasa teknik, jasa manajemen, jasa konstruksi, jasa konsultansi dan jasa-jasa sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini, kecuali jasa yang telah dipotong Pajak Penghasilan Pasal 21.&lt;br /&gt;Pasal 2&lt;br /&gt;Atas penghasilan sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta yang telah dikenakan Pajak Penghasilan yang bersifat final berdasarkan Peraturan Perundang-undangan Perpajakan yang berlaku tidak dipotong Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (1).&lt;br /&gt;Pasal 3&lt;br /&gt;Besarnya Perkiraan Penghasilan Neto atas penghasilan sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini.&lt;br /&gt;Pasal 4&lt;br /&gt;Besarnya Perkiraan Penghasilan Neto atas imbalan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (2) adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran II Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini.&lt;br /&gt;Pasal 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1)&lt;br /&gt;Perkiraan Penghasilan Neto adalah sebesar persentase sebagaimana tercantum dalam lampiran I atau lampiran II kolom (3) dikalikan dengan nilai sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta atau nilai imbalan jasa, tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN).&lt;br /&gt;(2)&lt;br /&gt;Khusus untuk jasa konstruksi dan jasa catering, Perkiraan Penghasilan Neto adalah sebesar persentase sebagaimana tercantum dalam lampiran II kolom (3) dikalikan dengan jumlah nilai imbalan jasa dan nilai pengadaan material/barang, tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN).&lt;br /&gt;Pasal 6&lt;br /&gt;Pada saat mulai berlakunya Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini, maka :&lt;br /&gt;1.Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-178/PJ/2006 tentang Jenis Jasa Lain Dan Perkiraan Penghasilan Neto sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (1) huruf c Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan Sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000;&lt;br /&gt;2.Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-08/PJ.313/1995 tentang Pajak Penghasilan Pasal 23 atas Persewaan Alat Angkutan Darat;&lt;br /&gt;3.Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-10/PJ.3/1998 tentang Perlakuan Perpajakan atas Perusahaan Periklanan;&lt;br /&gt;4.Keputusan Direktur Jenderal Pajak dan Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak serta Surat Penegasan, yang bertentangan dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini;&lt;br /&gt;dinyatakan dicabut dan tidak berlaku.&lt;br /&gt;Pasal 7&lt;br /&gt;Peraturan Direktur Jenderai Pajak ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditetapkan di Jakarta&lt;br /&gt;pada tanggal 9 April 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIREKTUR JENDERAL,&lt;br /&gt;ttd&lt;br /&gt;DARMIN NASUTION&lt;br /&gt;NIP 130605098&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/581459784525408514-4284152800778473327?l=endonesia-raya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/feeds/4284152800778473327/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/12/peraturan-direktur-jenderal-pajak-nomor.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/4284152800778473327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/4284152800778473327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/12/peraturan-direktur-jenderal-pajak-nomor.html' title='PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR PER - 70/PJ/2007'/><author><name>ENDONESIA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ2dUm9qPsI/AAAAAAAAANk/-ctk94_rG_U/S220/EB.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-581459784525408514.post-2079302407044076775</id><published>2008-12-01T02:49:00.000-08:00</published><updated>2008-12-01T02:51:43.699-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>PUISI DARI RAKYAT OLEH RAKYAT DAN UNTUK PEMIMPIN RAKYAT</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Purwaning Baskoro&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami adalah rakyat&lt;br /&gt;Kami berjuang dan berkorban untuk kedaulatan&lt;br /&gt;Dan untuk mengharapkan kemakmuran&lt;br /&gt;Kami adalah rakyat&lt;br /&gt;Dalam hati kami tidak pernah tersirat&lt;br /&gt;Untuk memiliki pemimpin yang berjiwa penjahat dan berjiwa bejat&lt;br /&gt;Kami adalah rakyat&lt;br /&gt;Yang selalu setia pada rakyat&lt;br /&gt;Darah yang telah tumpah dikorbankan&lt;br /&gt;Adalah bukti kesetian dan perjuangan&lt;br /&gt;Untuk kemerdekaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/581459784525408514-2079302407044076775?l=endonesia-raya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/feeds/2079302407044076775/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/12/puisi-dari-rakyat-oleh-rakyat-dan-untuk.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/2079302407044076775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/2079302407044076775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/12/puisi-dari-rakyat-oleh-rakyat-dan-untuk.html' title='PUISI DARI RAKYAT OLEH RAKYAT DAN UNTUK PEMIMPIN RAKYAT'/><author><name>ENDONESIA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ2dUm9qPsI/AAAAAAAAANk/-ctk94_rG_U/S220/EB.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-581459784525408514.post-171101241666344812</id><published>2008-12-01T02:44:00.000-08:00</published><updated>2008-12-01T02:48:50.191-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>PEMIMPIN UNTUK RAKYAT</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Oleh: Purwaning Baskoro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara Kesatuan Republik Indonesia, merupakan negara yang berdaulat . Apabila kita mundur sedikit untuk mengingat sejarah dalam meraih kedaulatan negeri dan bangsa ini, maka terlihat bahwasanya sebagian besar darah yang tertumpah di bumi nusantara ini dan yang berkorban jiwa dan raganya untuk negeri ini adalah rakyat kecil. Yang mati tebunuh dan yang dibunuh adalah rakyat kecil, yang tersiksa dan yang disiksa adalah rakyat kecil, dan yang tertindas maupun yang ditindas sebagian besar adalah rakyat kecil. Namun dari semua itu, yang berjuang, bertempur, mempertahankan, melindungi dan berdoa demi tetap berdirinya sang saka merah putih dan kedaulatan negeri ini, sebagian besar adalah RAKYAT KECIL.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Demi melindungi keselamatan hidup seorang atau sekelompok pejuang (TKR/BKR) yang bersembunyi di tempat persembunyian dari kejaran tentara penjajah, mereka berani mengucapkan, ”disini tidak tidak ada pejuang tuan”, atau, ”saya tidak tahu tuan”, walaupun mereka tahu. Dan untuk semua itu risiko yang mereka tanggung adalah mencicipi pukulan laras senapan dan tendangan sepatu para tentara penjajah, dan yang fatal adalah mereka rela dan ikhlas menerima timah panas yang keluar dari senapan penjajah dan bersarang di jantung atau dikepala mereka demi keselamatan dan kelangsungan para pejuang untuk berjuang. Bahkan bukan jiwa dan raganya saja, namun mereka berinisiatif mengumpulkan seluruh hartanya demi untuk membeli sebuah pesawat terbang untuk membantu perjuangan bangsa ini. Lengkaplah sesungguhnya perjuangan dan pengorbanan rakyat kecil ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, marilah kita sebagai bangsa yang besar untuk tidak melupakan sejarah. Bahwasanya tanpa ada pengorbanan yang sangat besar dari rakyat kecil, negeri ini tidak akan ada artinya, tidak akan ada kebanggan dan semangat juang yang muncul demi membela negeri ini sampai saat ini. Negeri ini berbeda dari negeri – negeri lainnya, tanah air ini beraroma perjuangan rakyat kecil, nusantara ini bagaikan diselimuti oleh arwah – arwah para pejuang dan rakyat kecil. Oleh karena itu pula, kita sebagai generasi muda penerus bangsa yang akan ataupun sedang berjuang dalam melanjutkan perjuangan ini, hendaknya tetap ingat dan selalu ingat akan penderitaan rakyat kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diharapkan bangsa ini memiliki pemimpin yang berjiwa merakyat. Merakyat dalam hal ini bukan suka berkumpul dengan masyarakat kecil, meresmikan sesuatu dengan masyarakat, atau berdialog dan bersalaman dengan masyarakat di pasar atau pun di jalanan. Namun jiwa merakyat adalah jiwa yang mengerti akan kesusahan rakyat, mengerti akan kesengsaraan rakyat dan mengerti akan kebutuhan rakyat, dan bahkan kalau bisa dia juga pernah merasakannya pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berbicara mengenai pemimpin pada saat ini, seorang pemimpin harus benar – benar dapat membagi rakyat dalam beberapa kelompok agar dapat bertindak lebih adil, bijaksana dan demokratis. Kelompok yang dimaksud ini adalah pertama adalah kelompok rakyat yang berdaya beli tinggi ke atas, kedua kelompok rakyat yang berdaya beli menengah dan yang ke tiga kelompok rakyat yang memiliki daya beli kecil kebawah atau bahkan tidak mempunyai daya beli. Dari sini seorang pemimpin dapat melihat kelompok mana yang hanya sekedar dibantu, kelompok mana yang perlu dibantu dan kelompok mana yang memang harus benar – benar dibantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jangan sampai lagi terulang dalam pemerintahan yang akan datang mengeluarkan kebijakan subsidi untuk terigu yang mana merupakan bahan baku untuk roti. Sebagian besar yang mengkonsumsi roti merupakan kelompok masyarakat yang memiliki daya beli menengah keatas. Selain itu dalam hal bahan bakar, dalam menentukan harga bahan bakar hendaknya untuk saat ini jangan berdasarkan sistem pasar. Sebab, kalau semua ini dilakukan yang terasa sekali merasakan ketidak adilan ini adalah rakyat kecil dalam hal ini producen kecil yang dalam proses produksinya ini memerlukan bahan bakar, baik itu bensin, solar atau pun minyak tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang pada kenyataanya dari pemerintahan sebelumnya hingga saat ini, masyarakat kecil selalu ditindas. Sekolah umum yang sudah lama berdiri, demi kepentingan pengusaha untuk membangun pusat perbelanjaan harus digusur, demi nama baik seorang pengusaha seorang buruh yang protes akan kebijakannya harus dibunuh dengan menggunakan tangan oknum TNI, mahasiswa yang demonstrasi mengkritik kebijakan perintah harus diculik dan bahkan sampai saat ini ada yang belum kembali, dan penanganan TKI/TKW yang tersiksa dan yang disiksa bahkan dibunuh diluar negeri juga tidak serius menanganinya, bahkan rakyat Aceh yang telah menyumbangkan hartanya untuk membeli pesawat terbang harus dijadikan wilayah DOM. Padalah jika kita pikir, seorang pemimpin tidak akan memimpin kalau tidak ada dukungan dari rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengorbanan rakyat kecil sudah sangat banyak untuk kelangsungan hidup bangsa ini. Tapi yang sangat disayangkan rakyat kecillah yang selalu dipersalahkan. Rakyat kecillah yang selalu ditindas dan dikorbankan. Perhatian dan keseriusan dalam menangani masalah rakyat kecil sangatlah tidak sebanding dengan darah yang telah dikorbankan untuk menciptakan kedaulatan bangsa ini. Rakyat kecil saat ini masih sangat butuh perhatian, bimbingan serta bantuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara tanpa ada pemerintahan, bukanlah suatu negara, namun pemeritahan bila tidak didukung oleh rakyat juga tidak akan tercipta dan berjalan. Jadi diharapkan, presiden dan wakil presiden nanti memiliki jiwa kerakyatan, kesederhanaan, jujur, tegas, disiplin, inovatif kreatif dan berani mengambil keputusan serta berani mempertanggung jawabkannya demi kesejahteraan seluruh rakyat dan tetap memikirkan serta memperjuangkan kesejahteraan rakyat kecil. (PB)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/581459784525408514-171101241666344812?l=endonesia-raya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/feeds/171101241666344812/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/12/pemimpin-untuk-rakyat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/171101241666344812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/171101241666344812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/12/pemimpin-untuk-rakyat.html' title='PEMIMPIN UNTUK RAKYAT'/><author><name>ENDONESIA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ2dUm9qPsI/AAAAAAAAANk/-ctk94_rG_U/S220/EB.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-581459784525408514.post-5111544518625162687</id><published>2008-11-21T08:13:00.000-08:00</published><updated>2008-11-21T08:21:00.658-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Presiden RI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Story'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pahlawan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biografi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suharto'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Bografi H. Muhammad Soeharto (Sukses Pangan, KB dan Perumnas)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;DPTHNEWS 08: Barangkali lebih obyektif menunjukkan keberhasilan pemerintahan Pak Harto dengan angka-angka. Pertumbuhan ekonomi rata-rata 6,8 persen setahun, bahkan 8,1 persen tahun 1995. Sektor industri tumbuh rata-rata 12 persen setahun, peranan industri dalam produksi nasional menukik dari 9,2 persen tahun 1969 menjadi 21,3 persen tahun 1991. Dan pendapatan per kapita meningkat tajam dari hanya 70 menjadi 800 dolar AS per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika bicara hasil pembangunan, tentu sangat panjang bila diuraikan satu per satu. Secara kasat mata, bandingkan saja kondisi ibukota Jakarta pada tahun 1966 dengan kondisi Jakarta 1998 sampai saat ini. Dulu Jakarta masih berupa Kampung Besar, tahun 1998 sudah menjadi Megapolitan, lengkap dengan berbagai prasarana dan sarananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan juga dengan kondisi desa-desa di berbagai sudut Nusantara, yang sebelumnya tidak mengenal jalan aspal dan listrik serta telepon, pada tahun 1998, hampir seluruh desa sudah bisa ditempuh dengan kendaraan bermotor dan telah berpenerangan listrik bahkan telah dijangkau telepon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula sekolah-sekolah Inpres berdiri hingga ke pelosok desa. Sampai-sampai belakangan ada beberapa Sekolah dasar yang kekurangan murid, selain karena banyaknya SD Inpres yang dibangun juga karena keberhasilan program Keluarga Berencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kesehatan masyarakat hingga ke pelosok desa juga ditingkatkan. Puskesmas dibangun, sekurangnya di setiap kecamatan, bahkan di sebagian desa. Pos Pelayanan Terpadu yang terkenal dengan Posyandu, digalakkan, sehingga berbagai jenis penyakit, terutama penyakit menular, dapat dicegah sedini mungkin. Indonesia pun dinyatakan bebas polio. Belakangan penyakit ini malah muncul di Indonesia, bahkan busung lapar pun terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesuksesan pembangunan selama pemerintahan Pak Harto,Terlalu banyak untuk diuraikan. Namun sebagai gambaran pokok, berikut ini diuraikan sukses tiga program pokok, yang semuanya menyentuh hajat hidup orang banyak, bukan proyek mercusuar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Swasembada Pangan&lt;br /&gt;Kecukupan pangan, tempat tinggal yang nyaman dan jumlah keluarga yang terencana merupakan faktor penting untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Ketiga hal ini menjadi fokus perhatian Pak Harto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bangsa agraris yang mayoritas masyarakatnya hidup dan bekerja di bidang pertanian, maka pembangunan di sektor ini mendapat perhatian utama. Itulah yang dipikirkan dan kemudian dilakukan Pak Harto ketika mulai memimpin bangsa ini tahun 1967.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerja keras dalam bidang pertanian sejak Pelita I (1969), membuat Indonesia mampu meningkatkan hasil pertanian dan memperbaiki kehidupan petani. Hasilnya, tahun 1984, Indonesia berhasil mencapai swasembada beras yang merupakan kebutuhan pokok penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan ini mempunyai nilai yang spektakuler, karena mengubah Indonesia dari pengimpor beras terbesar di dunia menjadi swasembada. Sukses ini mengantar Pak Harto diundang berpidato di depan Konferensi ke-23 FAO (Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia), di Roma, Italia, 14 November 1985.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan itu, Pak Harto menyerahkan bantuan 1.000.000 ton gabah— sumbangan dari para petani Indonesia—untuk disampaikan kepada rakyat di negara-negara Afrika yang menderita kelaparan. “Jika pembangunan di bidang pangan ini dinilai berhasil maka itu merupakan ‘kerja raksasa’ dari seluruh bangsa Indonesia,” kata Presiden Soeharto di dalam pidatonya di depan wakil-wakil dari 165 negara anggota FAO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerja keras para petani ini berhasil meningkatkan produksi beras, yang tahun 1969 hanya sebesar 12, 2 juta ton menjadi lebih dari 25,8 juta ton pada tahun 1984. Kepada peserta konferensi Pak Harto juga memperkenalkan seorang petani andalan asal Tajur, Bogor yang ikut dalam rombongannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan penting Pak Harto yang ditujukan kepada negara-negara maju anggota FAO bahwa selain bantuan pangan, yang paling penting adalah kelancaran ekspor komoditi pertanian dari negara-negara yang sedang membangun ke negara-negara industri maju. Ekspor pertanian bukan semata-mata untuk meningkatkan devisa, tetapi lebih dari itu, untuk memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan pendapatan petani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas keberhasilan swasembada pangan ini, Dirjen FAO Dr Edouard Saouma dalam kunjungannya ke Jakarta, Juli 1986, menyerahkan penghargaan medali emas FAO. Medali itu menampilkan gambar timbul Pak Harto dengan tulisan:President Soeharto – Indonesia, dan di sisi lainnya bergambar seorang petani yang sedang menanam padi dengan tulisan “From Rice Importer to Self-Sufficiency.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Keluarga Berencana&lt;br /&gt;Menurut Pak Harto kenaikan produksi pangan yang besar tidak akan banyak artinya jika pertambahan jumlah penduduk tidak terkendali. Karena itu pelaksanaan program keluarga berencana merupakan yang sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program KB dikoordinasikan oleh BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) yang dibentuk tahun 1970. Program ini semula memang ditentang secara luas, namun belakangan mendapat dukungan dari para pemuka agama. KB bukan lagi sebuah program yang ditekankan oleh pemerintah, tetapi menjadi popular di kalangan keluarga dan dilaksanakan atas kesadaran sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kelancaran program KB tingkat nasional, pada tahun anggaran 1970/1971, Pemerintah Indonesia mulai memberi bantuan sebesar 1,3 juta dolar, dan 3 juta dolar AS dari para donatur asing. Bantuan terus meningkat dari tahun ke tahun, menjadi 34,3 juta dolar AS tahun 1977/1978.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi yang diterapkan dalam Program Kependudukan dan Keluarga Berencana adalah tercapainya jumlah penduduk yang serasi dengan laju pembangunan. Peserta KB secara kumulatif meningkat dari sekitar 1,7 juta orang pada akhir Repelita I menjadi sekitar 21,5 juta orang pada akhir Repelita V, atau naik 12,6 kali lipat. Program KB telah berhasil menekan laju pertambahan penduduk secara nyata serta meningkatkan kesejahteraan penduduk Indoneia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prestasi yang dicapai dalam program kependudukan dan keluarga berencana ini mengundang rasa kagum UNICEF. Lembaga PBB yang menangani masalah anak dan pendidikan ini seperti dinyatakan Direktur Eksekutifnya, James P.Grant, memuji Indonesia karena berhasil menekan tingkat kematian bayi dan telah melakukan berbagai upaya lainnya untuk menyejahterakan kehidupan anak-anak di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data yang ada menyebutkan, pada Pelita III tingkat kematian bayi di Indonesia masih mencapai 100/1000 kelahiran. Namun kemudian menurun menjadi 70/1000 kelahiran pada Pelita IV dan pada tahun 1990-an bisa ditekan menjadi 50/1000 kelahiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian Pak Harto terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat dilakukan secara terus menerus. Ia bahkan langsung turun ke lapangan. Pak Harto dan Ibu Tien (Alm) bahkan meminumkan sendiri cairan vaksin polio kepada bayi dan anak-anak Balita untuk menggalakkan program imunisasi polio di seluruh tanah air, sehingga Indonesia bebas polio, kala itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Harto dan jajaran BKKBN yang dipimpin Haryono Suyono, telah berhasil mengubah persepsi: “Banyak anak banyak rezeki” menjadi: “Keluarga kecil bahagia.” Pandangan hidup ini, menjadi mendarah daging pada mayoritas masyarakat, baik bagi yang sudah maupun belum menikah.&lt;br /&gt;Atas keberhasilan pelaksanaan program Kependudukan dan KB, Pak Harto memperoleh Penghargaan Tertinggi PBB di Bidang Kependudukan atau UN Population Award. Penghargaan ini disampaikan langsung oleh Sekjen PBB Javier de Cuellar di markas besar PBB di New York. Penghargaan tersebut diserahkan bertepatan dengan hari ulang tahun Pak Harto ke 68, tanggal 8 Juni 1989. Pak Harto menempati urutan teratas dari 24 calon yang masuk nominasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Rumah Untuk Keluarga&lt;br /&gt;Pembangunan perumahan sangat penting bagi kehidupan rakyat, karena bukan sekedar tempat tinggal, tetapi juga tempat pembentukan watak dan jiwa melalui kehidupan keluarga.&lt;br /&gt;Untuk memantapkan program pembangunan perumahan, maka pemerintahan Pak Harto membentuk Badan Kebijaksanaan Perumahan Nasional (BKPN), Mei 1972. Sebagai pelaksana, dibentuk Perum Pembangunan Rumah Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Pelita II mulai diperkenalkan sistem pembiayaan pembelian rumah melalui fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Tanggal 10 Desember 1976, untuk pertama kalinya Bank Tabungan Nasional (BTN), merealisasikan KPR yang dibangun pengembang swasta bagi 17 orang debitur yang membeli rumah di Semarang dan Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian di tahun yang sama, Perum Perumnas menyelesaikan pembangunan rumah sederhana (RS) di Depok (Jawa Barat) dan di Klender, Jakarta Timur.&lt;br /&gt;Program ini dilanjutkan dengan penjualan rumah atas dukungan KPR-BTN kepada pegawai negeri, ABRI, karyawan BUMN dan perusahaan swasta serta mereka yang terkena proyek pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah ini diikuti pembangunan rumah murah (RS dan RSS) di propinsi-propinsi lain. Jumlah rumah yang dibangun mencapai 53.354 unit, sebanyak 50.672 unit dibangun oleh Perum Perumnas. Sedangkan sisanya, 2.682 unit dibangun oleh pengembang swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Pelita III pembangunan perumahan yang terjangkau masyarakat berpenghasilan rendah terus ditingkatkan. Di bidang perumahan kota dilakukan peningkatan program perbaikan lingkungan perumahan kota. Program ini mencakup 200 kota kecil, sedang dan besar. Pembangunan rumah sederhana yang ditargetkan 150.000 unit dapat dilampaui. Sebanyak 80.536 unit dibangun oleh Perumnas, dan sisanya 216.158 unit dibangun oleh pengembang swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bidang perumahan desa diadakan proyek perintis pemugaran perumahan desa (P3D). Proyek yang ditangani Departemen Pekerjaan Umum ini menjangkau 6.000 desa. Bersamaan dengan itu dikembangkan pula program peningkatan swadaya masyarakat dalam perumahan lingkungan (PSMPL) yang ditangani Departemen Sosial serta program perbaikan perumahan dan lingkungan desa (PPLD) oleh Departemen Dalam Negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara kuantitatif dan kualitatif, pembangunan perumahan terus meningkat dari waktu ke waktu. Pada Pelita IV secara kualitatif ditingkatkan pengembangan program perumahan dan pemukiman di daerah perkotaan. Meliputi perintisan perbaikan lingkungan perumahan kota di 400 lokasi kota. Perintisan peremajaan kota di beberapa kota besar dan pengembangan kota serta pusat-pusat pertumbuhan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara kuantitatif, pada periode ini dapat dibangun 288.438 unit rumah sederhana dari 300.000 unit yang ditargetkan. Dari jumlah itu sebanyak 217.643 unit dipasok pengembang swasta anggota REI (Real Estat Indonesia) dan 70.795 dibangun oleh Perumnas. Sedangkan di bidang perumahan desa, lokasi P3D ditingkatkan menjadi 10.000 desa. Selain itu ditingkatkan pula keterpaduan penanganan perumahan desa melalui pemugaran perumahan dan lingkungan desa terpadu (P2LDT).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Harto, di bidang pembangunan perumahan rakyat memberdayakan BKPN yang diketuai Menteri Negara Perumahan Rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Pelita V, pemerintah mengikutsertakan koperasi di dalam pembangunan perumahan yang berjumlah 375.832 unit. Di sini REI membangun sebanyak 271.056 unit, Perumnas 85.280 unit dan Koperasi 19.496 unit. Masih ada pembangunan perumahan yang dilakukan melalui instansi lain, seperti Departemen Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan. Sejak Pelita I sampai Pelita V melalui program transmigrasi telah dibangun 834. 977 unit rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pembangunan perumahan bagi masyarakat suku terasing yang tersebar di 20 propinsi mencapai 31.896 unit.&lt;br /&gt;Sejak Pelita V diperkenalkan peremajaan pemukiman kota yang dipadukan dengan perintisan pembangunan rumah sewa dan rumah milik dalam bentuk rumah susun sederhana. Sampai Pak Harto mengundurkan diri, 21 Mei 1998, selama Pelita VII, pemerintah menargetkan untuk membangun sejuta rumah. ►mti/sp-sh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***Majalah Tokoh Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/581459784525408514-5111544518625162687?l=endonesia-raya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/feeds/5111544518625162687/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/bografi-h-muhammad-soeharto-sukses.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/5111544518625162687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/5111544518625162687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/bografi-h-muhammad-soeharto-sukses.html' title='Bografi H. Muhammad Soeharto (Sukses Pangan, KB dan Perumnas)'/><author><name>ENDONESIA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ2dUm9qPsI/AAAAAAAAANk/-ctk94_rG_U/S220/EB.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-581459784525408514.post-1265819194067889638</id><published>2008-11-21T07:47:00.000-08:00</published><updated>2008-11-21T07:52:55.080-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Presiden RI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Story'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pahlawan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biografi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suharto'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='G30SPKI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Bografi H. Muhammad Soeharto (Perwira Handal Ahli Strategi)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mantan Presiden Soeharto sudah melewati usia 85 tahun. Senyumnya masih mengembang pada wajahnya yang mulai tampak keriput. Kejaksaan Agung sudah menghentikan penuntutan atas perkaranya. Pak Harto termasuk di antara tokoh pejuang TNI yang menerima anugerah Bintang Sakti Maha Wira Ibu Pertiwi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muncul di depan publik pada acara akad nikah cucunya—Dany&lt;br /&gt;Rukmana dan artis Lulu Tobing—akhir bulan lalu, Pak Harto&lt;br /&gt;yang pernah memerintah negeri ini 32 tahun, tampak segar&lt;br /&gt;dan sehat. Namun sang jenderal besar yang murah senyum ini tak lagi mampu berkomunikasi dengan baik lantaran kerusakan jaringan syaraf otak akibat stroke yang dideritanya sejak lima tahun lalu. Hari itu, Pak Harto mengenakan pakaian adat Jawa, bertindak sebagai saksi pernikahan putra pasangan Hj. Siti Hardiyanti dan H. Indra Rukamana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jenderal Besar TNI Soeharto, berada di urutan kedua setelah mendiang Panglima Besar Soedirman dalam urutan 61 penerima anugerah Bintang Sakti Maha Wira Ibu Pertiwi. Pilihan itu jatuh ke Pak Harto karena dinilai sebagai Perwira Handal Ahli Strategi. Penerima anugerah Bintang Sakti lainnya, termasuk Jenderal Besar TNI Abdul Haris Nasution (alm), Laksamana Muda (Anumerta) Josaphat Sudarso, Laksamana TNI (Laut) R. Subiyakto dan Laksamana TNI (Udara) Suryadi Suryadarma. Pada peringatan ulang tahun TNI ke 61, tanggal 5 Oktober 2006, TNI menerbitkan buku Bintang Sakti Mahawira Ibu Pertiwi yang memuat 61 penerima anugerah tersebut, dan riwayat singkat kejuangan mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto, dalam kata sambutannya, menilai penulisan buku tersebut sebagai refleksi historis pengabdian para pejuang agar dapat dijadikan referensi otentik dan sumber inspirasi bagi generasi penerus TNI. Dengan demikian dapat diperoleh gambaran tentang dinamika kiprah pengabdian para pejuang bangsa, khususnya para penerima Bintang Sakti yang berperan dalam perjuangan membela, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menurut Panglima TNI, dengan memahami sejarah perjuangan para penerima Bintang Sakti, generasi penerus bangsa diharapkan mampu memetik hikmah nilai-nilai kepejuangan dan ketokohan para pendahulu TNI. Mereka yang bertugas di daerah operasi, tulis Djoko, telah menunjukkan tekad yang kuat, semangat pantang menyerah, kerelaan berkorban dan pengabdian tulus ikhlas yang dilakukan dengan penuh dedikasi dan tanpa pamrih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Dalam situasi keterbatasan yang dimiliki TNI pada saat itu, para tokoh pejuang TNI telah menanamkan dasar-dasar yang kuat dalam membentuk jati diri TNI. Nilai-nilai semangat pengabdian dan profesionalitas yang perlu diwariskan bagi generasi penerus untuk diaktualisasikan dalam pengabdian sesuai dengan tantangan tugas yang dihadapi,” tulis Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bintang Sakti berupa piagam tanda kehormatan yang diberikan oleh Presiden Republik Indonesia. Para penerima anugerah Bintang Sakti, berdasarkan kriteria sebagai berikut; (1) Anggota TNI yang menunjukkan keberanian dan ketebalan tekad melampaui dan melebihi panggilan kewajiban dalam melaksanakan tugas militer disertai kesabaran serta keikhlasan mengorbankan jiwa di dalam maupun di luar pertempuran tanpa merugikan tugas pokok.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;(2) Warga Negara Republik Indonesia, bukan anggota TNI, yang menjalankan tugas kemiliteran. (3) Bisa dianugerahkan secara anumerta kepada anggota TNI dan bukan anggota TNI yang gugur atau meninggal dunia sebagai akibat langsung di dalam maupun di luar pertempuran. (4) Bintang Sakti dapat dianugerahkan untuk kedua kali, ketiga kali, dan seterusnya kepada anggota TNI dan WNI bukan anggota TNI, setiap kali dia memenuhi syarat sebagaimana ditentukan dalam UU Negara RI No 65 Tahun 1958. Ketentuan anugerah ulangan ini bahwa tindakan atau tugas yang diberikan anugerah tersebut tidak ada hubungannya, sangkut pautnya, ataupun merupakan kelanjutan dari tindakan-tindakan atau tugasnya untuk mana telah diberikan suatu anugerah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Perwira Handal Ahli Strategi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jenderal Besar Soeharto yang lahir di desa Kemusuk, 6 Juni 2001, menjabat Presiden Republik Indonesia kedua selama 32 tahun. Pembawaannya tenang, tutur katanya terukur dan selalu bertindak sesuai aturan, Pak Harto dijuluki the smiling general (jenderal yang murah senyum). Dia sosok pria Jawa yang kalem dan berpenampilan sederhana. Namun di balik itu semua, Pak Harto berhasil mengemban dengan baik berbagai pertempuran sengit dan tanggung jawab militer yang berat dan keras.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Rasa cinta dan ingin menyaksikan bagian lain dari tanah air adalah salah satu motivasi yang menggugah Soeharto untuk mendaftarkan diri menjadi prajurit Koninklijk Nederlans Indische Leger (KNIL). Atas penampilan fisik yang sehat dan tegap yang disertai kecerdasan otak, Soeharto belia, sejak 1 Juni 1940 diterima sebagai siswa militer di Gombong, Jawa Tengah. Enam bulan setelah menjalani latihan dasar, dia tamat sekolah militer sebagai lulusan terbaik dan mendapat pangkat Kopral di usia 19 tahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pos penempatan pertama Kopral Soeharto adalah Batalyon XIII, Rampal Malang. Kemudian Soeharto masuk sekolah lanjutan Bintara, juga berada di Gombong. Karena sikap keprajuritan dan disiplinnya yang tinggi dalam waktu yang relatif singkat dia mendapat kenaikan pangkat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pasukan Inggris mendarat di Jakarta, 29 September 1949, atau empat tahun setelah Indonesia merdeka, untuk mengemban amanah kapitulasi Jepang. Kemudian mendarat di Semarang, Surabaya dan Bandung. Pasukan Inggris di bawah komando Brigadier Jenderal Bethel bergerak dari Semarang menuju Ambarawa dan Magelang untuk menjem-put sekutunya, yaitu interniran Belanda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ternyata pasukan Inggris bersikap kurang ramah, memicu amarah rakyat dan berujung insiden bersenjata. Mereka menguasai obyek-obyek penting di Kota Magelang. Ketika pecah pertempuran Ambarawa, Letkol Soeharto memimpin Batalyon X. Bersama pasukan-pasukan lain, pasukan Soeharto bertempur melawan pasukan Sekutu di Ambarawa. Untuk merebut kembali obyek-obyek vital di dalam kota, pasukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) didatangkan dari Banyumas, Salatiga, Surakarta dan Yogyakarta. Pasukan Inggris di Magelang dan Ambarawa, terkepung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Empat kompi pasukan Soeharto berhasil menduduki Banyubiru. Pasukan Sekutu dipukul mundur dari Ambarawa. Sejak peristiwa itu, Soeharto mulai dikenal sebagai perwira yang cakap di lapangan dan mendapat perhatian dari Panglima Besar Soedirman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Belanda kembali melancarkan agresi militer kedua, Februari 1949. Yogyakarta berhasil dikuasai. Letkol Soeharto dan pasukannya mengadakan konsolidasi di luar Yogya. Sepuluh hari setelah peristiwa tersebut, Soeharto dan pasukannya menyiapkan serangan balasan ke pos-pos pasukan Belanda di luar Yogya. Soeharto menyusun siasat secara seksama sebelum melakukan serangan umum ke Kota Yogya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menjelang fajar menyingsing 1 Maret 1949, pasukan Letkol Soeharto mulai bergerilya masuk kota Yogya. Serangan berjalan gencar dan lancar sehingga kota Yogya dapat diduduki selama enam jam. Kota Yogya berhasil direbut kembali, dan pasukan TNI merebut berton-ton amunisi dari pasukan Belanda. Namun ketika pasukan Belanda kembali dengan mesin perang dan amunisi lengkap, Letkol Soeharto segera memerintahkan pasukannya mundur kembali ke pangkalan masing-masing di luar kota Yogya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Serangan umum tersebut, lebih dikenal dengan Serangan Umum 1 Maret 1949, sebetulnya serangan yang bersifat politis untuk mendukung perjuangan diplomasi RI di PBB. Dan secara psikologis mengobarkan semangat juang rakyat untuk mendukung TNI; memulihkan, memupuk dan meningkatkan kepercayaan rakyat terhadap TNI, karena TNI masih setia pada tugasnya menumpas musuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Peran penting lainnya yang pernah diemban Brigjen Soeharto ketika dia ditunjuk sebagai Panglima Mandala untuk membebaskan Irian Barat dari cengkraman penjajah Belanda. Soeharto berhasil. Irian Barat kembali ke pangkauan Ibu Pertiwi, 1 Mei 1963.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tugas fenomenal selanjutnya yang berhasil diemban oleh Jenderal Soeharto adalah menumpas Gerakan PKI 30 September 1965. Saat itu, Soeharto dihadapkan pada situasi genting. G.30.S/PKI, dinihari 1 Oktober, menculik enam perwira senior TNI-AD untuk melicinkan jalan kudeta mereka melawan pemerintahan Presiden Soekarno.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kolonel Latief yang memimpin operasi penculikan, membuang jenazah enam jenderal dan seorang kapten ke sebuah sumur tua di tengah kebun karet terlantar Lubang Buaya, Jakarta Timur, di mana para sukarelawan Pemuda Rakyat dan Gerwani, Ormas underbow PKI, sedang melakukan latihan tempur. Sementara itu pimpinan kudeta, Letkol Untung, pagi hari 1 Oktober 1965, berhasil menguasai stasiun pusat RRI untuk mengumumkan pembentukan kekuasaan Dewan Revolusi Indonesia Pusat yang disertai Dewan-Dewan Revolusi Daerah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pangkostrad Mayjen Soeharto memimpin operasi penumpasan G.30.S/PKI. Para pemimpin G.30.S/PKI pun ditangkap. Situasi Jakarta dan seluruh tanah air berhasil dipulihkan. Tanggal 11 Maret 1966, Jenderal Soeharto mengemban surat perintah 11 Maret dari Presiden Soekarno untuk membubarkan PKI, dan memulihkan stabilitas keamanan nasional dan kondisi politik Indonesia. Bung Karno melantiknya sebagai Menteri Utama Bidang Hankam dalam kabinet 100 menteri (Ampera), Juli 1966. Para demonstran siswa dan mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat menuntut Bung Karno turun dan kabinet 100 menteri dibubarkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di luar karir militernya, Soeharto dikukuhkan oleh MPRS menjadi Presiden RI menggantikan Bung Karno, Maret 1967. Putra dari pasangan Kertosudiro dan Sukirah ini, sejak itu menjadi pemimpin sipil sampai mengundurkan diri tanggal 21 Mei 1998. Di bawah pemerintahan Presiden Soeharto, Indonesia mengalami banyak kemajuan. Pembangunan di berbagai bidang kehidupan mengalami kemajuan pesat sampai munculnya krisis moneter yang menimpa sejumlah negara Asia, termasuk Indonesia, Thailand dan Malaysia, pertengahan tahun 1997. Krisis moneter tersebut memicu lahirnya krisis politik dan keamanan yang berujung pada pengunduran diri Pak Harto.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di bidang kemiliteran, sosok Soeharto telah memimpin berbagai pertempuran dengan penuh keberanian. Pengorbanan, kegigihan dan pengabdiannya kepada negara dan bangsa, menjadikannya salah satu putra terbaik bangsa yang layak mendapat anugerah kehormatan Jenderal Besar TNI dan Bintang Sakti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Beberapa bulan lalu (11/5-2006), Andi Samsan Nganro, hakim tunggal pra-peradilan sekaligus Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, membatalkan SKP3 dari Kejaksaan, membuka kembali perkara Pak Harto. Namun sesuai dengan fatwa Mahkamah Agung, perkara Pak Harto hanya bisa dibuka kembali bilamana jaksa mampu menghadirkan terdakwa di sidang pengadilan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pihak Kejaksaan sendiri sudah memutuskan untuk menghentikan penuntutan terhadap perkara Pak Harto. Sedangkan tim dokter, baik pribadi maupun negara, sudah memberi rekomendasi medis bahwa kerusakan otak Pak Harto permanen, tidak bisa disembuhkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menjalani hari-hari senjanya, Pak Harto lebih mendekatkan diri pada Allah SWT, beribadah, berdoa, berzikir dan beramal untuk sesama manusia. ►mti/sh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/581459784525408514-1265819194067889638?l=endonesia-raya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/feeds/1265819194067889638/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/bografi-h-muhammad-soeharto-perwira.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/1265819194067889638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/1265819194067889638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/bografi-h-muhammad-soeharto-perwira.html' title='Bografi H. Muhammad Soeharto (Perwira Handal Ahli Strategi)'/><author><name>ENDONESIA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ2dUm9qPsI/AAAAAAAAANk/-ctk94_rG_U/S220/EB.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-581459784525408514.post-8723369269825088312</id><published>2008-11-21T07:15:00.000-08:00</published><updated>2008-11-21T07:31:59.630-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Presiden RI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dongeng'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biografi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suharto'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Bografi H. Muhammad Soeharto (Dikhianati Pembantu Dekatnya)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Haji Muhammad Soeharto, dipanggil akrab Pak Harto, adalah sosok nama besar yang memimpin Republik Indonesia, selama 32 tahun. Suatu kemampuan kepemimpinan luar biasa yang harus diakui oleh teman dan lawan politiknya (senang atau tidak). Ia menggerakkan pembangunan dengan strategi Trilogi Pembangunan (stabilitas, pertumbuhan dan pemerataan). Bahkan sempat mendapat penghargaan dari FAO atas keberhasilan menggapai swasembada pangan (1985). Maka, saat itu pantas saja ia pun dianugerahi penghargaan sebagai Bapak Pembangunan Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, akhirnya ia harus meletakkan jabatan secara tragis, bukan semata-mata karena desakan demonstrasi mahasiswa (1998), melainkan lebih akibat pengkhianatan para pembantu dekatnya yang sebelumnya ABS dan ambisius tanpa fatsoen politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ia baru meletakkan jabatan, ada rumor yang berkembang. Seandainya Pak Harto mendengar hati nurani isteri yang dicintainya, Ibu Tien Soeharto, yang konon, sudah menyarankannya berhenti sepuluh tahun sebelumnya, pasti kepemimpinnya tidak berakhir dengan berbagai hujatan yang memojokkannya seolah-olah ia tak pernah berbuat baik untuk bangsa dan negaranya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ia memang seperti kehilangan ‘inspirasi’ dan ‘teman sehati’ setelah Ibu Tien Soeharto meninggal dunia(Minggu 28 April 1996). Pak Harto bukan pria satu-satunya yang merasakan hal seperti ini. Banyak pria (pemimpin) yang justru ‘kuat’ didukung keberadaan isterinya. Salah satu contoh, Bill Clinton mungkin sudah akan jatuh sebelum waktunya jika tak ditopang isterinya Hillary Clinton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Harto tidak segera mencari pengganti isterinya. Kesepiannya seperti teratasi atas dorongan pengabdian kepada bangsa dan negaranya. Ia menghabiskan waktunya dalam mengemban tugas beratnya sebagai presiden. Apalagi beberapa pembantunya memberinya laporan dan harapan yang mendorongnya untuk tetap bertahan sebagai presiden. Bahkan, bersama pembantunya (menterinya) BJ Habibie, ia bisa berjam-jam berbicara. Tak jarang para staf harus menyediakan mie instan jika menunggui pertemuan mereka itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat bangsa ini tentu masih ingat. Seusai Pemilu 1997 dan sebelum Sidang Umum MPR, Maret 1998, para pembantunya, di antaranya Harmoko, selaku Ketua Umum DPP Golkar, menyatakan akan tetap mencalonkan Soeharto sebagai presiden 1998-2003. Tapi, justeru pada HUT Golkar ke-33, Oktober 1997 itu, HM Soeharto mengembalikan pernyataan itu untuk dicek ulang: Apakah rakyat sungguh-sungguh masih menginginkannya menjadi presiden?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berselang beberapa bulan, tepatnya tanggal 20 Januari 1998, tiga pimpinan Keluarga Besar Golkar atau yang lazim disebut Tiga Jalur Golkar, yakni jalur Golkar/Beringin (Harmoko), jalur ABRI (Feisal Tanjung) dan jalur birokrasi (Yogie SM), datang ke Bina Graha menyampaikan hasil pengecekan ulang keinginan rakyat dalam pencalonan HM Soeharto sebagai Presiden RI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu mereka melaporkan bahwa “ternyata rakyat memang hanya mempunyai satu calon Presiden RI untuk periode 1998-2003 yaitu HM Soeharto,” kata Harmoko mengumumkan kepada pers usai melapor kepada Pak Harto. "Mayoritas rakyat Indonesia memang tetap menghendaki Bapak Haji Muhammad Soeharto untuk dicalonkan sebagai Presiden RI masa bakti 1998-2003," tutur Harmoko yang didampingi M Yogie SM dan Jenderal TNI Feisal Tanjung ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Harmoko, Jenderal TNI (Purn) H Muhammad Soeharto, setelah menerima hasil pengecekan itu, menyatakan bersedia dicalonkan kembali sebagai Presiden RI masa bhakti 1998-2003. Selain mengumumkan kesediaan Pak Harto dipilih kembali sebagai Presiden RI, menurut Harmoko, Keluarga Besar Golkar juga membuat kriteria untuk calon Wakil Presiden, antara lain memahami ilmu pengetahuan dan industri. Pernyataan ini mengarah kepada BJ Habibie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil pengecekan yang dilakukan oleh keluarga besar Golkar itu, masih menurut Harmoko, Soeharto menghargai kepercayaan sebagian besar rakyat Indonesia tersebut walaupun harus ada pengorbanan bagi kepentingan keluarga. Tetapi untuk kepentingan bangsa dan negara, Haji Muhammad Soeharto tidak mungkin menghindar dari tanggung jawab sebagai patriot dan pejuang bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan adanya kepercayaan rakyat ini tidak membuat Bapak Haji Muhammad Soeharto bersikap 'tinggi glanggang colong playu.' Itu istilah Pak Harto yang artinya tidak meninggalkan tanggung jawab dan mengelak dari kepercayaan rakyat tersebut demi kepentingan negara dan bangsa," tegas Harmoko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, ternyata itulah awal sebuah tragedi pengkhianatan digulirkan. HM Soeharto memang terpilih kembali menjadi Presiden periode 1998-2003 pada Sidang Umum MPR, 1-11 Maret 1998. Didampingi BJ Habibie sebagai wakil presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, komponen mahasiswa dan berbagai kelompok masyarakat terus melancarkan demonstrasi meminta Presiden Soeharto dan Wapres BJ Habibie turun serta Golkar dibubarkan. Saat itu, Pak Harto masih terlihat yakin bahwa demonstrasi itu akan surut dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi. Maka pada awal Mei 1998, ia berangkat ke Kairo, Mesir, untuk menghadiri KTT Nonblok. Saat berangkat, di bandara Halim Perdanakusuma, ia dilepas Wakil Presiden BJ Habibie, Fangab Feisal Tanjung, juga Ketua Harian ICMI Tirto Sudiro dan sejumlah menteri lainnya yang sebagian diantaranya kemudian mengkhianatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, sepeninggal Soeharto, dalam beberapa hari kemudian, suasana Jakarta semakin mencekam. Selain akibat demonstrasi mahasiswa makin marak, juga tersiar isu terjadi sesuatu misteri dalam tubuh ABRI. Misteri itu diwarnai arah pengelompokan dalam tubuh militer itu. Selain banyak aktivis pro demikrasi ‘hilang’ entah kemana, juga diisukan ribuan anggota militer ‘menghilang’ dari kesatuannya memembawa persenjataan lengkap dan amunisi cadangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang sesungguhnya sedang terjadi di Indonesia, adalah suatu tanda tanya besar yang harus segera dicari jawabannya. Apakah suatu power game sedang dimainkan di Indonesia? Siapa yang bermain dengan kelompok bersenjata, serta bagaimana peta kekuatan gerakan sipil? Adalah sesuatu yang harus kita analisa bersama,” tulis sebuah majalah ketika itu. Beberapa pertanyaan yang sampai hari ini tetap misterius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana makin mencekam, pada 12 Mei 1998, akibat terjadinya penembakan mahasiswa di kampus Universitas Trisakti, yang kemudian dikenal sebagai Tragedi Trisakti. Empat orang mahasiswa gugur. Mahasiswa makin ‘marah’. Hampir di seluruh kampus terjadi demonstrasi. Bahkan sebagian mulai keluar dari kampusnya. Bersamaan dengan itu, terjadi pembakaran mobil di sekitar parkir dekat Universitas Trisakti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, 13 Mei 1998, mahasiswa seperti dipancing untuk keluar dari kampusnya. Situasi di Universitas Katolik Atmajaya Jakarta justeru mengundang tanda tanya. Ada sekelompok demonstran yang melempari mahasiswa dalam kampus itu karena mereka tidak keluar dari kampusnya. Para mahasiswa tetap berada dalam kampus dalam suasana berkabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besoknya, 14 Mei 1998, terjadilah malapetaka di Jakarta. Warga keturunan Cina menjadi sasaran. Pertokoan dan pusat-pusat perbelanjaan dibakar. Saat itu, Jakarta seperti tak punya petugas keamanan. Sementara para petinggi ABRI berada di Malang. Di lapangan sangat terasa ada provokator yang menggerakkan. Di beberapa tempat, ada teriakan: “Mahasiswa datang… mahasiawa datang!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi chaos itu, rupanya mahasiswa sangat jeli. Tampaknya, mereka menghindari dijadikan kambinghitam. Karena hari itu, dan besoknya, tidak ada demonstrasi mahasiswa yang keluar dari kampusnya. Bahkan ada beberapa mahasiswa yang sebelumnya tidak biasa ikut demonstrasi, memilih tidak pulang dari kampus daripada terjebak di jalan yang penuh kerumunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi ini memaksa HM Soeharto pulang lebih cepat dari jadual dari Mesir. Sebelum pulang, beredar isu bahwa ia akan dihadang oleh mahasiswa. Tapi Soeharto tetap pulang, tanpa terjadi penghadangan seperti diperkirakan sebelumnya. Sebelum pulang, di hadapan warga Indonesia di Mesir, ia menyatakan bersedia mundur jika rakyat menghendakinya. Saat itu, ia menegaskan tidak akan menggunakan kekuatan bersenjata melawan mahasiswa dan kehendak rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiba di Jakarta, HM Soeharto kemudian mengundang beberapa tokoh masyarakat, di antaranya Abdurrahman Wahid dan Nurcholis Madjid, tanpa Amien Rais dan Adi Sasono, untuk membicarakan pembentukan Komite Reformasi. Ia juga berencana merombak kabinetnya menjadi Kabinet Reformasi. Ia menawarkan reformasi secara gradual untuk mencegah terjadinya keguncangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga menerima rombongan rektor Universitas Indonesia. Mereka ini datang untuk meminta Presiden Soeharto berhenti dengan hormat. HM Soeharto mempersilahkan mereka menyampaikan aspirasi itu melalui MPR. Demonstrasi mahasiswa pun akhirnya terpusat ke gedung MPR/DPR. Mereka menduduki gedung legislatif itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harmoko, yang menjabat Ketua MPR dan pimpinan MPR lainnya menampung desakan mahasiswa yang meminta Pak Harto turun. Di hadapan para mahasiswa itu, Harmoko menyatakan bahwa pimpinan MPR setuju dengan desakan mahasiswa untuk meminta Pak Harto mundur. Harmoko seperti tak terpengaruh atas pernyataannya saat meminta kesediaan Pak Harto untuk dicalonkan kembali menjadi presiden jauh hari sebelum SU MPR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan Harmoko ini kemudian dijelaskan (dibantah) Pangab Jenderal Wiranto sebagai bukan pernyataan institusi tapi lebih merupakan pernyataan pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HM Soeharto tentu dengan cermat terus mengikuti perkembangan itu. Sampai sore tanggal 20 Mei 1998, tampaknya ia masih yakin akan bisa mengatasi keadaan secara damai dengan membentuk Komite Reformasi dan merombak kabinet menjadi Kabinet Reformasi. Tapi keinginan baik Pak Harto ini disambut dingin berbagai kalangan bahkan tragisnya ditolak sebagian pembantunya (menteri) yang dibesarkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya inilah detik-detik terakhir ia menjabat presiden. Hari itu, Rabu 20 Mei 1998 sekitar pukul 19:30, Pak Harto menerima Mantan Wakil Presiden Sudharmono di kediaman Jalan Cendana 8 Jakarta. Saat itu, menurut Sudharmono, Presiden Soeharto menyatakan tetap akan melaksanakan tugas-tugas kepresidenan dan segera akan mengumumkan pembentukan Komite Reformasi serta mengadakan perubahan susunan Kabinet Pembangunan VII.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar setengah jam berikutnya, pukul 20.00, Wakil Presiden B.J. Habibie menghadap Pak Harto. Lalu sekitar pukul 20:30, Saadillah Mursyid diminta menemui Presiden Soeharto yang sedang bersama Wakil Presiden B.J. Habibie di ruang tamu kediaman Jalan Cendana 8 itu. Di hadapan Wakil Presiden BJ Habibie, Presiden Soeharto meminta Saadillah Mursyid, Menteri Sekretaris Negara, mempersiapkan naskah final: Keputusan Presiden tentang Komite Reformasi dan Keputusan Presiden tentang Pembentukan Kabinet Reformasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, Presiden Soeharto menyatakan akan mengumumkan dan melaksanakan pelantikannya besok hari, Kamis 21 Mei 1998. Untuk keperluan itu Presiden Soeharto juga minta agar ruang upacara atau yang lazim disebut ruang kredensial di Istana Merdeka dipersiapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Wakil Presiden B.J Habibie pulang. Sementara itu, sebanyak empat belas orang menteri membuat pernyataan tidak bersedia ikut serta dalam Kabinet Reformasi yang direncanakan Pak Harto. Mereka itu adalah para menteri yang sebelumnya dibesarkan Pak Harto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, sekitar pukul 21:00, setelah BJ Habibie pulang itu, Saadillah Mursyid mohon untuk bisa melanjutkan bertemu dengan Pak Harto. Dalam kesempatan itu, Saadillah Mursyid melaporkan bahwa sejumlah orang-orang yang direncanakan untuk menjadi anggota Komite Reformasi telah menyatakan menolak. Saadillah juga melaporkan adanya informasi bahwa empat belas orang menteri yang direncanakan akan duduk dalam Kabinet Reformasi menyatakan tidak bersedia ikut serta dalam Kabinet. Setelah itu, Saadillah pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sekitar pukul 21:40, Saadillah Mursyid diminta menemui Presiden Soeharto lagi. Saadillah bergegas menuju ruangan di tempat biasanya Presiden menerima tamu, termasuk menerima para menteri. Saadillah terkejut karena Presiden tidak ada di ruangan itu. Ketika ditanyakan, barulah ajudan memberitahukan bahwa Presiden Soeharto menunggu di ruang kerja pada bagian kediaman pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar pukul 22:15 hari Rabu 20 Mei 1998 itu, HM Soeharto mempersilakan Saadillah duduk di sebelahnya. Kursi hanya ada satu, di situ HM Soeharto duduk. Lalu Saadillah dipersilahkan menggeser puff, sebuah tempat duduk empat persegi, agar bisa lebih dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah hening sejenak, kemudian HM Soeharto mengatakan: “Segala usaha untuk menyelamatkan bangsa dan negara telah kita lakukan. Tetapi Tuhan rupanya berkehendak lain. Bentrokan antara mahasiswa dan ABRI tidak boleh sampai terjadi. Saya tidak mau terjadi pertumpahan darah. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk berhenti sebagai Presiden, menurut Pasal 8 Undang-Undang Dasar 1945.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, kepada Saadillah sebagai Menteri Sekretaris Negara, diminta untuk mempersiapkan empat hal. Pertama, konsep ‘Pernyataan Berhenti dari jabatan Presiden RI’; Kedua, memberitahu pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat bahwa permintaan pimpinan DPR untuk bertemu dan melakukan konsultasi dengan Presiden akan dilaksanakan hari Kamis, 21 Mei 1998 pukul 09:00 di ruang Jepara Istana Merdeka; Ketiga, memberitahu Wakil Presiden BJ Habibie agar hadir di Istana Merdeka hari Kamis tanggal 21 Mei 1998 pukul 09:00 dan agar siap untuk mengucapkan Sumpah Jabatan Presiden di hadapan Ketua Mahkamah Agung; Keempat, memohon kehadiran Ketua Mahkamah Agung di Istana Merdeka hari Kamis 21 Mei 1998 pukul 09:00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saadillah pun segera memberitahu Pimpinan DPR, Wakil Presiden dan Ketua Mahkamah Agung melalui telepon. Malam sudah larut menjelang tengah malam. Lalu, bersama-sama staf, Saadillah segera mulai melakukan penyusunan naskah Pernyataan Berhenti Presiden. Setelah mendapatkan pokok-pokok dan arahan, Bambang Kesowo, waktu itu Wakil Sekretaris Kabinet, dan Soenarto Soedharmo, ketika itu Asisten Khusus Menteri Sekretaris Negara mulai menyusun konsep awal. Sementara Yusril Ihza Mahendra, ketika itu Pembantu Asisten (Banas) Menteri Sekretaris Negara, memberikan masukan-masukan terutama dari segi hukum tata negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep disusun secara bersama-sama, sebagaimana layaknya suatu pekerjaan staf. Bukan hasil kerja orang perorangan. Setelah konsep diteliti dan dikoreksi beberapa kali, pada pukul 03:00 menjelang subuh tanggal 21 Mei 1998 naskah Pernyataan telah siap untuk diajukan kepada Presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naskah diajukan melalui prosedur yang sudah baku pada Sekretariat Negara. Konsep yang sudah diketik rapi diserahkan kepada Ajudan. Ajudan menaruh naskah itu di meja kerja Presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi harinya, Kamis, 21 Mei 1998 sekitar pukul 10:00 pagi di ruang upacara Istana Merdeka, yang lazim ketika itu disebut ruang kredensial, Presiden Soeharto menyampaikan pidato Pernyataan Berhenti Sebagai Presiden Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pidatonya itu Presiden Soeharto antara lain menyatakan: “Saya telah menyatakan rencana pembentukan Komite Reformasi dan mengubah susunan Kabinet Pembangunan VII. Namun demikian kenyataan hingga hari ini menunjukkan Komite Reformasi tersebut tidak dapat terwujud, karena tidak adanya tanggapan yang memadai terhadap rencana pembentukan Komite tersebut. Dalam keinginan untuk melaksanakan reformasi dengan cara yang sebaik-baiknya tadi, saya menilai bahwa dengan tidak dapat diwujudkannya Komite Reformasi maka perubahan susunan Kabinet Pembangunan VII menjadi tidak diperlukan lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan memperhatikan keadaan di atas, saya berpendapat sangat sulit bagi saya untuk dapat menjalankan tugas pemerintahan negara dan pembangunan dengan baik. Oleh karena itu, dengan memperhatikan ketentuan Pasal 8 UUD 1945 dan setelah dengan sungguh-sungguh memperhatikan pandangan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat dan pimpinan Fraksi-Fraksi yang ada di dalamnya, saya memutuskan untuk menyatakan berhenti dari jabatan saya sebagai Presiden Republik Indonesia, terhitung sejak saya bacakan pernyataan ini, pada hari ini, Kamis 21 Mei 1998.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas itu, dengan ditemani puteri sulungnya, Siti Hardiyanti Rukmana (Mbak Tutut) dan Saadillah Mursyid, Pak Harto melambaikan tangan meninggalkan Istana Merdeka pulang ke kediaman di Jalan Cendana 8. Ketika sampai di kediaman, sebelum duduk di ruang keluarga, Pak Harto mengangkat kedua belah tangan sambil mengucap: “Allahu Akbar. Lepas sudah beban yang terpikul di pundakku selama berpuluh-puluh tahun.“ Kemudian, putera-puteri dan keluarga menyalaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, Pak Harto pun menjadi bulan-bulanan caci-maki dan hujatan. Bukan hanya dari orang-orang yang sebelumnya tidak sejalan dengan Pak Harto, melainkan lebih lagi dari para menteri dan tokoh-tokoh Golkar yang selama ini tak sungkan-sungkan melakukan berbagai cara untuk bisa mendekat. Bahkan BJ Habibie yang mengaku dibesarkan HM Soeharto juga tampak tanpa fatsoen politik mengambil sikap bahwa dalam politik tidak ada persahabatan yang kekal, hanya kepentinganlah yang abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tidak segan-segan memosisikan Pak Harto dan keluarga Cendana ibarat keranjang sampah. Tempat pembuangan semua yang kotor. Bahwa semua kekotoran pada era Orde Baru ditimpakan ke pundak Pak Harto dan keluarganya. Sepertinya, HM Soeharto dan keluarganya sebagai satu-satunya yang melakukan korupsi pada era itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HM Soeharto pun ‘diasingkan’ dari Golkar yang dibesarkannya. Elit-elit Golkar malah yang duluan teriak agar Soeharto ditahan karena kejahatan-kejahatan yang dituduhkan kepadanya selama memerintah. Golkar yang sebelumnya lebih didonimasi pengaruh ABRI tampak bergeser lebih didominasi elit-elit ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu tragedi tendensius konstitusi, yang kental diwarnai subjektivitas politik pun terjadi. Pada Sidang Istimewa MPR 13 November 1998 – MPR yang masih didominasi kekuatan Golkar hasil Pemilu 1997 – menetapkan Ketetapan MPR No.XI/MPR/1998. Pasal 4 ketetapan MPR itu berbunyi: “Upaya pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme harus dilakukan secara tegas terhadap siapapun juga, baik pejabat negara, mantan pejabat negara, keluarga, dan kroninya maupun pihak swasta/ konglomerat termasuk mantan Presiden Soeharto dengan tetap memperhatikan prinsip praduga tidak bersalah dan hak-hak asasi manusia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebutan nama orang secara eksplisit – mantan Presiden Soeharto – dalam pasal ini tampak tendensius, absurd dan sangat diwarnai sifat subjektivitas politik serta di luar kelaziman sistem ketatanegaraan Indonesia. Bukankah sebaiknya format suatu Tap MPR merupakan garis-garis umum dari suatu kebijakan negara? Jadinya, pasal ini seperti hendak diposisikan hanya berlaku kepada mantan Presiden Soeharto, tetapi tidak berlaku bagi mantan presiden yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya, itulah puncak pengkhianatan beberapa mantan menteri dan elit Golkar yang dibesarkannya. Kendati Pak Harto tidak pernah mengatakan secara eksplisit bahwa mereka ini mengkhianatinya. Tapi sikapnya yang sampai hari ini belum bersedia menerima kunjungan BJ Habibie dan beberapa mantan menteri dan elit Golkar lainnya bisa dipahami berbagai pihak sebagai indikasi ke arah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Harto pun menunjukkan ketabahan dan keteguhannya. Ia pun akhirnya sempat diadili dengan tuduhan korupsi, penyalahgunaan dana yayasan-yayasan yang didirikannya. Ia menyatakan bersedia mempertanggungjawabkan dana yayasan itu. Tapi, ia pun jatuh sakit yang menyebabkan proses peradilannya dihentikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tidak semua mantan menterinya tega mengkhianat, tidak mempunyai moral politik. Ada beberapa yang justeru makin dekat dengannya secara pribadi setelah bukan lagi berkuasa. Satu di antaranya adalah Saadillah Mursyid, mantan Menteri Sekretaris Negara. Saadillah menyatakan: “Mudah-mudahan saya terhindar dari orang-orang yang semasa Pak Harto memegang jabatan Presiden, selalu mendekat-dekat, menjilat dan mencari muka. Pada waktu Pak Harto tidak lagi menjadi Presiden orang-orang itu pula yang bersuara lantang menghujat, mencaci, melempar segala kesalahan kepada Pak Harto. Kelompok orang-orang seperti itu memperoleh kutukan Allah dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk, jahanam (Al Qur‘an, Surah Ar Ra’ad ayat 25).”  ► ti/crs, dari beragai sumber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/581459784525408514-8723369269825088312?l=endonesia-raya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/feeds/8723369269825088312/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/bografi-h-muhammad-soeharto-dikhianati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/8723369269825088312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/8723369269825088312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/bografi-h-muhammad-soeharto-dikhianati.html' title='Bografi H. Muhammad Soeharto (Dikhianati Pembantu Dekatnya)'/><author><name>ENDONESIA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ2dUm9qPsI/AAAAAAAAANk/-ctk94_rG_U/S220/EB.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-581459784525408514.post-3934421703868882962</id><published>2008-11-21T07:06:00.000-08:00</published><updated>2008-11-21T07:14:15.464-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Presiden RI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dongeng'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Story'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pahlawan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biografi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suharto'/><title type='text'>Bografi H. Muhammad Soeharto</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/s/soeharto/soeharto_2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 145px; height: 200px;" src="http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/s/soeharto/soeharto_2.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama:&lt;br /&gt;H. Muhammad Soeharto&lt;br /&gt;Lahir:&lt;br /&gt;Kemusuk, Argomulyo, Godean, 1 Juni 1921&lt;br /&gt;Meninggal:&lt;br /&gt;Jakarta, 27 Januari 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabatan Terakhir:&lt;br /&gt;Presiden Republik Indonesia (1966-1998)&lt;br /&gt;Alamat:&lt;br /&gt;Jalan Cendana No.8, Menteng&lt;br /&gt;Jakarta Pusat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/581459784525408514-3934421703868882962?l=endonesia-raya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/feeds/3934421703868882962/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/bografi-h-muhammad-soeharto.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/3934421703868882962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/3934421703868882962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/bografi-h-muhammad-soeharto.html' title='Bografi H. Muhammad Soeharto'/><author><name>ENDONESIA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ2dUm9qPsI/AAAAAAAAANk/-ctk94_rG_U/S220/EB.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-581459784525408514.post-9115551711685302204</id><published>2008-11-17T00:21:00.000-08:00</published><updated>2008-11-17T00:23:10.576-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dongeng'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pahlawan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soekarno'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Proklamator'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biografi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Presiden RI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Story'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pancasila'/><title type='text'>Biografi Soekarno (Bung Karno Putra Sang Fajar)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;“Aku adalah putra seorang ibu Bali dari kasta Brahmana. Ibuku, Idaju, berasal dari kasta tinggi. Raja terakhir Singaraja adalah paman ibuku. Bapakku dari Jawa. Nama lengkapnya adalah Raden Sukemi Sosrodihardjo. Raden adalah gelar bangsawan yang berarti, Tuan. Bapak adalah keturunan Sultan Kediri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah itu kebetulan atau suatu pertanda bahwa aku dilahirkan dalam kelas yang memerintah, akan tetapi apa pun kelahiranku atau suratan takdir, pengabdian bagi kemerdekaan rakyatku bukan suatu keputusan tiba-tiba. Akulah ahli-warisnya.” Ir. Soekarno menuturkan kepada penulis otobiografinya, Cindy Adam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putra sang fajar yang lahir di Blitar, 6 Juni 1901 dari pasangan Raden Soekemi dan Ida Ayu Nyoman Rai, diberi nama kecil, Koesno. Ir. Soekarno, 44 tahun kemudian, menguak fajar kemerdekaan Indonesia setelah lebih dari tiga setengah abad ditindas oleh penjajah-penjajah asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soekarno hidup jauh dari orang tuanya di Blitar sejak duduk di bangku sekolah rakyat, indekos di Surabaya sampai tamat HBS (Hoogere Burger School). Ia tinggal di rumah Haji Oemar Said Tjokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat Islam. Jiwa nasionalismenya membara lantaran sering menguping diskusi-diskusi politik di rumah induk semangnya yang kemudian menjadi ayah mertuanya dengan menikahi Siti Oetari (1921).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Soekarno pindah ke Bandung, melanjutkan pendidikan tinggi di THS (Technische Hooge-School), Sekolah Teknik Tinggi yang kemudian hari menjadi ITB, meraih gelar insinyur, 25 Mei 1926. Semasa kuliah di Bandung, Soekarno, menemukan jodoh yang lain, menikah dengan Inggit Ganarsih (1923).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soekarno muda, lebih akrab dipanggil Bung Karno mendirikan PNI (Partai Nasional Indonesia), 4 Juni 1927. Tujuannya, mendirikan negara Indonesia Merdeka. Akibatnya, Bung Karno ditangkap, diadili dan dijatuhi hukuman penjara oleh pemerintah Hindia Belanda. Ia dijeboloskan ke penjara Sukamiskin, Bandung, 29 Desember 1949.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam pidato pembelaannya yang berjudul, Indonesia Menggugat, Bung Karno berapi-api menelanjangi kebobrokan penjajah Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bebas tahun 1931, Bung Karno kemudian memimpin Partindo. Tahun 1933, Belanda menangkapnya kembali, dibuang ke Ende, Flores. Dari Ende, dibuang ke Bengkulu selama empat tahun. Di sanalah ia menikahi Fatwamati (1943) yang memberinya lima orang anak; Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rahmawati, Sukmawati dan Guruh Soekarnoputri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soekarno adalah seorang cendekiawan yang meninggalkan ratusan karya tulis dan beberapa naskah drama yang mungkin hanya pernah dipentaskan di Ende, Flores. Kumpulan tulisannya sudah diterbitkan dengan judul Dibawah Bendera Revolusi, dua jilid. Dari buku setebal kira-kira 630 halaman tersebut, tulisan pertamanya (1926), berjudul, Nasionalisme, Islamisme, dan Marxism, bagian paling menarik untuk memahami gelora muda Bung Karno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1942, tentara pendudukan Belanda di Indonesia menyerah pada Jepang. Penindasan yang dilakukan tentara pendudukan selama tiga tahun jauh lebih kejam. Di balik itu, Jepang sendiri sudah mengimingi kemerdekaan bagi&lt;br /&gt;Indonesia.Penyerahan diri Jepang setelah dua kota utamanya, Nagasaki dan Hiroshima, dibom atom oleh tentara Sekutu, tanggal 6 Agustus 1945, membuka cakrawala baru bagi para pejuang Indonesia. Mereka, tidak perlu menunggu, tetapi merebut kemerdekaan dari Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah persiapan yang cukup panjang, dipimpin oleh Ir. Soekarno dan Drs Muhammad Hatta, mereka memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, tanggal 17 Agustus 1945, di Jalan Pegangsaan Timur No. 52 (sekarang Jln. Proklamasi), Jakarta. ► e-ti/crs-sh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/581459784525408514-9115551711685302204?l=endonesia-raya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/feeds/9115551711685302204/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/biografi-soekarno-bung-karno-putra-sang.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/9115551711685302204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/9115551711685302204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/biografi-soekarno-bung-karno-putra-sang.html' title='Biografi Soekarno (Bung Karno Putra Sang Fajar)'/><author><name>ENDONESIA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ2dUm9qPsI/AAAAAAAAANk/-ctk94_rG_U/S220/EB.bmp'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-581459784525408514.post-3382919670472502833</id><published>2008-11-17T00:03:00.000-08:00</published><updated>2008-11-17T00:05:57.137-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dongeng'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pahlawan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soekarno'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Proklamator'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biografi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='G30SPKI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Presiden RI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Story'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pancasila'/><title type='text'>Biografi Soekarno (Soekarno Menggugat)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Oleh Asvi Warman Adam*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak diketahui umum bahwa tahun 1965-1967 Presiden Soekarno sempat berpidato paling sedikit sebanyak 103 kali. Yang diingat orang hanyalah pidato pertanggungjawabannya, Nawaksara, yang ditolak MPRS tahun 1967. Dalam memperingati 100 tahun Bung Karno, tahun 2001 telah diterbitkan kumpulan pidatonya. Namun, hampir semuanya disampaikan sebelum peristiwa G30S 1965.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumpulan naskah ini diawali pidato 30 September 1965 malam (di depan Musyawarah Nasional Teknik di Istora Senayan, Jakarta) dan diakhiri pidato 15 Februari 1967 (pelantikan beberapa Duta Besar RI). Pidato-pidato Bung Karno (BK) selama dua tahun itu amat berharga sebagai sumber sejarah. Ia mengungkapkan aneka hal yang ditutupi bahkan diputarbalikkan selama Orde Baru. Dari pidato itu juga tergambar betapa sengitnya peralihan kekuasaan dari Soekarno kepada Soeharto. Di pihak lain, terlihat pula kegetiran seorang presiden yang ucapannya tidak didengar bahkan dipelintir. Soekarno marah. Ia memaki dalam bahasa Belanda.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Konteks pidato&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Periode 1965-1967 dapat dilihat sebagai masa peralihan kekuasaan dari Soekarno kepada Soeharto. Dalam versi pemerintah, masa ini dilukiskan sebagai era konsolidasi kekuatan pendukung Orde Baru (tentara, mahasiswa, dan rakyat) untuk membasmi PKI sampai ke akarnya serta pembersihan para pendukung Soekarno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai tahun 1998 di Tanah Air dikenal beberapa versi sejarah yang berbeda. Selain menonjolkan keterlibatan pihak asing seperti CIA, juga muncul tudingan terhadap keterlibatan Soeharto dalam "kudeta merangkak", yaitu rangkaian tindakan dari awal Oktober 1965 sampai keluarnya Supersemar (Surat perintah 11 Maret 1966) dan ditetapkannya Soeharto sebagai pejabat Presiden tahun 1967. "Kudeta merangkak" terdiri dari beberapa versi (Saskia Wieringa, Peter Dale Scott, dan Subandrio) dan beberapa tahap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Substansi pidato&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah peristiwa G30S, Soekarno berusaha mengendalikan keadaan melalui pidato-pidatonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya komandokan kepada segenap aparat negara untuk selalu membina persatuan dan kesatuan seluruh kekuatan progresif revolusioner. Dua, Menyingkirkan jauh-jauh tindakan-tindakan destruktif seperti rasialisme, pembakaran-pembakaran, dan perusakan-perusakan. Tiga, menyingkirkan jauh-jauh fitnahan-fitnahan dan tindakan-tindakan atas dasar perasaan balas dendam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga menyerukan "Awas adu domba antar-Angkatan, jangan mau dibakar. Jangan gontok-gontokan. Jangan hilang akal. Jangan bakar-bakar, jangan ditunggangi". Dalam pidato ia menyinggung Trade Commission Republik Rakyat Tiongkok di Jati Petamburan yang diserbu massa karena ada isu Juanda meninggal diracun dokter RRT. Padahal, beliau wafat akibat serangan jantung. Soekarno menentang rasialisme yang menjadikan warga Tionghoa sebagai kambing hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pidato 20 November 1965 di depan keempat panglima Angkatan di Istana Bogor BK mengatakan, "Ada perwira yang bergudul. Bergudul itu apa? Hei, Bung apa itu bergudul? Ya, kepala batu." Tampaknya ucapannya itu ditujukan kepada Soeharto. Pada kesempatan yang sama Soekarno menegaskan, "Saya yang ditunjuk MPRS menjadi Panglima Besar Revolusi. Terus terang bukan Subandrio. Bukan Leimena…. Bukan engkau Soeharto, bukan engkau Soeharto, dan seterusnya (berbeda dengan nama tokoh lain, Soeharto disebut dua kali dan secara berturut-turut).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Soekarno tak mau membubarkan PKI, padahal ini alasan utama kelompok Soeharto menjatuhkannya dari presiden. Karena dia konsisten dengan pandangan sejak tahun 1925 tentang Nas (Nasionalisme), A (Agama), dan Kom (Komunisme). Dalam pidato ia menegaskan, yang dimaksudkan dengan Kom bukanlah Komunisme dalam pengertian sempit, melainkan Marxisme atau lebih tepat "Sosialisme". Meskipun demikian Soekarno bersaksi "saya bukan komunis". Bung Karno juga mengungkapkan keterlibatan pihak asing yang memberi orang Indonesia uang Rp 150 juta guna mengembangkan "the free world ideology". Ia berseru di depan diplomat asing di Jakarta, "Ambassador jangan subversi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 12 Desember 1965 ketika berpidato dalam rangka ulang tahun Kantor Berita Antara di Bogor, Presiden mengatakan tidak ada kemaluan yang dipotong dalam peristiwa di Lubang Buaya. Demikian pula tidak ada mata yang dicungkil seperti ditulis pers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa pembantaian di Jawa Timur diungkapkan Soekarno dalam pidato di depan HMI di Bogor 18 Desember 1965. Soekarno mengatakan pembunuhan itu dilakukan dengan sadis, orang bahkan tidak berani menguburkan korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Awas kalau kau berani ngrumat jenazah, engkau akan dibunuh. Jenazah itu diklelerkan saja di bawah pohon, di pinggir sungai, dilempar bagai bangkai anjing yang sudah mati."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan sama, Bung Karno sempat bercanda di depan mahasiswa itu, "saya sudah 65 tahun meski menurut Ibu Hartini seperti baru 28 tahun. Saya juga melihat Ibu Hartini seperti 21 tahun."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya bahasa Soekarno memang khas. Ia tidak segan memakai kata kasar tetapi spontan. Beda dengan Soeharto yang memakai bahasa halus tetapi tindakannya keras. Di tengah sidang kabinet, di depan para Menteri, Presiden Soekarno tak segan mengatakan "mau kencing dulu" jika ia ingin ke belakang . Ketika perintahnya tidak diindahkan, ia berteriak "saya merasa dikentuti". Pernah pula ia mengutip cerita Sayuti Melik tentang kemaluannya yang ketembak. Namun, di lain pihak ia mahir menggunakan kata-kata bernilai sastra, "Kami menggoyangkan langit, menggempakan darat, dan menggelorakan samudera agar tidak jadi bangsa yang hidup hanya dari 2 ½ sen sehari. Bangsa yang kerja keras, bukan bangsa tempe, bukan bangsa kuli. Bangsa yang rela menderita demi pembelian cita-cita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pidato 30 September 1965 ia sempat mengkritik pers yang kurang tepat dalam menulis nama anak-anaknya. Nama Megawati sebetulnya Megawati Soekarnaputri, bukan Megawati Soekarnoputri. Demikian pula dengan Guntur Soekarnaputra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di balik pidato&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang disampaikan Soekarno dalam pidato-pidatonya merupakan bantahan atas apa yang ditulis media. Monopoli informasi sekaligus monopoli kebenaran adalah causa prima dari Orde Baru. Umar Wirahadikusumah mengumumkan jam malam mulai 1 Oktober 1965, pukul 18.00 sampai 06.00 pagi, dan menutup semua koran kecuali Angkatan Bersenjata dan Berita Yudha. Koran-koran lain tidak boleh beredar selama seminggu. Waktu sepekan ini dimanfaatkan pers militer untuk mengampanyekan bahwa PKI ada di belakang G30S.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski masih berpidato dalam berbagai kesempatan, pernyataan BK tidak disiarkan oleh koran-koran. Bila Ben Anderson di jurnal Indonesia terbitan Cornell mengungkapkan hasil visum et repertum dokter bahwa kemaluan jenderal tidak disilet dalam pembunuhan di Lubang Buaya 1 Oktober 1965, jauh sebelumnya Soekarno dengan lantang mengatakan, 100 silet yang dibagikan untuk menyilet kemaluan jenderal itu tidak masuk akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pidatonya terdengar keluhan. Misalnya, di Departemen P dan K orang-orang yang mendukung BK dinonaktifkan. Sebetulnya seberapa drastiskah merosotnya kekuasaan yang dipegangnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Soekarno masih sempat melantik taruna AURI dan berpidato dalam peringatan 20 tahun KKO. Paling sedikit Angkatan Udara, Marinir, dan sebagian besar tentara Kodam Brawijaya masih setia kepada Bung Karno. Tetapi kenapa ia hanya sekadar berseru "jangan gontok-gontokan antarangkatan bersenjata". Kenapa ia tidak memerintahkan tentara yang loyal kepadanya untuk melawan pihak yang ingin menjatuhkannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soekarno tidak ingin terjadi pertumpahan darah sesama bangsa. Dalam skala tertentu, yang tidak diharapkan Bung Karno itu telah terjadi setelah ia meninggal . Demikian pula yang kita lihat hari ini di Aceh. Sebuah wilayah yang pada tahun 1945 para ulamanya menyerukan rakyat mereka untuk berdiri di belakang Bung Karno. (*Dr Asvi Warman Adam Sejarawan LIPI) ► e-ti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari:&lt;br /&gt;*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/581459784525408514-3382919670472502833?l=endonesia-raya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/feeds/3382919670472502833/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/biografi-soekarno-soekarno-menggugat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/3382919670472502833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/3382919670472502833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/biografi-soekarno-soekarno-menggugat.html' title='Biografi Soekarno (Soekarno Menggugat)'/><author><name>ENDONESIA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ2dUm9qPsI/AAAAAAAAANk/-ctk94_rG_U/S220/EB.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-581459784525408514.post-2892154446795467371</id><published>2008-11-16T23:57:00.000-08:00</published><updated>2008-11-17T00:01:41.587-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Presiden RI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dongeng'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soekarno'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pahlawan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Proklamator'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pancasila'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biografi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Biografi Soekarno (Bung Karno sebagai Guru Bangsa)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Oleh Baskara T Wardaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara banyak predikat yang telah diberikan kepada Bung Karno, patutlah kiranya pada peringatan ulang tahunnya yang ke-102 ini ia juga dikenang sebagai guru bangsa. Sebagai pencetus maupun komunikator, banyak pemikiran penting telah menjadi sumbangan pendidikan tak terhingga bagi negara-bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layaknya seorang guru yang cakap, ia mampu menyampaikan gagasan-gagasan penting dengan lancar, penuh imajinasi, dan komunikatif. Di tangannya, topik-topik bahasan yang sebenarnya berat menjadi gampang dicerna, mudah dipahami masyarakat luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat, misalnya, saat secara berkala pada tahun 1958-1959 ia memberikan rangkaian "kuliah" guna menjelaskan kembali sila demi sila dari Pancasila sebagai dasar negara, masing-masing satu sila setiap kesempatan "tatap muka." Pada 26 Mei 1958 ia memulai rangkaian itu dengan memberi kuliah tentang pengertian umum Pancasila. Setelah menyampaikan penjelasan tentang berbagai bentuk kapitalisme dan perlawanan terhadapnya, ia menekankan bahwa Pancasila bukan hanya merupakan pandangan hidup, melainkan juga alat pemersatu bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuliah pembukaan itu disusul kuliah-kuliah serupa lain yang biasanya diadakan di Istana Negara dan disiarkan langsung melalui radio ke seluruh penjuru Tanah Air. Berbeda dengan pidato-pidato Bung Karno di depan massa yang biasanya berapi-api membakar semangat rakyat, kuliah-kuliah ini berjalan lebih rileks dan komunikatif.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dengan kuliah-kuliah itu tampaknya Bung Karno ingin sekaligus mengingatkan, Istana Negara bukan tempat sangar atau sakral yang hanya boleh dimasuki presiden dan pejabat maha penting negeri ini, tetapi Istana milik rakyat, tempat masyarakat belajar mengenai banyak hal, termasuk dasar negara. Ia ingin menjadikan Istana (dan mungkin Indonesia umumnya) sebagai "ruang kuliah" di mana terselenggara proses belajar-mengajar antara masyarakat dan pemimpinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori dan praksis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari teori-teori filsafat dan politik serta acuan-acuan historis yang digunakan dalam mengurai sila-sila Pancasila, tampak pengetahuan Soekarno amat luas dan dalam. Dalam uraian-uraiannya, tidak jarang ia menyitir pikiran Renan, Confusius, Gandhi, atau Marx. Dengan begitu, ia seolah ingin menunjukkan dan memberi contoh, tiap warga negara perlu terus memperluas pengetahuannya. Meski ia sendiri sebenarnya dididik sebagai orang teknik, namun amat akrab dengan ilmu-ilmu sosial, terutama filsafat, sejarah, politik, dan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam salah satu kuliahnya Bung Karno menyinggung kembali pertemuan dan dialognya dengan petani miskin Marhaen. Dialog sendiri sudah berlangsung jauh sebelumnya, tetapi ia masih mampu mengingat dan menggambarkan amat jelas. Ini menandakan, Soekarno menaruh perhatian pada perjumpaannya dengan wong cilik, rakyat jelata, dan ingin menjadikannya sebagai titik tolak perjuangan bersama guna membebaskan rakyat Indonesia dari belenggu kemiskinan dan ketidakadilan. Baginya retorika memperjuangkan rakyat yang tidak disertai perjumpaan-perjumpaan langsung dengan rakyat adalah omong kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, sebagai guru bangsa ia tak suka hanya berkutat di dunia teori, tetapi juga menceburkan diri ke realitas kehidupan sehari-hari bangsanya. Bung Karno selalu berupaya keras mempertemukan "buku" dengan "bumi," menatapkan teori-teori sosial-politik dengan realitas keseharian manusia Indonesia yang sedang ia perjuangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bung Karno terus mempererat kaitan teori dan praksis, refleksi dan aksi. Mungkin inilah salah satu faktor yang membedakannya dari pemimpin lain, baik yang sezamannya maupun sesudahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diingat, lepas dari apakah orang setuju atau tidak dengan uraian dan gagasannya, satu hal tak dapat diragukan tentang Soekarno: ia bukan seorang pejabat yang korup. Sulit dibayangkan, Soekarno suka menduduki posisi-posisi tertentu di pemerintahan karena ingin mencuri uang rakyat atau menumpuk kekayaan untuk diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan Soekarno adalah perjuangan tulus, yang disegani bahkan oleh orang-orang yang tak sepaham dengannya. Karena itu, tak mengherankan betapapun ruwetnya ekonomi Indonesia di bawah pemerintahaannya, tak terlihat kecenderungan pejabat-pejabat pemerintah di zaman itu yang tanpa malu korupsi atau berkongkalikong menjual sumber-sumber alam milik rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Absennya guru-guru lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun juga, sebagai seorang manusia Bung Karno bukan tanpa kelemahan. Dalam kapasitasnya sebagai pejabat negara, misalnya, ia tampak "menikmati" posisinya sehingga ada kesan ia tak lagi menempatkan diri sebagai seorang pelayan publik dalam tata masyarakat demokratis. Sebagai presiden seharusnya ia menyadari kedudukannya sebagai seseorang yang menjabat sejauh rakyat memberi mandat padanya, itu pun disertai batasan masa jabatan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya Bung Karno tidak terlalu menghiraukan hal itu. Karenanya ketika tahun 1963 diangkat sebagai presiden seumur hidup, ia tidak menolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang guru yang memandang negerinya sebagai sebuah "ruang kuliah" raksasa dan rekan-rekan sebangsanya sebagai "murid-murid" yang patuh, terkesan Bung Karno tak memerlukan adanya "guru-guru" lain. Ia tak keberatan akan keberadaan mereka, tetapi-sadar atau tidak-"gaya mengajar"-nya mendorong tokoh-tokoh lain yang potensial untuk juga menjadi guru bangsa terpaksa menyingkir atau tersingkir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita belum lupa ketika pada 1 Desember 1956 Bung Hatta mengundurkan diri dari jabatan Wakil Presiden. Kita juga masih ingat bagaimana orang-orang dekat Bung Karno-seperti Sjahrir, Amir Syarifuddin, Tan Malaka, Moh Natsir, dan lainnya-satu per satu menjauh darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pertengahan 1950-an rupanya perhatian Bung Karno yang begitu besar kepada posisinya sendiri membuatnya kurang menyadari bahwa dampak Perang Dingin telah kian jauh merasuki Indonesia. Kemenangan PKI dalam Pemilu 1955 dan pemilu daerah tahun 1957, misalnya, telah benar-benar mempengaruhi perhatian dan kebijakan para pelaku utama Perang Dingin terhadap Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu pihak, Cina dan Uni Soviet menyambut kemenangan itu dengan gembira karena menandakan kian meluasnya komunisme di Indonesia. Di lain pihak, bagi AS dan sekutunya, kemenangan itu meningkatkan ketakutan mereka bahwa Indonesia akan "lepas" dari lingkaran pengaruh Barat. Dalam pola pikiran teori domino, lepasnya Indonesia akan berarti terancamnya kepentingan-kepentingan Barat di Asia Tenggara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit demi sedikit panggung ketegangan pun dibangun. Tahun 1965-1966 panggung itu dijadikan arena pertarungan berdarah antara PKI dan unsur-unsur bersenjata yang didukung Barat. Bung Karno sadar, tetapi terlambat. Dengan gemetar ia terpaksa menyaksikan ratusan ribu rakyat yang ia cintai dibantai secara terencana dan brutal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit demi sedikit ia dijepit. Akhirnya guru bangsa yang besar ini disingkirkan dari panggung kekuasaan. Ia pun wafat sebagai seorang tahanan politik yang miskin, di negeri yang kemerdekaannya dengan gigih ia perjuangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir hidup Bung Karno memang memilukan. Tetapi ajaran-ajarannya sebagai guru bangsa tetap relevan dan penting untuk negara-bangsa ini. Orang dapat belajar tidak hanya dari apa yang dikatakan, tetapi juga dari tindakan, berikut keunggulan dan kelemahannya. Kita berharap kaum muda negeri ini tak jemu untuk terus belajar dari sejarah, termasuk dari Bung Karno sebagai guru bangsa. (*Dr Baskara T Wardaya SJ Mengajar di Jurusan Sejarah Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta). ► e-ti&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dikutip dari:&lt;br /&gt;*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia) &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/581459784525408514-2892154446795467371?l=endonesia-raya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/feeds/2892154446795467371/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/biografi-soekarno-bung-karno-sebagai.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/2892154446795467371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/2892154446795467371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/biografi-soekarno-bung-karno-sebagai.html' title='Biografi Soekarno (Bung Karno sebagai Guru Bangsa)'/><author><name>ENDONESIA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ2dUm9qPsI/AAAAAAAAANk/-ctk94_rG_U/S220/EB.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-581459784525408514.post-1436469158222488850</id><published>2008-11-16T23:52:00.000-08:00</published><updated>2008-11-16T23:57:39.428-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Presiden RI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Story'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soekarno'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pahlawan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Proklamator'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biografi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Biografi Soekarno (Berdiri di Atas Kaki Sendiri)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Soekarno (Bung Karno) Presiden Pertama Republik Indonesia, 1945- 1966, menganut ideologi pembangunan ‘berdiri di atas kaki sendiri’. Proklamator yang lahir di Blitar, Jatim, 6 Juni 1901 ini dengan gagah mengejek Amerika Serikat dan negara kapitalis lainnya: “Go to hell with your aid.” Persetan dengan bantuanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengajak negara-nega-ra sedang berkembang (baru merdeka) bersatu. Pemimpin Besar Revolusi ini juga berhasil mengge-lorakan semangat revolusi bagi bangsanya, serta menjaga keutuhan NKRI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh pencinta seni ini memiliki slogan yang kuat menggantungkan cita-cita setinggi bintang untuk membawa rakyatnya menuju kehidupan sejahtera, adil makmur. Ideologi pembangunan yang dianut pria yang berasal dari keturunan bangsawan Jawa (Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo, suku Jawa dan ibunya bernama Ida Ayu Nyoman Rai, suku Bali), ini bila dilihat dari buku Pioneers in Development, kira-kira condong menganut ideologi pembangunan yang dilahirkan kaum ekonom yang tak mengenal kamus bahwa membangun suatu negeri harus mengemis kepada Barat. Tapi bagi mereka, haram hukumnya meminta-minta bantuan asing. Bersentuhan dengan negara Barat yang kaya, apalagi sampai meminta bantuan, justru mencelakakan si melarat (negara miskin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Bung Karno, yang ketika kecil bernama Kusno, ini tampaknya tak ada kisah manis bagi negara-negara miskin yang membangun dengan modal dan bantuan asing. Semua tetek bengek manajemen pembangunan yang diperbantukan dan arus teknologi modern yang dialihkan — agar si miskin jadi kaya dan mengejar Barat — hanyalah alat pengisap kekayaan si miskin yang membuatnya makin terbelakang.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Itulah Bung Karno yang berhasil menggelorakan semangat revolusi dan mengajak berdiri di atas kaki sendiri bagi bangsanya, walaupun belum sempat berhasil membawa rakyatnya dalam kehidupan yang sejahtera. Konsep “berdiri di atas kaki sendiri” memang belum sampai ke tujuan tetapi setidaknya berhasil memberikan kebanggaan pada eksistensi bangsa. Daripada berdiri di atas utang luar negeri yang terbukti menghadirkan ketergantungan dan ketidakberdayaan (noekolonialisme).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa kecil Bung Karno sudah diisi semangat kemandirian. Ia hanya beberapa tahun hidup bersama orang tua di Blitar. Semasa SD hingga tamat, ia tinggal di Surabaya, indekos di rumah Haji Oemar Said Tjokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat Islam. Kemudian melanjut di HBS (Hoogere Burger School). Saat belajar di HBS itu ia pun telah menggembleng jiwa nasio-nalismenya. Selepas lulus HBS tahun 1920, ia pindah ke Bandung dan me-lanjutkan ke THS (Technische Hooge-school atau Sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi ITB). Ia berhasil meraih gelar “Ir” pada 25 Mei 1926.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, ia merumuskan ajaran Marhaenisme dan mendirikan PNI (Partai Nasional lndonesia) pada 4 Juli 1927, dengan tujuan Indonesia Merdeka. Akibatnya, Belanda, si penjajah, menjebloskannya ke penjara Sukamiskin, Bandung pada 29 Desember 1929. Delapan bulan kemudian baru disidangkan. Dalam pembelaannya berjudul ‘Indonesia Menggugat’, dengan gagah berani ia menelanjangi kebobrokan Belanda, bangsa yang mengaku lebih maju itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelaannya itu membuat Belanda makin marah. Sehingga pada Juli 1930, PNI pun dibubarkan. Setelah bebas (1931), Bung Karno bergabung dengan Partindo dan sekaligus memimpinnya. Akibatnya, ia kembali ditangkap Belanda dan dibuang ke Ende, Flores, tahun 1933. Empat tahun kemudian dipindahkan ke Bengkulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Sebelumnya, ia juga berhasil merumuskan Pancasila yang kemudian menjadi dasar (ideologi) Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ia berupaya mempersatukan nusantara. Bahkan ia berusaha menghimpun bangsa-bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Latin dengan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 yang kemudian berkembang menjadi Gerakan Non Blok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberontakan G-30-S/PKI melahirkan krisis politik sangat hebat. Ia pun tak mau membubarkan PKI yang dituduh oleh mahasiswa dan TNI sebagai dalang kekejaman pembunuh para jenderal itu. Suasana politik makin kacau. Sehingga pada 11 Maret 1966 ia mengeluarkan surat perintah kepada Soeharto untuk mengendalikan situasi, yang kemudian dikenal dengan sebutan Supersemar. Tapi, inilah awal kejatuh-annya. Sebab Soeharto menggunakan Supersemar itu membubarkan PKI dan merebut simpati para politisi dan mahasiswa serta ‘merebut’ kekuasaan. MPR mengukuhkan Supersemar itu dan menolak pertanggungjawaban Soekarno serta mengangkat Soeharto sebagai Pejabat Presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Bung Karno ‘dipenjarakan’ di Wisma Yaso, Jakarta. Kesehatannya terus memburuk. Akhirnya, pada hari Minggu, 21 Juni 1970 ia meninggal dunia di RSPAD. Ia disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan dimakamkan di Blitar, Jawa Timur di dekat makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Paduka Yang Mulia Pemimpin Besar Revolusi ini meninggalkan 8 orang anak. Dari Fatmawati mendapatkan lima anak yaitu Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati, dan Guruh. Dari Hartini mendapat dua anak yaitu Taufan dan Bayu. Sedangkan dari Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto mendapatkan seorang putri yaitu Kartika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orator Ulung&lt;br /&gt;Presiden pertama RI itu pun dikenal sebagai orator yang ulung, yang dapat berpidato secara amat berapi-api tentang revolusi nasional, neokolonialis-me dan imperialisme. Ia juga amat percaya pada kekuatan massa, kekuatan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku ini bukan apa-apa kalau tanpa rakyat. Aku besar karena rakyat, aku berjuang karena rakyat dan aku penyambung lidah rakyat,” kata Bung Karno, dalam karyanya ‘Menggali Api Pancasila’. Suatu ungkapan yang cukup jujur dari seorang orator besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala berbahasa Bung Karno merupakan fenomena langka yang mengundang kagum banyak orang. Kemahirannya menggunakan bahasa dengan segala macam gayanya berhubungan dengan kepribadiannya. Hal ini tercermin dalam autobiografi, karangan-karangan dan buku-buku sejarah yang memuat sepak terjangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia adalah seorang cen-dekiawan yang meninggal-kan ratusan karya tulis dan beberapa naskah dra-ma yang mungkin hanya pernah dipentaskan di Ende, Flores. Kumpulan tulisannya sudah diterbit-kan dengan judul “Diba-wah Bendera Revolusi”, dua jilid. Jilid pertama boleh dikatakan paling menarik dan paling penting karena mewakili diri Soekarno sebagai Soekarno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari buku setebal kira-kira 630 halaman tersebut tulisan pertama yang bermula dari tahun 1926, dengan judul “Nasionalis-me, Islamisme, dan Marxisme” adalah paling menarik dan mungkin paling penting sebagai titik-tolak dalam upaya memahami Soekarno dalam gelora masa mudanya, seorang pemuda berumur 26 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kebesarannya, sang orator ulung dan penulis piawai, ini selalu membutuhkan dukungan orang lain. Ia tak tahan kesepian dan tak suka tempat tertutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir masa kekuasaannya, ia sering merasa kesepian. Dalam autobio-grafinya yang disusun oleh Cindy Adams, Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat itu, bercerita. “Aku tak tidur selama enam tahun. Aku tak dapat tidur barang sekejap. Kadang-kadang, di larut malam, aku menelepon seseorang yang dekat denganku seperti misalnya Subandrio, Wakil Perdana Menteri Satu dan kataku, ‘Bandrio datanglah ke tempat saya, temani saya, ceritakan padaku sesuatu yang ganjil, ceritakanlah suatu lelucon, berceritalah tentang apa saja asal jangan mengenai politik. Dan kalau saya tertidur, maafkanlah.... Untuk pertama kali dalam hidupku aku mulai makan obat tidur. Aku lelah. Terlalu lelah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bagian lain disebutkan, “Ditinjau secara keseluruhan maka jabatan presiden tak ubahnya seperti suatu pengasingan yang terpencil... Seringkali pikiran oranglah yang berubah-ubah, bukan pikiranmu... Mereka turut menciptakan pulau kesepian ini di sekelilingmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anti Imperialisme&lt;br /&gt;Pada 17 Mei 1956. Bung Karno mendapat kehormatan menyampaikan pidato di depan Kongres Amerika Serikat. Sebagaimana dilaporkan New York Times (halaman pertama) pada hari berikutnya, dalam pidato itu dengan gigih ia menyerang kolonialisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perjuangan dan pengorbanan yang telah kami lakukan demi pembebasan rakyat kami dari belenggu kolonialisme, telah berlangsung dari generasi ke generasi selama berabad-abad. Tetapi, perjuangan itu masih belum selesai. Bagaimana perjuangan itu bisa dikatakan selesai jika jutaan manusia di Asia maupun Afrika masih berada di bawah dominasi kolonial, masih belum bisa menikmati kemerdekaan?” pekik Soekarno ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hebatnya, meskipun pidato itu dengan keras menentang kolonialisme dan imperialisme, serta cukup kritis terhadap negara-negara Barat, ia mendapat sambutan luar biasa di Amerika Serikat (AS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pidato itu menunjukkan konsistensi pemikiran dan sikap-sikap Bung Karno yang sejak masa mudanya antikolonialisme. Terutama pada periode 1926-1933, semangat antikolonialisme dan anti-imperialisme itu sudah jelas dikedepankannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat jelas dan tegas ingatan kolektif dari pahitnya kolonialisme yang dilakukan negara asing yang kaya itu. Namun, kata dan fakta adalah dua hal yang berbeda, dan tak jarang saling bertolak belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soekarno dan para penggagas nasionalisme lainnya dipaksa bergulat di antara “kata” dan “fakta” politik yang dicoba dirajut namun ternyata tidak mudah, dan tak jarang menemui jalan buntu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soekarno yang rajin berkata-kata, antara lain mengenai gagasan besarnya menyatukan kaum nasionalis, agama dan komunis (1926) menemukan kenyataan yang sama sekali bertolak belakang, ketika ia mencobanya menjadi fakta. Begitu pula gagasan besarnya yang lain: marhaenisme, atau nasionalisme marhaenistis, yang matang dikonsepsikan pada tahun 1932. Bahkan, gagasannya mengenai Pancasila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh Kontroversial&lt;br /&gt;Sebagai sosok yang memiliki prinsip tegas, Bung Karno kerap dianggap sebagai tokoh kontroversial. Maka tak heran jika dia memiliki lawan maupun kawan yang berani secara terang-terangan mengritik maupun membela pandangannya. Di mata lawan-lawan politiknya di Tanah Air, ia dianggap mewakili sosok politisi kaum abangan yang “kurang islami”. Mereka bahkan menggolongkannya sebagai gembong kelompok “nasionalis sekuler”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, di mata Syeikh Mahmud Syaltut dari Cairo, penggali Pancasila itu adalah Qaida adzima min quwada harkat al-harir fii al-balad al-Islam (Pemimpin besar dari gerakan kemerdekaan di negeri-negeri Islam). Malahan, Demokrasi Terpimpin, yang di dalam negeri diperdebatkan, justru dipuji oleh syeikh al-Azhar itu sebagai, “lam yakun ila shuratu min shara asy syuraa’ allatiy ja’alha al-Qur’an sya’ana min syu’un al-mu’minin” (tidak lain hanyalah salah satu gambaran dari permusyawaratan yang dijadikan oleh Al Quran sebagai dasar bagi kaum beriman).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala memuncak ketegangan antara Israel dan negara-negara Arab soal status Palestina ketika itu, pers sensasional Arab menyambut Bung Karno, “Juara untuk kepentingan-kepentingan Arab telah tiba”. Begitu pula, Tahta Suci Vatikan memberikan tiga gelar penghargaan kepada presiden dari Republik yang mayoritas Muslim itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, pembelaan Bung Karno terhadap kaum tertindas tidak hanya untuk negerinya namun juga negeri lain. Itulah sebabnya, mengapa ia dipuja habis oleh bangsa Arab yang tengah menghadapi serangan Israel kala itu. Bung Karno dianggap sebagai pemimpin kaum Muslim. Padahal, di dalam negeri sendiri ia kerap dipandang lebih sebagai kaum abangan daripada kaum santri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, seberapa religiuskah Bung Karno? Bukankah ia juga dalam konsepsi Pancasila merumuskan sila Ketuhanan Yang Maha Esa? Sila yang menunjukkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk dan mengakui lima agama. Bagaimana mungkin merangkum visi lima agama itu dalam satu kalimat yang mendasar itu kalau si pembuat kalimat tidak memahami konteks kehidupan beragama di Indonesia secara benar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini elok dikutip pendapat Clifford Geertz Islam Observed (1982): “Gaya religius Soekarno adalah gaya Soekarno sendiri.” Betapa tidak? Kepada Louise Fischer, Bung Karno pernah mengaku bahwa ia sekaligus Muslim, Kristen, dan Hindu. Di mata pengamat seperti Geertz, pengakuan semacam itu dianggap sebagai “bergaya ekspansif seolah-olah hendak merangkul seluruh dunia”. Sebaliknya, ungkapan semacam itu-pada hemat BJ Boland dalam The Struggle of Islam in Modern Indonesia (1982)- “hanya merupakan perwujudan dari perasaan keagamaan sebagian besar rakyat Indonesia, khususnya Jawa”. Bagi penghayatan spiritual Timur, ucapan itu justru “merupakan keberanian untuk menyuarakan berbagai pemikiran yang mungkin bisa dituduh para agamawan formalis sebagai bidah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Politik&lt;br /&gt;Soekarno memiliki pandangan mengenai sistem politik yang didukungnya adalah yang paling “cocok” dengan “kepribadian” dan “budaya” khas bangsa Indonesia yang konon mementingkan kerja sama, gotong-royong, dan keselarasan. Dalam retorika, ia mengecam “individualisme” yang katanya lahir dari liberalisme Barat. Individualisme itu melahirkan egoisme, dan ini terutama dicerminkan oleh pertarungan antarpartai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ia mencetuskan Demokrasi Terpimpin. Dalam berpolitik Soekarno mementingkan politik mobilisasi massa, ia bersimpati pada gerakan-gerakan anti-imperialisme, dan mungkin sebagai salah satu konsekuensinya, penerimaannya pada Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai aktor politik yang sah, pendukung konsepsi demokrasi terpimpin. Jadi ia mencanangkan sistem politik yang berwatak anti-liberal dan curiga pada pluralisme politik. Ia mementingkan “persatuan” demi “revolusi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1950-an, Indonesia memang ditandai oleh ketidakstabilan politik yang disebabkan oleh sistem demokrasi parlementer. Sistem ini bersifat sangat liberal, dan didominasi oleh partai-partai politik yang menguasai parlemen. Pemilu 1955-yang dimenangkan empat kekuatan besar, Masyumi, Partai Nasional Indonesia (PNI), Nahdlatul Ulama (NU) serta PKI- hingga kini masih dianggap sebagai pemilu paling bebas dan bersih yang pernah dilaksanakan sepanjang sejarah Indonesia. Namun, di sisi lain dari sistem parlemen yang dikuasai partai itu adalah sering jatuh bangunnya kabinet yang dipimpin oleh perdana menteri. Selain itu, sejarah juga mencatat bahwa integritas nasional terus-menerus diancam oleh berbagai gerakan separatis, yakni DI/TI, PRRI/Permesta, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan ini membuat Soekarno makin curiga pada partai politik karena dia menganggap Masyumi, dan juga PSI, terlibat dalam beberapa pemberontakan daerah.&lt;br /&gt;Kemudian, Soekarno mendekritkan kembalinya Indonesia pada UUD 1945 karena kegagalan Konstituante untuk memutuskan UUD baru untuk Indonesia, akibat perdebatan berlarut-larut, terutama antara kekuatan nasionalis sekuler dan kekuatan Islam mengenai dasar negara. ► e-ti/crs, dari berbagai sumber&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/581459784525408514-1436469158222488850?l=endonesia-raya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/feeds/1436469158222488850/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/biografi-soekarno-berdiri-di-atas-kaki.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/1436469158222488850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/1436469158222488850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/biografi-soekarno-berdiri-di-atas-kaki.html' title='Biografi Soekarno (Berdiri di Atas Kaki Sendiri)'/><author><name>ENDONESIA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ2dUm9qPsI/AAAAAAAAANk/-ctk94_rG_U/S220/EB.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-581459784525408514.post-8916660190877270593</id><published>2008-11-16T23:44:00.000-08:00</published><updated>2008-11-17T00:15:17.669-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Presiden RI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Story'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soekarno'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pahlawan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Proklamator'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biografi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Biografi Ir. Soekarno</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SSEn--1VnKI/AAAAAAAAAGM/gi8TdSZlVn4/s1600-h/images2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269537001972276386" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 78px; CURSOR: hand; HEIGHT: 126px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SSEn--1VnKI/AAAAAAAAAGM/gi8TdSZlVn4/s400/images2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Nama:&lt;br /&gt;Ir. Soekarno&lt;br /&gt;Nama Panggilan:&lt;br /&gt;Bung Karno&lt;br /&gt;Nama Kecil:&lt;br /&gt;Kusno.&lt;br /&gt;Lahir:&lt;br /&gt;Blitar, Jatim, 6 Juni 1901&lt;br /&gt;Meninggal:&lt;br /&gt;Jakarta, 21 Juni 1970&lt;br /&gt;Makam:&lt;br /&gt;Blitar, Jawa Timur&lt;br /&gt;Gelar (Pahlawan):&lt;br /&gt;Proklamator&lt;br /&gt;Jabatan:&lt;br /&gt;Presiden RI Pertama (1945-1966)&lt;br /&gt;Isteri dan Anak:&lt;br /&gt;Tiga isteri delapan anak&lt;br /&gt;Isteri Fatmawati, anak: Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati dan Guruh&lt;br /&gt;Isteri Hartini, anak: Taufan dan Bayu&lt;br /&gt;Isteri Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto, anak: Kartika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah:&lt;br /&gt;Raden Soekemi Sosrodihardjo&lt;br /&gt;Ibu:&lt;br /&gt;Ida Ayu Nyoman Rai&lt;br /&gt;Pendidikan:&lt;br /&gt;HIS di Surabaya (indekos di rumah Haji Oemar Said Tokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat Islam)&lt;br /&gt;HBS (Hoogere Burger School) lulus tahun 1920&lt;br /&gt;THS (Technische Hoogeschool atau sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi ITB) di Bandung lulus 25 Mei 1926&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran:&lt;br /&gt;Marhaenisme&lt;br /&gt;Kegiatan Politik:&lt;br /&gt;Mendirikan PNI (Partai Nasional Indonesia) pada 4 Juli 1927&lt;br /&gt;Dipenjarakan di Sukamiskin, Bandung pada 29 Desember 1929&lt;br /&gt;Bergabung memimpin Partindo (1931)&lt;br /&gt;Dibuang ke Ende, Flores tahun 1933 dan Empat tahun kemudian dipindahkan ke Bengkulu.&lt;br /&gt;Merumuskan Pancasila 1 Juni 1945&lt;br /&gt;Bersama Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno yang biasa dipanggil Bung Karno, lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai. Semasa hidupnya, beliau mempunyai tiga istri dan dikaruniai delapan anak. Dari istri Fatmawati mempunyai anak Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati dan Guruh. Dari istri Hartini mempunyai Taufan dan Bayu, sedangkan dari istri Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto mempunyai anak Kartika.Masa kecil Soekarno hanya beberapa tahun hidup bersama orang tuanya di Blitar. Semasa SD hingga tamat, beliau tinggal di Surabaya, indekos di rumah Haji Oemar Said Tokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat Islam. Kemudian melanjutkan sekolah di HBS (Hoogere Burger School). Saat belajar di HBS itu, Soekarno telah menggembleng jiwa nasionalismenya. Selepas lulus HBS tahun 1920, pindah ke Bandung dan melanjut ke THS (Technische Hoogeschool atau sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi ITB).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ia berhasil meraih gelar "Ir" pada 25 Mei 1926.Kemudian, beliau merumuskan ajaran Marhaenisme dan mendirikan PNI (Partai Nasional lndonesia) pada 4 Juli 1927, dengan tujuan Indonesia Merdeka. Akibatnya, Belanda, memasukkannya ke penjara Sukamiskin, Bandung pada 29 Desember 1929. Delapan bulan kemudian baru disidangkan. Dalam pembelaannya berjudul Indonesia Menggugat, beliau menunjukkan kemurtadan Belanda, bangsa yang mengaku lebih maju itu. Pembelaannya itu membuat Belanda makin marah. Sehingga pada Juli 1930, PNI pun dibubarkan. Setelah bebas pada tahun 1931, Soekarno bergabung dengan Partindo dan sekaligus memimpinnya. Akibatnya, beliau kembali ditangkap Belanda dan dibuang ke Ende, Flores, tahun 1933.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat tahun kemudian dipindahkan ke Bengkulu.Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Dalam sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, Ir.Soekarno mengemukakan gagasan tentang dasar negara yang disebutnya Pancasila. Tanggal 17 Agustus 1945, Ir Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Dalam sidang PPKI, 18 Agustus 1945 Ir.Soekarno terpilih secara aklamasi sebagai Presiden Republik Indonesia yang pertama.Sebelumnya, beliau juga berhasil merumuskan Pancasila yang kemudian menjadi dasar (ideologi) Negara Kesatuan Republik Indonesia. Beliau berupaya mempersatukan nusantara. Bahkan Soekarno berusaha menghimpun bangsa-bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Latin dengan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 yang kemudian berkembang menjadi Gerakan Non Blok. Pemberontakan G-30-S/PKI melahirkan krisis politik hebat yang menyebabkan penolakan MPR atas pertanggungjawabannya. Sebaliknya MPR mengangkat Soeharto sebagai Pejabat Presiden. Kesehatannya terus memburuk, yang pada hari Minggu, 21 Juni 1970 ia meninggal dunia di RSPAD. Ia disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan dimakamkan di Blitar, Jatim di dekat makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Pemerintah menganugerahkannya sebagai "Pahlawan Proklamasi". (Dari Berbagai Sumber)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari: &lt;a href="http://thepow3rladiez.blogspot.com/"&gt;http://thepow3rladiez.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/581459784525408514-8916660190877270593?l=endonesia-raya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/feeds/8916660190877270593/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/biografi-ir-soekarno.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/8916660190877270593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/8916660190877270593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/biografi-ir-soekarno.html' title='Biografi Ir. Soekarno'/><author><name>ENDONESIA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ2dUm9qPsI/AAAAAAAAANk/-ctk94_rG_U/S220/EB.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SSEn--1VnKI/AAAAAAAAAGM/gi8TdSZlVn4/s72-c/images2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-581459784525408514.post-4507344599989241957</id><published>2008-11-15T07:07:00.000-08:00</published><updated>2008-11-15T07:09:19.127-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lagu Kebangsaan'/><title type='text'>Deskripsi Lagu Indonesia Raya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari susunan liriknya, merupakan soneta atau sajak 14 baris yang terdiri dari satu oktaf (atau dua kuatren) dan satu sekstet. Penggunaan bentuk ini dilihat sebagai "mendahului zaman" (avant garde), meskipun soneta sendiri sudah populer di Eropa semenjak era Renaisans. Rupanya penggunaan soneta tersebut mengilhami karena lima tahun setelah dia dikumandangkan, para seniman Angkatan Pujangga Baru mulai banyak menggunakan soneta sebagai bentuk ekspresi puitis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lirik Indonesia Raya merupakan seloka atau pantun berangkai, menyerupai cara empu Walmiki ketika menulis epik Ramayana. Dengan kekuatan liriknya itulah Indonesia Raya segera menjadi seloka sakti pemersatu bangsa, dan dengan semakin dilarang oleh Belanda, semakin kuatlah ia menjadi penyemangat dan perekat bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cornel Simanjuntak dalam majalah Arena telah menulis bahwa ada tekanan kata dan tekanan musik yang bertentangan dalam kata berseru dalam kalimat Marilah kita berseru. Seharusnya kata ini diucapkan berseru (tekanan pada suku ru). Tetapi karena tekanan melodinya, kata itu terpaksa dinyanyikan berseru (tekanan pada se). Selain itu, rentang nada pada Indonesia Raya secara umum terlalu besar untuk lagu yang ditujukan bagi banyak orang. Dibandingkan dengan lagu-lagu kebangsaan lain yang umumnya berdurasi setengah menit bahkan ada yang hanya 19 detik, Indonesia Raya memang jauh lebih panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara musikal, lagu ini telah dimuliakan — justru — oleh orang Belanda (atau Belgia) bernama Jos Cleber yang tutup usia tahun 1999. Setelah menerima permintaan Kepala Studio RRI Jakarta Jusuf Ronodipuro pada tahun 1950, Jos Cleber pun menyusun aransemen baru, yang penyempurnaannya ia lakukan setelah juga menerima masukan dari Presiden Soekarno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia Raya menjadi lagu kebangsaan yang agung, namun gagah berani (maestoso con bravura).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://id.wikipedia.org&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/581459784525408514-4507344599989241957?l=endonesia-raya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/feeds/4507344599989241957/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/deskripsi-lagu-indonesia-raya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/4507344599989241957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/4507344599989241957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/deskripsi-lagu-indonesia-raya.html' title='Deskripsi Lagu Indonesia Raya'/><author><name>ENDONESIA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ2dUm9qPsI/AAAAAAAAANk/-ctk94_rG_U/S220/EB.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-581459784525408514.post-4027347542570623303</id><published>2008-11-15T06:36:00.000-08:00</published><updated>2008-11-15T07:07:28.231-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Story'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lagu Kebangsaan'/><title type='text'>Sejarah Lagu Kebangsaan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika mempublikasikan Indonesia Raya tahun 1928, Wage Rudolf Soepratman dengan jelas menuliskan "lagu kebangsaan" di bawah judul Indonesia Raya. Teks lagu Indonesia Raya dipublikasikan pertama kali oleh suratkabar Sin Po.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dikumandangkan tahun 1928, pemerintah kolonial Hindia Belanda segera melarang penyebutan lagu kebangsaan bagi Indonesia Raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, para pemuda tidak gentar. Mereka ikuti lagu itu dengan mengucapkan "Mulia, Mulia!", bukan "Merdeka, Merdeka!" pada refrein. Akan tetapi, tetap saja mereka menganggap lagu itu sebagai lagu kebangsaan.[rujukan?]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya lagu Indonesia Raya selalu dinyanyikan pada setiap rapat partai-partai politik. Setelah Indonesia merdeka, lagu itu ditetapkan sebagai lagu Kebangsaan perlambang persatuan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pada saat menjelaskan hasil Festival Film Indonesia (FFI) 2006 yang kontroversial dan pada kompas tahun 1990-an, Remy Sylado, seorang budayawan dan seniman senior Indonesia mengatakan bahwa lagu Indonesia Raya merupakan jiplakan dari sebuah lagu yang diciptakan tahun 1600-an berjudul Lekka Lekka Pinda Pinda. Kaye A. Solapung, seorang pengamat musik, menanggap tulisan Remy dalam Kompas tanggal 22 Desember 1991. Ia mengatakan bahwa Remy hanya sekadar mengulang tuduhan Amir Pasaribu pada tahun 1950-an. Ia juga mengatakan dengan mengutip Amir Pasaribu bahwa dalam literatur musik, ada lagu Lekka Lekka Pinda Pinda di Belanda, begitu pula Boola-Boola di Amerika Serikat. Solapung kemudian membedah lagu-lagu itu. Menurutnya, lagu Boola-boola dan Lekka Lekka tidak sama persis dengan Indonesia Raya, dengan hanya delapan ketuk yang sama. Begitu juga dengan penggunaan Chord yang jelas berbeda. Sehingga, ia menyimpulkan bahwa Indonesia Raya tidak menjiplak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/581459784525408514-4027347542570623303?l=endonesia-raya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/feeds/4027347542570623303/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/sejarah-lagu-kebangsaan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/4027347542570623303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/4027347542570623303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/sejarah-lagu-kebangsaan.html' title='Sejarah Lagu Kebangsaan'/><author><name>ENDONESIA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ2dUm9qPsI/AAAAAAAAANk/-ctk94_rG_U/S220/EB.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-581459784525408514.post-1577087755460388250</id><published>2008-11-14T09:21:00.000-08:00</published><updated>2008-11-14T09:23:46.504-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rumusan Pancasila'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pancasila'/><title type='text'>Rumusan Pancasila</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pancasila sebagai dasar negara dari Negara Kesatuan Republik Indonesia telah diterima secara luas dan telah bersifat final. Hal ini kembali ditegaskan dalam Ketetapan MPR No XVIII/MPR/1998 tentang Pencabutan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia No. II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (Ekaprasetya Pancakarsa) dan Penetapan tentang Penegasan Pancasila sebagai Dasar Negara jo Ketetapan MPR No. I/MPR/2003 tentang Peninjauan Terhadap Materi dan Status Hukum Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara dan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Tahun 1960 sampai dengan Tahun 2002. Selain itu Pancasila sebagai dasar negara merupakan hasil kesepakatan bersama para Pendiri Bangsa yang kemudian sering disebut sebagai sebuah “Perjanjian Luhur” bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dibalik itu terdapat sejarah panjang perumusan sila-sila Pancasila dalam perjalanan ketata negaraan Indonesia. Sejarah ini begitu sensitif dan salah-salah bisa mengancam keutuhan Negara Indonesia. Hal ini dikarenakan begitu banyak polemik serta kontroversi yang akut dan berkepanjangan baik mengenai siapa pengusul pertama sampai dengan pencetus istilah Pancasila. Artikel ini sedapat mungkin menghindari polemik dan kontroversi tersebut. Oleh karena itu artikel ini lebih bersifat suatu "perbandingan" (bukan "pertandingan") antara rumusan satu dengan yang lain yang terdapat dalam dokumen-dokumen yang berbeda. Penempatan rumusan yang lebih awal tidak mengurangi kedudukan rumusan yang lebih akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kronik sejarah setidaknya ada beberapa rumusan Pancasila yang telah atau pernah muncul. Rumusan Pancasila yang satu dengan rumusan yang lain ada yang berbeda namun ada pula yang sama. Secara berturut turut akan dikemukakan rumusan dari Muh Yamin, Sukarno, Piagam Jakarta, Hasil BPUPKI, Hasil PPKI, Konstitusi RIS, UUD Sementara, UUD 1945 (Dekrit Presiden 5 Juli 1959), Versi Berbeda, dan Versi populer yang berkembang di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Rumusan I: Muh. Yamin, Mr.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sesi pertama persidangan BPUPKI yang dilaksanakan pada 29 Mei – 1 Juni 1945 beberapa anggota BPUPKI diminta untuk menyampaikan usulan mengenai bahan-bahan konstitusi dan rancangan “blue print” Negara Republik Indonesia yang akan didirikan. Pada tanggal 29 Mei 1945 Mr. Muh. Yamin menyampaikan usul dasar negara dihadapan sidang pleno BPUPKI baik dalam pidato maupun secara tertulis yang disampaikan kepada BPUPKI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Rumusan Pidato&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik dalam kerangka uraian pidato maupun dalam presentasi lisan Muh Yamin mengemukakan lima calon dasar negara yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Peri Kebangsaan&lt;br /&gt;2. Peri Kemanusiaan&lt;br /&gt;3. Peri ke-Tuhanan [sic!]&lt;br /&gt;4. Peri Kerakyatan&lt;br /&gt;5. Kesejahteraan Rakyat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Rumusan Tertulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain usulan lisan Muh Yamin tercatat menyampaikan usulan tertulis mengenai rancangan dasar negara. Usulan tertulis yang disampaikan kepada BPUPKI oleh Muh Yamin berbeda dengan rumusan kata-kata dan sistematikanya dengan yang dipresentasikan secara lisan, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ketuhanan Yang Maha Esa&lt;br /&gt;2. Kebangsaan Persatuan Indonesia&lt;br /&gt;3. Rasa Kemanusiaan yang Adil dan Beradab&lt;br /&gt;4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan [sic!]&lt;br /&gt;5. keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia [sic!]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Rumusan II: Sukarno, Ir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Muh Yamin, beberapa anggota BPUPKI juga menyampaikan usul dasar negara, diantaranya adalah Ir Sukarno[1]. Usul ini disampaikan pada 1 Juni 1945 yang kemudian dikenal sebagai hari lahir Pancasila. Usul Sukarno sebenarnya tidak hanya satu melainkan tiga buah usulan calon dasar negara yaitu lima prinsip, tiga prinsip, dan satu prinsip. Sukarno pula-lah yang mengemukakan dan menggunakan istilah “Pancasila” (secara harfiah berarti lima dasar) pada rumusannya ini atas saran seorang ahli bahasa (Muh Yamin) yang duduk di sebelah Sukarno. Oleh karena itu rumusan Sukarno di atas disebut dengan Pancasila, Trisila, dan Ekasila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Rumusan Pancasila&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kebangsaan Indonesia&lt;br /&gt;2. Internasionalisme,-atau peri-kemanusiaan [sic!]&lt;br /&gt;3. Mufakat,-atau demokrasi [sic!]&lt;br /&gt;4. Kesejahteraan sosial&lt;br /&gt;5. ke-Tuhanan yang berkebudayaan [sic!]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Rumusan Trisila&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Socio-nationalisme [sic!]&lt;br /&gt;2. Socio-demokratie [sic!]&lt;br /&gt;3. ke-Tuhanan [sic!]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Rumusan Ekasila&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Gotong-Royong [sic!]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Rumusan III: Piagam Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usulan-usulan blue print Negara Indonesia telah dikemukakan anggota-anggota BPUPKI pada sesi pertama yang berakhir tanggal 1 Juni 1945. Selama reses antara 2 Juni – 9 Juli 1945, delapan orang anggota BPUPKI ditunjuk sebagai panitia kecil yang bertugas untuk menampung dan menyelaraskan usul-usul anggota BPUPKI yang telah masuk. Pada 22 Juni 1945 panitia kecil tersebut mengadakan pertemuan dengan 38 anggota BPUPKI dalam rapat informal. Rapat tersebut memutuskan membentuk suatu panitia kecil berbeda (kemudian dikenal dengan sebutan "Panitia Sembilan") yang bertugas untuk menyelaraskan mengenai hubungan Negara dan Agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menentukan hubungan negara dan agama anggota BPUPKI terbelah antara golongan Islam yang menghendaki bentuk teokrasi Islam dengan golongan Kebangsaan yang menghendaki bentuk negara sekuler dimana negara sama sekali tidak diperbolehkan bergerak di bidang agama. Persetujuan di antara dua golongan yang dilakukan oleh Panitia Sembilan tercantum dalam sebuah dokumen “Rancangan Pembukaan Hukum Dasar”. Dokumen ini pula yang disebut Piagam Jakarta (Jakarta Charter) oleh Mr. Muh Yamin. Adapun rumusan rancangan dasar negara terdapat di akhir paragraf keempat dari dokumen “Rancangan Pembukaan Hukum Dasar” (paragraf 1-3 berisi rancangan pernyataan kemerdekaan/proklamasi/declaration of independence). Rumusan ini merupakan rumusan pertama sebagai hasil kesepakatan para "Pendiri Bangsa".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Rumusan kalimat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“… dengan berdasar kepada: ke-Tuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari'at Islam bagi pemeluk-pemeluknya, menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Alternatif pembacaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alternatif pembacaan rumusan kalimat rancangan dasar negara pada Piagam Jakarta dimaksudkan untuk memperjelas persetujuan kedua golongan dalam BPUPKI sebagaimana terekam dalam dokumen itu dengan menjadikan anak kalimat terakhir dalam paragraf keempat tersebut menjadi sub-sub anak kalimat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“… dengan berdasar kepada: ke-Tuhanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* [A] dengan kewajiban menjalankan syari'at Islam bagi pemeluk-pemeluknya, menurut dasar,&lt;br /&gt;* [A.1] kemanusiaan yang adil dan beradab,&lt;br /&gt;* [A.2] persatuan Indonesia, dan&lt;br /&gt;* [A.3] kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan[;] serta&lt;br /&gt;* [B] dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Rumusan dengan penomoran (utuh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya&lt;br /&gt;2. Menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab&lt;br /&gt;3. Persatuan Indonesia&lt;br /&gt;4. Dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan&lt;br /&gt;5. Serta dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Rumusan populer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Versi populer rumusan rancangan Pancasila menurut Piagam Jakarta yang beredar di masyarakat adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya&lt;br /&gt;2. Kemanusiaan yang adil dan beradab&lt;br /&gt;3. Persatuan Indonesia&lt;br /&gt;4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan&lt;br /&gt;5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Rumusan IV: BPUPKI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sesi kedua persidangan BPUPKI yang berlangsung pada 10-17 Juli 1945, dokumen “Rancangan Pembukaan Hukum Dasar” (baca Piagam Jakarta) dibahas kembali secara resmi dalam rapat pleno tanggal 10 dan 14 Juli 1945. Dokumen “Rancangan Pembukaan Hukum Dasar” tersebut dipecah dan diperluas menjadi dua buah dokumen berbeda yaitu Declaration of Independence (berasal dari paragraf 1-3 yang diperluas menjadi 12 paragraf) dan Pembukaan (berasal dari paragraf 4 tanpa perluasan sedikitpun). Rumusan yang diterima oleh rapat pleno BPUPKI tanggal 14 Juli 1945 hanya sedikit berbeda dengan rumusan Piagam Jakarta yaitu dengan menghilangkan kata “serta” dalam sub anak kalimat terakhir. Rumusan rancangan dasar negara hasil sidang BPUPKI, yang merupakan rumusan resmi pertama, jarang dikenal oleh masyarakat luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Rumusan kalimat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“… dengan berdasar kepada: ke-Tuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari'at Islam bagi pemeluk-pemeluknya, menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat-kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Rumusan dengan penomoran (utuh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya&lt;br /&gt;2. Menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab&lt;br /&gt;3. Persatuan Indonesia&lt;br /&gt;4. Dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat-kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan&lt;br /&gt;5. Dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Rumusan V: PPKI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyerahnya Kekaisaran Jepang yang mendadak dan diikuti dengan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang diumumkan sendiri oleh Bangsa Indonesia (lebih awal dari kesepakatan semula dengan Tentara Angkatan Darat XVI Jepang) menimbulkan situasi darurat yang harus segera diselesaikan. Sore hari tanggal 17 Agustus 1945, wakil-wakil dari Indonesia daerah Kaigun (Papua, Maluku, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Kalimantan), diantaranya A. A. Maramis, Mr., menemui Sukarno menyatakan keberatan dengan rumusan “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” untuk ikut disahkan menjadi bagian dasar negara. Untuk menjaga integrasi bangsa yang baru diproklamasikan, Sukarno segera menghubungi Hatta dan berdua menemui wakil-wakil golongan Islam. Semula, wakil golongan Islam, diantaranya Teuku Moh Hasan, Mr. Kasman Singodimedjo, dan Ki Bagus Hadikusumo, keberatan dengan usul penghapusan itu. Setelah diadakan konsultasi mendalam akhirnya mereka menyetujui penggantian rumusan “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” dengan rumusan “Ketuhanan Yang Maha Esa” sebagai sebuah “emergency exit” yang hanya bersifat sementara dan demi keutuhan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi harinya tanggal 18 Agustus 1945 usul penghilangan rumusan “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” dikemukakan dalam rapat pleno PPKI. Selain itu dalam rapat pleno terdapat usulan untuk menghilangkan frasa “menurut dasar” dari Ki Bagus Hadikusumo. Rumusan dasar negara yang terdapat dalam paragraf keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar ini merupakan rumusan resmi kedua dan nantinya akan dipakai oleh bangsa Indonesia hingga kini. UUD inilah yang nantinya dikenal dengan UUD 1945.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Rumusan kalimat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“… dengan berdasar kepada: ke-Tuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Rumusan dengan penomoran (utuh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. ke-Tuhanan Yang Maha Esa, [[sic!]]&lt;br /&gt;2. Kemanusiaan yang adil dan beradab,&lt;br /&gt;3. Persatuan Indonesia&lt;br /&gt;4. Dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan&lt;br /&gt;5. Serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Rumusan VI: Konstitusi RIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendudukan wilayah Indonesia oleh NICA menjadikan wilayah Republik Indonesi semakin kecil dan terdesak. Akhirnya pada akhir 1949 Republik Indonesia yang berpusat di Yogyakarta (RI Yogyakarta) terpaksa menerima bentuk negara federal yang disodorkan pemerintah kolonial Belanda dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS) dan hanya menjadi sebuah negara bagian saja. Walaupun UUD yang disahkan oleh PPKI pada 18 Agustus 1945 tetap berlaku bagi RI Yogyakarta, namun RIS sendiri mempunyai sebuah Konstitusi Federal (Konstitusi RIS) sebagai hasil permufakatan seluruh negara bagian dari RIS. Dalam Konstitusi RIS rumusan dasar negara terdapat dalam Mukaddimah (pembukaan) paragraf ketiga. Konstitusi RIS disetujui pada 14 Desember 1949 oleh enam belas negara bagian dan satuan kenegaraan yang tergabung dalam RIS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Rumusan kalimat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…, berdasar pengakuan ke-Tuhanan Yang Maha Esa, perikemanusiaan, kebangsaan, kerakyatan dan keadilan sosial.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Rumusan dengan penomoran (utuh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. ke-Tuhanan Yang Maha Esa,&lt;br /&gt;2. perikemanusiaan,&lt;br /&gt;3. kebangsaan,&lt;br /&gt;4. kerakyatan&lt;br /&gt;5. dan keadilan sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Rumusan VII: UUD Sementara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera setelah RIS berdiri, negara itu mulai menempuh jalan kehancuran. Hanya dalam hitungan bulan negara bagian RIS membubarkan diri dan bergabung dengan negara bagian RI Yogyakarta. Pada Mei 1950 hanya ada tiga negara bagian yang tetap eksis yaitu RI Yogyakarta, NIT[2], dan NST[3]. Setelah melalui beberapa pertemuan yang intensif RI Yogyakarta dan RIS, sebagai kuasa dari NIT dan NST, menyetujui pembentukan negara kesatuan dan mengadakan perubahan Konstitusi RIS menjadi UUD Sementara. Perubahan tersebut dilakukan dengan menerbitkan UU RIS No 7 Tahun 1950 tentang Perubahan Konstitusi Sementara Republik Indonesia Serikat menjadi Undang-Undang Dasar Sementara (LN RIS Tahun 1950 No 56, TLN RIS No 37) yang disahkan tanggal 15 Agustus 1950. Rumusan dasar negara kesatuan ini terdapat dalam paragraf keempat dari Mukaddimah (pembukaan) UUD Sementara Tahun 1950.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Rumusan kalimat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…, berdasar pengakuan ke-Tuhanan Yang Maha Esa, perikemanusiaan, kebangsaan, kerakyatan dan keadilan sosial, …”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Rumusan dengan penomoran (utuh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. ke-Tuhanan Yang Maha Esa,&lt;br /&gt;2. perikemanusiaan,&lt;br /&gt;3. kebangsaan,&lt;br /&gt;4. kerakyatan&lt;br /&gt;5. dan keadilan sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Rumusan VIII: UUD 1945&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan Konstituante untuk menyusun sebuah UUD yang akan menggantikan UUD Sementara yang disahkan 15 Agustus 1950 menimbulkan bahaya bagi keutuhan negara. Untuk itulah pada 5 Juli 1959 Presiden Indonesia saat itu, Sukarno, mengambil langkah mengeluarkan Dekrit Kepala Negara yang salah satu isinya menetapkan berlakunya kembali UUD yang disahkan oleh PPKI pada 18 Agustus 1945 menjadi UUD Negara Indonesia menggantikan UUD Sementara. Dengan pemberlakuan kembali UUD 1945 maka rumusan Pancasila yang terdapat dalam Pembukaan UUD kembali menjadi rumusan resmi yang digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumusan ini pula yang diterima oleh MPR, yang pernah menjadi lembaga tertinggi negara sebagai penjelmaan kedaulatan rakyat antara tahun 1960-2004, dalam berbagai produk ketetapannya, diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tap MPR No XVIII/MPR/1998 tentang Pencabutan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia No. II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (Ekaprasetya Pancakarsa) dan Penetapan tentang Penegasan Pancasila sebagai Dasar Negara, dan&lt;br /&gt;2. Tap MPR No III/MPR/2000 tentang Sumber Hukum dan Tata Urutan Peraturan Perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Rumusan kalimat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“… dengan berdasar kepada: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Rumusan dengan penomoran (utuh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ketuhanan Yang Maha Esa,&lt;br /&gt;2. Kemanusiaan yang adil dan beradab,&lt;br /&gt;3. Persatuan Indonesia&lt;br /&gt;4. Dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan&lt;br /&gt;5. Serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Rumusan IX: Versi Berbeda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mengutip secara utuh rumusan dalam UUD 1945, MPR pernah membuat rumusan yang agak sedikit berbeda. Rumusan ini terdapat dalam lampiran Ketetapan MPRS No. XX/MPRS/1966 tentang Memorandum DPR-GR mengenai Sumber Tertib Hukum Republik Indonesia dan Tata Urutan Peraturan Perundangan Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Rumusan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ketuhanan Yang Maha Esa,&lt;br /&gt;2. Kemanusiaan yang adil dan beradab,&lt;br /&gt;3. Persatuan Indonesia&lt;br /&gt;4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan&lt;br /&gt;5. Keadilan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Rumusan X: Versi Populer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumusan terakhir yang akan dikemukakan adalah rumusan yang beredar dan diterima secara luas oleh masyarakat. Rumusan Pancasila versi populer inilah yang dikenal secara umum dan diajarkan secara luas di dunia pendidikan sebagai rumusan dasar negara. Rumusan ini pada dasarnya sama dengan rumusan dalam UUD 1945, hanya saja menghilangkan kata “dan” serta frasa “serta dengan mewujudkan suatu” pada sub anak kalimat terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumusan ini pula yang terdapat dalam lampiran Tap MPR No II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (Ekaprasetya Pancakarsa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Rumusan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ketuhanan Yang Maha Esa,&lt;br /&gt;2. Kemanusiaan yang adil dan beradab,&lt;br /&gt;3. Persatuan Indonesia&lt;br /&gt;4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan&lt;br /&gt;5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Catatan Kaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. ^ Sidang Sesi I BPUPKI tidak hanya membahas mengenai calon dasar negara namun juga membahas hal yang lain. Tercatat dua anggota Moh. Hatta, Drs. dan Supomo, Mr. mendapat kesempatan berpidato yang agak panjang. Hatta berpidato mengenai perekonomian Indonesia sedangkan Supomo yang kelak menjadi arsitek UUD berbicara mengenai corak Negara Integralistik&lt;br /&gt;2. ^ Negara Indonesia Timur, wilayahnya meliputi Sulawesi dan pulau-pulau sekitarnya, Kepulauan Nusa Tenggara, dan seluruh kepulauan Maluku&lt;br /&gt;3. ^ Negara Sumatra Timur, wilayahnya meliputi bagian timur provinsi Sumut (sekarang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pancasila sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 adalah dasar negara dari Negara Kesatuan Republik Indonesia harus dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan bernegara” (Pasal 1 Ketetapan MPR No XVIII/MPR/1998 jo Ketetapan MPR No. I/MPR/2003 jo Pasal I Aturan Tambahan UUD 1945).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/581459784525408514-1577087755460388250?l=endonesia-raya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/feeds/1577087755460388250/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/rumusan-pancasila_14.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/1577087755460388250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/1577087755460388250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/rumusan-pancasila_14.html' title='Rumusan Pancasila'/><author><name>ENDONESIA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ2dUm9qPsI/AAAAAAAAANk/-ctk94_rG_U/S220/EB.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-581459784525408514.post-6274601620919562810</id><published>2008-11-14T08:44:00.000-08:00</published><updated>2008-11-14T08:58:53.351-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pancasila'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dasar Negara'/><title type='text'>Dasar Negara Republik Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:fFlLZJ4uWjXyJM:http://ideologipancasila.files.wordpress.com/2007/06/garuda-indonesia.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 113px; height: 123px;" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:fFlLZJ4uWjXyJM:http://ideologipancasila.files.wordpress.com/2007/06/garuda-indonesia.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;DASAR NEGARA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pancasila adalah filosofi dasar negara Indonesia yang berasal dari dua kata sansekerta, “panca” artinya lima, dan “sila” artinya dasar. Pancasila terdiri atas lima dasar yang berhubungan dan tidak dapat dipisahkan, adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Ketuhanan yang Maha Esa&lt;br /&gt;2.  Kemanusiaan yang adil dan beradab&lt;br /&gt;3.  Persatuan Indonesia&lt;br /&gt;4.  Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan&lt;br /&gt;5.  Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia merupakan negara demokrasi yang dalam pemerintahannya menganut sistem presidensiil, dan Pancasila ini merupakan jiwa dari demokrasi. Demokrasi yang didasarkan atas lima dasar tersebut dinamakan Demokrasi Pancasila. Dasar negara ini, dinyatakan oleh Presiden Soekarno (Presiden Indonesia yang pertama) dalam Proklamasi Kemerdekaan Negara Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.ri.go.id"&gt;RI OnLine&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/581459784525408514-6274601620919562810?l=endonesia-raya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/feeds/6274601620919562810/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/dasar-negara-republik-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/6274601620919562810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/6274601620919562810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/dasar-negara-republik-indonesia.html' title='Dasar Negara Republik Indonesia'/><author><name>ENDONESIA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ2dUm9qPsI/AAAAAAAAANk/-ctk94_rG_U/S220/EB.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-581459784525408514.post-5464297601606892691</id><published>2008-11-13T23:14:00.000-08:00</published><updated>2008-11-15T07:00:15.939-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lirik Lagu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lagu Kebangsaan'/><title type='text'>Lirik Lagu Indonesia Raya</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SR0rg8r4LiI/AAAAAAAAAGE/sPKdA9E0AeA/s1600-h/teks+lagu+RI.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268414984139320866" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 112px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SR0rg8r4LiI/AAAAAAAAAGE/sPKdA9E0AeA/s400/teks+lagu+RI.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikarang oleh &lt;strong&gt;Wage Rudolf Soepratman&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bait 1:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Indonesia tanah airku, Tanah tumpah darahku.&lt;br /&gt;Disanalah aku berdiri, Jadi pandu ibuku.&lt;br /&gt;Indonesia kebangsaanku, Bangsa dan Tanah Airku.&lt;br /&gt;Marilah kita berseru "Indonesia bersatu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiduplah tanahku, Hiduplah negriku,&lt;br /&gt;Bangsaku, Rakyatku, semuanya.&lt;br /&gt;Bangunlah jiwanya, Bangunlah badannya.&lt;br /&gt;Untuk Indonesia Raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Refrein:&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Indonesia Raya,&lt;br /&gt;Merdeka, Merdeka&lt;br /&gt;Tanahku, negriku yang kucinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia Raya,&lt;br /&gt;Merdeka, Merdeka&lt;br /&gt;Hiduplah Indonesia Raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia Raya,&lt;br /&gt;Merdeka, Merdeka&lt;br /&gt;Tanahku, negriku yang kucinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia Raya,&lt;br /&gt;Merdeka, Merdeka&lt;br /&gt;Hiduplah Indonesia Raya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bait 2:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Indonesia! Tanah yang mulia, Tanah kita yang kaya.&lt;br /&gt;Di sanalah aku berada Untuk slama-lamanya.&lt;br /&gt;Indonesia, Tanah pusaka, Pusaka Kita semuanya.&lt;br /&gt;Marilah kita mendoa, "Indonesia bahagia!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suburlah Tanahnya, Suburlah jiwanya,&lt;br /&gt;Bangsanya, Rakyatnya semuanya.&lt;br /&gt;Sadarlah hatinya, Sadarlah budinya.&lt;br /&gt;Untuk Indonesia Raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disambung dengan refrein&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bait 3:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Indonesia! Tanah yang suci, Tanah kita yang sakti.&lt;br /&gt;Disanalah aku berdiri menjaga ibu sejati.&lt;br /&gt;Indonesia! Tanah berseri, Tanah yang aku sayangi.&lt;br /&gt;Marilah kita berjanji: "Indonesia abadi!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slamatlah Rakyatnya, Slamatlah putranya,&lt;br /&gt;Pulaunya, lautnya semuanya.&lt;br /&gt;Majulah Negrinya, Majulah Pandunya.&lt;br /&gt;Untuk Indonesia Raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;disambung dengan refrein&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/581459784525408514-5464297601606892691?l=endonesia-raya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/feeds/5464297601606892691/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/lirik-lagu-indonesia-raya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/5464297601606892691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/5464297601606892691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/lirik-lagu-indonesia-raya.html' title='Lirik Lagu Indonesia Raya'/><author><name>ENDONESIA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ2dUm9qPsI/AAAAAAAAANk/-ctk94_rG_U/S220/EB.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SR0rg8r4LiI/AAAAAAAAAGE/sPKdA9E0AeA/s72-c/teks+lagu+RI.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-581459784525408514.post-7405880641019130330</id><published>2008-11-11T22:23:00.000-08:00</published><updated>2008-11-11T23:06:46.048-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thunderbird'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Email'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><title type='text'>Seting Thunderbird Alternatif Mail Client</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Thunderbird adalah salah satu aplikasi pengunduhan email yang dapat kita gunakan secara gratis. Thunderbird memeiliki berbagai versi yang dapat digunakan di sistem operasi seperti Windows, Linux dan Macintosh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah konfigurasi email:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tahap 1&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Instal Thunderbird terlebih dahulu. Bisanya akan muncul "Account Wizard" atau bisa langsung klik "Tools" &gt; "Account Setting" &gt; "Add Account". Pilih "Email Account" &gt; "Next".&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tahap 2&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian "Identity", isikan nama lengkap anda pada kotak "Your Name", lalu isikan alamat email kamu pada kotak "Email Address" &gt; "Next"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tahap 3&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian "Server Information", pilih "POP". Pada "Incoming Server" isi dengan pop.cbn.net.id , kemudian pada "Out Going Server" isi dengan smtp.cbn.net.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tahap 4&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian "User Name" kolom "Incoming User name" bisa kamu biarkan apa adanya atau kamu dapat menuliskan email kamu. Klik "Next"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tahap 5&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada "Account Name", pastikan email kamu ditulis dengan benar. Klik "Next" &gt; "Finish"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SELAMAT MENCOBA YAH.......&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/581459784525408514-7405880641019130330?l=endonesia-raya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/feeds/7405880641019130330/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/seting-thunderbird-alternatif-mail.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/7405880641019130330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/7405880641019130330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/seting-thunderbird-alternatif-mail.html' title='Seting Thunderbird Alternatif Mail Client'/><author><name>ENDONESIA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ2dUm9qPsI/AAAAAAAAANk/-ctk94_rG_U/S220/EB.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-581459784525408514.post-8253183167941431660</id><published>2008-11-10T20:12:00.000-08:00</published><updated>2008-11-10T20:17:34.496-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Undang - Undang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peraturan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UU'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pajak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tax'/><title type='text'>UU PPh Baru: UU No 36 tahun 2008</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Udang-undang No 36 tahun 2008 tentang : Perubahan keempat atas Undang-undang No 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan yang akan berlaku sejak 1 Januari 2009. Berdasarkan UU No 36 tahun 2008 ini, maka Undang Undang PPh yang berlaku di Indonesia sejak 1 Januari 2009 adalah : Undang-undang No 7 tahun 1983 yang telah telah diubah dengan UU No 36 tahun 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Download UU No 36 tahun 2008 beserta penjelasaanya:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mediafire.com/file/zddtm2twm1g/uu-36-2008[1].pdf"&gt;UU No.36 tahun 2008&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mediafire.com/file/z1ezw2yqe3n/pjls-uu-36-2008[1].pdf"&gt;Penjelasan UU No. 36 tahun 2008&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/581459784525408514-8253183167941431660?l=endonesia-raya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/feeds/8253183167941431660/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/uu-pph-baru-uu-no-36-tahun-2008.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/8253183167941431660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/8253183167941431660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/uu-pph-baru-uu-no-36-tahun-2008.html' title='UU PPh Baru: UU No 36 tahun 2008'/><author><name>ENDONESIA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ2dUm9qPsI/AAAAAAAAANk/-ctk94_rG_U/S220/EB.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-581459784525408514.post-5506454149095684388</id><published>2008-11-10T01:58:00.000-08:00</published><updated>2008-11-10T22:20:19.703-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Kisah Hidup Ku (Seri 1)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Seri 1: Malam yang menegangkan dan membingungkan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Purwaning Baskoro&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dok, dok, dok……Pak Hasnan, Pak Hasnan…… buka pintunya Pak, ada tamu….Dok, dok, dok , Bu Hasan …. Bu Hasnan……… Bu …ada tamu buka pintunya…… Dok, dok, dok Pak..Bu…. buka pintunya ada tamu. Yang aku ingat pada saat itu kondisi rumah sangat gelap karena Bapak selalu mematikan lampu dikala sedang tidur, dengan alasan menghemat minyak, namun ada sedikit cahaya masuk dari lubang – lubang gedek dari dinding rumah sehingga aku masih bisa melihat kondisi di dalam rumah. Aku melihat Bapak berdiri disamping tempat tidur. Tempat tidur kita saat itu bertingkat terbuat dari besi tua, aku dan adik ku yang bernama Aji tidur di atas, dan ke dua kakak ku Wiwi dan Ani tidur di bawah, sedangkan Bapak dan Mama tidur di lantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti gempa bumi, semakin lama aku semakin takut, karena rumah yang terbuat dari kayu, triplek dan gedek di gedor - gedor oleh banyak orang, membuat rumah menjadi bergetar seakan mau roboh. Aku hanya melihat Bapak yang memberikan tanda dengan cara meletakkan telunjuknya di mulutnya pertanda harus diam dan jangan bergerak. Memang tempat tidur ku saat itu jika bergerak sedikit, bunyinya sangat berisik seperti tikus mengerat dengan suara keras, wajarlah tempat tidur tua dari besi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya diam penuh rasa takut dan bingung, bayangkan saja rumah di gedor banyak orang karena ada tamu, tapi Bapak tidak mau membukakan pintu, dan semakin lama gedoran semakin keras, dan bahkan saya sempat melihat ada yang berusaha membuat lubang di dinding gedek, mereka semakin lama semakin merusak tapi untung tidak sampai rusak besar. Aku yang saat itu masih SD duduk di kelas 4, merasa bingung kenapa mereka sampai berani melakukan hal itu ?, apa salah Bapak dan Mama ? Kenapa mereka membangunkan Bapak dan Mama seperti halnya menggedor rumah maling ? aku kenal sekali suara – suara yang memanggil Bapak dan Mama adalah suara Pak RT dan tetangga ku juga, namun mengapa mereka semangat sekali membangunkan Bapak dan Mama hanya karena seorang tamu. Aku jadi berpikir sebenernya siapa tamu tersebut? Apakah pejabat yang datang? “Ah gak mungkin,” pikir ku dalam hati memang Bapak ku siapa, tukang taman kok di datangi pejabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira – kira lima belas menit berlalu, suara gaduh diluar rumah menjadi sunyi, sepertinya mereka putus asa, secara perlahan sepertinya mereka satu persatu pergi. Sampai orang terakhir yang berusaha membuat lubang di dinding gedek juga pergi. Aku mencoba bergerak untuk melihat Bapak, menunggu petunjuk apa yang harus aku lakukan. Ternyata Bapak menyuruhku untuk tidur kembali, aku berusaha bertanya “siapa Pak ?”, namun Bapak malah menyuruh ku untuk tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan paginya, kita sekeluarga terbiasa bangun subuh dan sholat subuh bersama. Biasanya setelah sholat subuh Bapak selalu membuka pintu dan jendela agar udara di dalam rumah berganti dengan udara yang segar dari alam yang sejuk. Dan Mama biasanya langsung mencuci, dan memasak nasi, sedangkan kita bergantian mandi. Biasanya yang mandi duluan adalah Kakak saya soalnya mereka perempuan mandinya agak lama, dan selanjudnya saya dan adik saya. Setelah mandi kita langsung sarapan, kira – kira pukul 06.00 pagi biasanya kita langsung berangkat sekolah, maklum karena kita berjalan kaki, dan perjalanan bisa memakan waktu setengah jam, kita berangkat lebih awal, sehingga masih ada waktu untuk istirahat sekitar tiga puluh menit, karena masuk ke kelas pukul 7.00 pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pada hari itu, semuanya berbeda. Setelah sholat subuh, mandi dan sarapan kita tidak boleh berangkat dulu, kata Bapak berangkatnya tunggu terang. Sedangkan Bapak yang biasanya membuka pintu dan jendela tidak membukanya serta mama yang biasanya mencuci di luar karena tempat cucian diluar, tidak boleh mencuci dulu. Aku jadi tambah bingung, begitu juga kakak dan adik ku. Kita semua menurut saja apa kata Bapak. Selama menunggu kami semua duduk di ruang depan, kami semua duduk di lantai beralaskan tikar pelastik, maklum dirumah tidak ada kursi apalagi sofa yang empuk, sedangkan mama sudah sibuk di dapur. Kakak ku duduk ala wanita dengan kaki dilipat ke samping sambil membaca buku pelajaran sebab saya tahu dia mau ujian siang ini. Sedangkan Aji duduk sambil kedua kakinya dilipat ke depan sehingga dia bisa memeluk kedua dengkulnya. Aku hanya duduk sila biasa sambil melihat Bapak. Bapak duduk bersimpuh dengan posisi badan tegak, namun terkadang dia menunduk. Saya memperhatikan dalam pancaran matanya seakan memandang sesuatu yang jauh yang seakan – akan dia tunggu kedatangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya sekitar jam 6.30 karena sudah terang kita baru bisa diijnkan keluar dan berangkat sekolah, “Yak, kalau mau jalan silahkan.” Kita pun langsung melompat berpamitan. Untunglah aku masih bisa sekolah, tadinya khawatir jika Bapak melarang sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pamit dan mencium tangan Bapak dan Mama, kita langsung berangkat bersama. Saya, dan kedua kakak saya Ani dan Wiwi kebetulan sekolah di tempat yang sama sehingga kami berangkat selalu bersama, sedangkan adik saya Aji sekolah di tempat lain dan masuk siang. Jadi hanya Aji serta Bapak dan Mama yang berada di rumah. Pada saat kami keluar banyak tetangga yang menanyakan kenapa semalem gak buka pintu ?, kenapa semalem gak keluar?. Kita bertiga hanya tersenyum saja tanpa menjawab satu patah kata pun. Saya sempat mendengar Mama ngobrol dengan tetangga dan menjelaskan kenapa semalem tidak keluar, namun karena sedang buru – buru saya tidak mendengar jelas pembicaraan mereka, yang saya ingat sewaktu menunggu antrian madi pagi Mama menanyakan bagaimana jika tetangga bertanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pa, nanti bagaimana aku njelasin sama tetangga kalau ada yang tanya ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau ada yang nanya, bilang saja, kata Pak Hasnan tidak menerima tamu di atas jam 9.00 malam!, kamu gak usah ngalor ngidul menjelaskannya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu Mama terlihat bingung dengan jawaban Bapak, seakan – akan tidak menjawab kebuntuan didalam pikiran Mama. Semalam sudah bingung paginya terlihat lebih bingung karena harus menjadi juru bicara keluarga kalau tetangga bertanya. Pagi itu walau pintu dan jendela sudah terbuka, Bapak tetap tidak beranjak dari duduknya sambil bersimpuh dan menghadap ke luar pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang jalan ke sekolah kita saling bertanya ada apa yah ? apa yang telah dilakukan oleh Bapak dan Mama sehingga semua orang menggedor rumah. Selama diperjalan kita pun yang biasanya bercanda, menjadi diem dan langkah kita pun tanpa kita sadari semakin dipercepat, sehingga kami keringatan semua. Kita sepakat pulang sekolah nanti untuk segera pulang, karena di batin kami sangat khawatir dengan kondisi Bapak dan Mama di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriiiiingggg………………. Bel sekolah tanda masuk berbunyi, “Duh alhamdulilah tidak terlambat. Hari ini adalah pelajaran agama islam, jujur pelajaran ini paling saya sebelin, soalnya saya tidak suka dengan gurunya. Saya sering ngedumel tentang sikap guru agama ini, karena apa yang diajarkan dengan sikapnya tidak sesuai,dan apa yang dia jelaskan tidak pernah menjawab pertanyaan batin saya. Memang sejak kecil saya sering mimpi yang aneh – aneh yang mebuat saya bertanya – Tanya. Saya meyakini bahwa mimpi saya itu memiliki makna. Namun setiap saya bertanya tentang mimpi selalu saja dipelesetkan oleh Pak Rahman, sehingga saya jadi kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Rahman, itulah namanya. Orangnya disiplin dan galak, tinggi kurus, agak bungkuk, warna kulitnya putih, matanya agak sipit walaupun bukan orang cina, dia asli orang Jakarta, saya biasa menyebutnya orang betawi, soalnya gaya bicaranya masih kental ala betawi. Dengan peci warna hitamnya serta jenggot yang panjang namun tidak lebat, tanpa kumis setiap pagi selau patroli keliling sekolah, memeriksa tiap kelas yang belum bersih, jika menemukan kelas yang belum bersih kenalah akibatnya, ceramah tanpa jadual akan digelar…”Kebersihan itu adalah sebagian dari iman…..itu adalah sunah Nabi……bla, bla, bla……..” Gerrrr….sebagian anak tertawa mendengar ceramah itu, dan meledak “Mang Enak……..” dan bahkan karena setiap pagi sering mendengar ceramah hal yang sama dan kalimat pembukanya pun juga sama, sebagian anak ada yang mengikuti ucapan Pak Rahman sambil bergaya seperti Pak Rahman, dan itu membuat anak – anak lain tertawa terbahak – bahak. Sedangkan murid yang terdapat di kelas itu, langsung lompat membersihkan apa yang bisa dibersihkan, walaupun mereka bukan petugas piket pagi. Namun karena berharap ceramah tanpa jadual ini cepat berhenti mereka rela saling membantu. Yah, ada baiknya juga kedisiplinan dan kegalakan Pak Rahman, soalnya anak yang tadinya males, bisa mendadak rajin seketika. Dan selain itu Pak Rahman terkenal dengan malaikat penjaga gerbang sekolah, soalnya setelah memeriksa kelas, dia langsung berdiri di gerbang sekolah memantau murid – murid yang pagi – pagi sudah nongkrong dan jajan di pinggir jalan. Alasan dia, karena tidak disiplin, “ datang ke sekolah itu langsung masuk ke kelas, bukannya nongkrong di pinggir jalan.” Begitulah kata Pak Rahman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama di kelas aku tidak konsen dengan pelajaran, karena pikiran selalu menuju ke rumah membayangkan apa yang sedang terjadi dan berdoa semoga tidak terjadi apa – apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukk…… “aduh !” Teriak ku sambil mengipas – ngipas debu kapur yang berterbangan di muka ku. Muka dan rambut ku mendadak putih seketika karena lemparan pengapus busa papan tulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagas ! apa yang kamu pikirin?!”; “Pagi – pagi dah bengong ,ayam tetangga saya mati gara – gara nyebarang jalan sambil bengong” ; Gerrrr……semua anak di kelas pada tertawa. Itulah yang saya kurang suka dari Pak Rahman, sebab kalau ngomong itu tidak disaring, saya dibandingkan dengan ayam saja masih bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“maju berdiri di depan !”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yah Pak jangan dong……” Aku berusaha menawar dengan ekspresi melas berharap dikasihani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maju ! gak ada tawar menawar emangnya di pasar apa, salah sendiri kenapa tidak memperhatikan, mungkin kalau di depan kamu bisa lebih memperhatikan !”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya berdiri juga di depan, memang Pak Rahman tidak mengenal kata negosiasi, bahkan nilai ulangan saja tidak ada kata perbaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu sedang membahasa tentang rukun iman. Pak Rahman sedang membahas tentang surga dan neraka. Sambil berdiri saya terus mendengarkan, sebab pembahasan hari ini lumayan menarik. Dalam penjelasan Pak Rahman, neraka itu sangat menyeramkan, dan menakutkan sedangkan surga sangat menggiurkan. Pak Rahman dalam menjelaskan Surga itu bak, sebuah negeri dongeng yang begitu indah, sungai mengalir air susu , madu dan sungguh manis rasa dalam bayangan saya, tanpa saya sadari saya nyelutuk “banyak semut dong Pak ……” Gerrrrr….. anak – anak pun tertawa , untung saat itu sudah mau selesai dan bunyi bel pergantian pelajaran terdengar akhirnya saya selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku pulang lebih awal, soalnya kakak ku pulangnya lebih sore sebab kelas 5 dan 6 pulang sekitar jam tiga an, sedangkan saya jam 12 siang sudah pulang. Segera saya lari menuju kerumah, sesampai di rumah, suasana di rumah biasa – biasa aja namun sepi, duh syukurlah dalam hati kecil ku, tidak nampak ada tanda – tanda bekas kegaduhan. Aku berusaha mencari Mama, “Ma…….Assalamualikum……” di dalam rumah tidak ada siapa – siapa, aku berusaha mencari ke tempat cucian juga tidak ada, “waduh…pada kemana yah…..?” Mendadak aku mendengar ada yang datang, aku langsung berlari menuju depan, akhirnya aku menemukan Mama, yang ternyata baru datang dari warung dengan membawa belanjaan. Aku langsung memeluknya dan mencium tangannya. Sambil menguntit ke dapur aku bartanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ma…gak ada kejadian apa – apa lagi kan pagi tadi?” Tanyaku dengan ekspresi kelaparan sambil menyopot baju dan sepatu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gak ada, sudah gak usah dipikiri ! ini urusan orang tua, tugas kamu yang harus dipikirin adalah belajar! “ Mama menjawab dengan tegas, sambil meyiapkan makan siang ku, maklum bukannya aku anak manja tapi karena makanan harus dibagi, agar kakak ku jika pulang nanti masih kebagian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai hari – hari berikutnya aku berusaha mencari tahu, namun tidak pernah menemukanjawaban tentang kejadian semalam itu, yang sempat aku dengar dari omongan tetanga dan Aji adik saya kebetulan dia masuk siang jadi mengetahui apa yang terjadi setelah saya dan kakak saya pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata pada saat saya dan kakak saya pergi, tamu semalam datang lagi, kata adik ku, ada 2 atau 3 orang dan membawa Bapak naik Jip, entah siapa dia, semua orang tidak ada yang tahu dan yang aku dengar dari kakak ku katanya Bapak di turunkan di daerah perumahan Pondok Indah, dan jalan kaki pulang ke rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/581459784525408514-5506454149095684388?l=endonesia-raya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/feeds/5506454149095684388/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/kisah-hidup-ku.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/5506454149095684388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/5506454149095684388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/kisah-hidup-ku.html' title='Kisah Hidup Ku (Seri 1)'/><author><name>ENDONESIA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ2dUm9qPsI/AAAAAAAAANk/-ctk94_rG_U/S220/EB.bmp'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-581459784525408514.post-3515839808749386604</id><published>2008-11-10T01:43:00.000-08:00</published><updated>2008-11-10T01:50:58.338-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dongeng'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Story'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>NEGERI ORIZATI</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Alkisah di sebuah emperium negeri antah berantah&lt;br /&gt;Oleh : &lt;a href="http://www.blogger.com/purwaning.baskoro@yahoo.co.uk"&gt;Purwaning Baskoro&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah di sebuah emperium negeri antah berantah, terdapat negeri yang bernama orizati. Negeri orizati ini sungguh indah dan elok. Hutan membentang nan hijau, laut menghampar nan biru, Sungai bening bergemericik, nyiur melambai bak menari. Sungguh indah nanpermai negeri dongeng yang bernama orizati ini. Tanah yang subur, membuat segala tanaman dapat tumbuh. Bahkan kayupun dapat menjadi tanaman hanya dengan ditancapkan. Buah - buahan sungguh beraneka macam, tumbuh tumbuhan sungguh beragam, hewan dan makhluk hidup lainnya pun kaya akan jenisnya, serta udara yang sejuk dan bersih menyelimuti negeri ini. Jika digambarkan negeri Orizati ini, bak surga dunia di negeri antah berantah. Karena bak surga dunia, negeri ini menjadi incaran negeri - negeri lainnya untuk dapat menguasai. Maka tak heran, negeri ini bergonta ganti diserang, dijajah oleh negeri lain agar dapat dikuasi. Alhasil negeri ini lebih dari 300 tahun di kuasi oleh negeri asing.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat negeri orizati ini, memiliki karakter heterogen, Religius, bersahabat, rukun, tenggang rasa, saling tolong menolong, pemaaf tidak pendendam, bahkan dapat dikatakan prinsip mereka itu yang penting kumpul. Makan tidak makan yang penting kumpul dan bersama. Karena kondisi inilah Negeri asing memanfaatkan sisi baik masyarakat negeri Orizati, sehingga mereka dapat menipu bangsa Orizati. Selama lebih 300 tahun bangsa Orizati juga melakukan perlawanan, namun sia - sia, karena kekutan musuh yg besar sangat tidak sebanding. Namun akhirnya Bangsa orizati mampu bebas dari belenggu penjajahan negeri asing, sehingga negeri Orizati memiliki hari kemerdekaan yang selalu dirayakan. Bangsa Orizati meyakini bahwa kemerdekaan ini merupakan rahmat dari Tuhan yang Maha Esa. Sebab dengan bantuan Nya lah Bangsa Orizati dapat merdeka. Sehingga apa yang dihadapai kelak dalam pembangunan yang berkelanjutan Bangsa Orizati mengharapkan Rahmat dan Rido Tuhan yang Maha Esa pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari semua itu, bangsa Orizati memiliki idiologi negeri yang memiliki unsur utama adalah Ketuhanan. Lalu karena bangsa Orizati pernah merasakan kebiadaban dari negeri asing pada saat dijajah, maka setelah merdeka ini bangsa Orizati menginginkan prilaku yang manusiawi dan berperikemanusaan terhadap setiap warga di negeri Orizati pada khususnya dan seluruh bangsa di negeri antah berantah pada umumnya, sehingga unsur idiologi berikutnya adalah Kemanusiaan. Lalu karena bangsa Orizati merasakan jika berjuang dengan bersatu itu sangat efektif, maka idiologi beikutnya dalam menghadapi pembangunan adalah Persatuan, Dengan persatuan ini maka perjuangan akan lebih ringan namun selain bersatu Bangsa Orizati dalam menyelesaikan masalah menginginkan suatu mufakat bersama, sehingga tidak ada yang saling menyalahkan, sehingga unsur berikutnya adalah Musyawarah untuk Mufakat, Dari semua itu Bangsa Orizati dalam menjalankan roda kehidupannya menginginkan keadilan, sebab selama 300 tahun mereka rindu akan keadilan, sehingga unsur terakhir dari idiologi Negeri Orizati adalah Keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lengkap sudah sesungguhnya Negeri Orizati ini. Sebab negeri ini memiliki alam yang luas, indah, subur memiliki sumber alam yang kaya. Masyarakatnya memiliki karakter heterogen, Religius, bersahabat, rukun, tenggang rasa, saling tolong menolong, pemaaf tidak pendendam, dan yang terakhir negeri ini memiliki idiologi yang sangat bagus, yaitu Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Musayawarah untuk Mufakaat, dan Keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus belalu pembangunan semakin maju dan berkembang dan bahkan dapat dikatakan hampir mandiri, namun seiring waktu yang berjalan satu persatu pendiri dan pejuang yang berjuang dalam mempertahankan negeri Orizati ini meninggal dunia, dan secara hukum alam, maka kekuasaan akan turun pada generasi muda negeri Orizati. Namun sungguh ironis, dan menyedihkan. Kondisi saat ini sangat bertolak belakang dengan kondisi sebelumnya. Baik dari sisi alam, sumber daya alam, bahkan sampai pada implementasi idiologi yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutan yang dulu nan hijau, kini gundul dan gersang, sungai dulu yang bening kini keruh dan mendangkal, hewan dulu yang beraneka macam kini punah perlahan karena diburu, dan bahkan tanaman sulit sekali tumbuh, dikarenakan tanahnya tandus. Hutan yang merupakan milik negeri untuk kemaslahatan umat, kini dibagi - bagi kepada para pengusaha hutan oleh penguasa, air yang merupakan kebutuhan hajat hidup orang banyak, kini dikelola oleh sekelompok pengusaha dengan seijin penguasa, dan bahkan untuk mendapatkan air bersihpun sangat sulit saat ini di negeri Orizati. Dan yang paling parah, idiologi yang dimiliki hanya sebatas pajangan saja, dan bahkan saat ini ingin di ganti dengan alasan sudah tidak sesuai dengan zaman dan diganti yang lebih modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketuhanan, kini masyarakat Orizati tidak lagi mengharapkan Rahmat Tuhan, namun lebih suka dengan Rahmat Dukun, Paranormal, dan Ahli sepirituil lainnya. Tuhan telah dikesampingkan oleh Bangsa Negeri Orizati, dan bahkan sudah dibuang (mungkin). Kemanusiaan, kini tidak ada lagi unsur tersebut. yang ada adalah hukum rimba, yang kuat dialah yang menang dan yang lemah akan tertindas, terhina, dan bahkan terjajah oleh bangsa sendiri. Seperti halnya memakan diri sendiri. Tidak adalagi tenggang rasa, saling menghargai, saling membantu dan pemaaf. Yang ada adalah saling membunuh, membantai, menyerang, menghina, dendam, permusuhan, yang semua itu dilakukan oleh bangsa Orizati terhadap bangsa Orizati sendiri. Persatuan, Tidak adalagi unsur persatuan. Semuanya mementingkan diri sendiri. Musyawarah untuk Mufakat, Sudah tidak ada lagi. Pendapat yang didengar adalah pendapat pihak yang berkuasa atau pihak yang kaya raya. Pihak yang lemah suaranya tidak pernah di dengar. Keadilan , Unsur yang terakhir ini jelas saat ini TIDAK ADA lagi. Sebab yang ada adalah hukum Rimba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang saat ini terjadi di Negeri Orizati. Dan karena semua itu, bencana bertubi - tubi datang menerjang Negeri Orizati. Banjir bandang dan tanah longsor, gempa bumi, gunung meletus, angin puting beliung, sunami, banjir air laut (ROB), bahkan negeri Orizati yang dahulunya terkenal dengan surga dunia karena keindahan alamnya kini menjadi Negeri Neraka atau Negeri Bencana karena negeri yang memiliki bencana paling lengkap dan paling banyak adalah negeri Orizati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ironisnya, walaupun bencana sudah datang dan bertubi - tubi datang masih saja bangsa Orizati belum sadar akan teguran Tuhan atas perbuatannya, baik terhadap alam maupun lainnya dan yang utama terhadap penghiatan idiologi Ketuhanan. Dan saat ini terlihat bahwa unsur kekuatan Tuhan atas perjuangan dan pembangunan ini mulai digeser dan bahkan diganti. Bangsa Orizati berpikir bahwa keberhasilan selama ini adalah usaha giat dan kerja keras mereka sendiri tanpa ada pertolangan dari siapa pun, sehingga bangsa Orizati berhak atas semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang terjadi saat ini, Negeri dan Bangsa Orizati Telah Lupa Diri. Mereka lupa bahwa masih ada generasi berikutnya yang akan muncul untuk menggantikan mereka saat ini. Mereka lupa dan bahkan tidak mahu tahu akan nasib Negeri Orizati dikemudian hari. Mereka lupa akan jasa pendahulu mereka yang mengorbakan darah dan nyawa untuk kelangsungan Negeri Orizati. Yang mereka pikirkan saat ini adalah ambisi untuk memikirkan keluarga sendiri, kelompok sendiri dan golongan sendiri, yang secara tidak langsung sikap mereka seperti Penjajah dari Negeri asing yang menjajah pada saat lalu, namun bedanya saat ini Bangsa Orizati sebagai penjajah yang menjajah Bangsa sendiri. (PB2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(Tulisan ini tidak bersifat menyinggung, ataupun menginterfensi. Kisah ini hanyalah sebuah kisah dongeng untuk dijadikan renungan yang jika terdapat kemiripan ataupun kesamaan mohon dimaafkan dan harap maklum)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/581459784525408514-3515839808749386604?l=endonesia-raya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/feeds/3515839808749386604/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/negeri-orizati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/3515839808749386604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/3515839808749386604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/negeri-orizati.html' title='NEGERI ORIZATI'/><author><name>ENDONESIA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ2dUm9qPsI/AAAAAAAAANk/-ctk94_rG_U/S220/EB.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-581459784525408514.post-5357219844522898250</id><published>2008-11-10T01:24:00.000-08:00</published><updated>2008-11-10T01:54:34.639-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Undang - Undang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peraturan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UU'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pajak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tax'/><title type='text'>Tarif Pajak Penghasilan pasal 23 (PPh 23)</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SRgCKJCFJZI/AAAAAAAAABQ/nq-TIIz7I5A/s1600-h/pph23+-+1-4.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266962137456387474" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 188px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SRgCKJCFJZI/AAAAAAAAABQ/nq-TIIz7I5A/s400/pph23+-+1-4.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SRgCJlswR4I/AAAAAAAAABI/fSpysjtFse4/s1600-h/pph23+-+1-11.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266962127971698562" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 398px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SRgCJlswR4I/AAAAAAAAABI/fSpysjtFse4/s400/pph23+-+1-11.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SRgCJbZNwbI/AAAAAAAAABA/dk86CZS66ZQ/s1600-h/pph23+-+12-31.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266962125205389746" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 395px; CURSOR: hand; HEIGHT: 399px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SRgCJbZNwbI/AAAAAAAAABA/dk86CZS66ZQ/s400/pph23+-+12-31.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SRgCI6P6xxI/AAAAAAAAAA4/mAgzwUlhtE0/s1600-h/pph23+-+32-47.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266962116308027154" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 269px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SRgCI6P6xxI/AAAAAAAAAA4/mAgzwUlhtE0/s400/pph23+-+32-47.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/581459784525408514-5357219844522898250?l=endonesia-raya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/feeds/5357219844522898250/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/tarif-pajak-penghasilan-pasal-23-pph-23.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/5357219844522898250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/5357219844522898250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/tarif-pajak-penghasilan-pasal-23-pph-23.html' title='Tarif Pajak Penghasilan pasal 23 (PPh 23)'/><author><name>ENDONESIA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ2dUm9qPsI/AAAAAAAAANk/-ctk94_rG_U/S220/EB.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SRgCKJCFJZI/AAAAAAAAABQ/nq-TIIz7I5A/s72-c/pph23+-+1-4.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-581459784525408514.post-6279216755529314800</id><published>2008-11-10T00:56:00.000-08:00</published><updated>2008-11-10T01:00:43.953-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Undang - Undang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peraturan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UU'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pornografi'/><title type='text'>UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG PORNOGRAFI</title><content type='html'>Ini dia isi dari UU Pornografi yang beberapa hari yang lalu telah disahkan oleh DPR. Walaupun demikian UU Pornografi ini masih menyisakan kotroversial dikalangan masyarakat. Untuk jelasnya silahkan baca UU tersebut di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG PORNOGRAFI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;KETENTUAN UMUM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:&lt;br /&gt;1.Pornografi adalah materi seksualitas yang dibuat oleh manusia dalam bentuk gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, syair, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan komunikasi lain melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang dapat membangkitkan hasrat seksual dan/atau melanggar nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat.&lt;br /&gt;2.Jasa pornografi adalah segala jenis layanan pornografi yang disediakan oleh orang perseorangan atau korporasi melalui pertunjukan langsung, televisi kabel, televisi teresterial, radio, telepon, internet, dan komunikasi elektronik lainnya serta surat kabar, majalah, dan barang cetakan lainnya.&lt;br /&gt;3.Setiap orang adalah orang perseorangan atau korporasi, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum.&lt;br /&gt;4.Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun.&lt;br /&gt;5.Pemerintah adalah Pemerintah Pusat yang dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.&lt;br /&gt;6.Pemerintah Daerah adalah Gubernur, Bupati, atau Walikota, dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaturan pornografi berasaskan Ketuhanan Yang Maha Esa, penghormatan terhadap harkat dan martabat kemanusiaan, kebhinnekaan, kepastian hukum, nondiskriminasi, dan perlindungan terhadap warga negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaturan pornografi bertujuan:&lt;br /&gt;a.mewujudkan dan memelihara tatanan kehidupan masyarakat yang beretika, berkepribadian luhur, menjunjung tinggi nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, serta menghormati harkat dan martabat kemanusiaan;&lt;br /&gt;b.memberikan pembinaan dan pendidikan terhadap moral dan akhlak masyarakat;&lt;br /&gt;c.memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi warga negara dari pornografi, terutama bagi anak dan perempuan; dan&lt;br /&gt;d.mencegah berkembangnya pornografi dan komersialisasi seks di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;LARANGAN DAN PEMBATASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Setiap orang dilarang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi yang memuat:&lt;br /&gt;a.persenggamaan, termasuk persenggamaan yang menyimpang;&lt;br /&gt;b.kekerasan seksual;&lt;br /&gt;c.masturbasi atau onani;&lt;br /&gt;d.ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan; atau&lt;br /&gt;e.alat kelamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Setiap orang dilarang menyediakan jasa pornografi yang:&lt;br /&gt;a. menyajikan secara eksplisit ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan;&lt;br /&gt;b. menyajikan secara eksplisit alat kelamin;&lt;br /&gt;c. mengeksploitasi atau memamerkan aktivitas seksual; atau&lt;br /&gt;d. menawarkan atau mengiklankan, baik langsung maupun tidak langsung layanan seksual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang dilarang meminjamkan atau mengunduh pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang dilarang memperdengarkan, mempertontonkan, memanfaatkan, memiliki, atau menyimpan produk pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1), kecuali yang diberi kewenangan oleh perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang dilarang mendanai atau memfasilitasi perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang dilarang dengan sengaja atau atas persetujuan dirinya menjadi objek atau model yang mengandung muatan pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang dilarang menjadikan orang lain sebagai objek atau model yang mengandung muatan pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang dilarang mempertontonkan diri atau orang lain dalam pertunjukan atau di muka umum yang menggambarkan ketelanjangan, eksploitasi seksual, persenggamaan, atau yang bermuatan pornografi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang dilarang melibatkan anak dalam kegiatan dan/atau sebagai objek sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, Pasal 5, Pasal 6, Pasal 8, Pasal 9, atau Pasal 10.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang dilarang mengajak, membujuk, memanfaatkan, membiarkan, menyalahgunakan kekuasaan atau memaksa anak dalam menggunakan produk atau jasa pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi yang memuat selain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) wajib mendasarkan pada peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dilakukan di tempat dan dengan cara khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan materi seksualitas dapat dilakukan untuk kepentingan dan memiliki nilai:&lt;br /&gt;a.seni dan budaya;&lt;br /&gt;b.adat istiadat; dan&lt;br /&gt;c.ritual tradisional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 15&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketentuan mengenai syarat dan tata cara perizinan pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan produk pornografi untuk tujuan dan kepentingan pendidikan dan pelayanan kesehatan dan pelaksanaan ketentuan Pasal 13 diatur dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;PERLINDUNGAN ANAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 16&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang berkewajiban melindungi anak dari pengaruh pornografi dan mencegah akses anak terhadap informasi pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Pemerintah, lembaga sosial, lembaga pendidikan, lembaga keagamaan, keluarga, dan/atau masyarakat berkewajiban memberikan pembinaan, pendampingan, serta pemulihan sosial, kesehatan fisik dan mental bagi setiap anak yang menjadi korban atau pelaku pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Ketentuan mengenai pembinaan, pendampingan, serta pemulihan sosial, kesehatan fisik dan mental sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;PENCEGAHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Kesatu&lt;br /&gt;Peran Pemerintah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib melakukan pencegahan pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 19&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melakukan pencegahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18, Pemerintah berwenang:&lt;br /&gt;a.melakukan pemutusan jaringan pembuatan dan penyebarluasan produk pornografi atau jasa pornografi, termasuk pemblokiran pornografi melalui internet;&lt;br /&gt;b.melakukan pengawasan terhadap pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi; dan&lt;br /&gt;c.melakukan kerja sama dan koordinasi dengan berbagai pihak, baik dari dalam maupun dari luar negeri, dalam pencegahan pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 20&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melakukan upaya pencegahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18, Pemerintah Daerah berwenang:&lt;br /&gt;a.melakukan pemutusan jaringan pembuatan dan penyebarluasan produk pornografi atau jasa pornografi, termasuk pemblokiran pornografi melalui internet di wilayahnya;&lt;br /&gt;b.melakukan pengawasan terhadap pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi di wilayahnya;&lt;br /&gt;c.melakukan kerja sama dan koordinasi dengan berbagai pihak dalam pencegahan pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi di wilayahnya; dan&lt;br /&gt;d.mengembangkan sistem komunikasi, informasi, dan edukasi dalam rangka pencegahan pornografi di wilayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Kedua&lt;br /&gt;Peran Serta Masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat dapat berperan serta dalam melakukan pencegahan terhadap pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 22&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Peran serta masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 dapat dilakukan dengan cara:&lt;br /&gt;a.melaporkan pelanggaran Undang-Undang ini;&lt;br /&gt;b.melakukan gugatan perwakilan ke pengadilan;&lt;br /&gt;c.melakukan sosialisasi peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang pornografi; dan&lt;br /&gt;d.melakukan pembinaan kepada masyarakat terhadap bahaya dan dampak pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b dilaksanakan secara bertanggung jawab dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 23&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat yang melaporkan pelanggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (1) huruf a berhak mendapat perlindungan berdasarkan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB V&lt;br /&gt;PENYIDIKAN, PENUNTUTAN, DAN PEMERIKSAAN DI SIDANG PENGADILAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 24&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan terhadap pelanggaran pornografi dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang tentang Hukum Acara Pidana, kecuali ditentukan lain dalam Undang-Undang ini.&lt;br /&gt;Pasal 25&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping alat bukti sebagaimana diatur dalam Undang-Undang tentang Hukum Acara Pidana, termasuk juga alat bukti dalam perkara tindak pidana meliputi tetapi tidak terbatas pada:&lt;br /&gt;a.barang yang memuat tulisan atau gambar dalam bentuk cetakan atau bukan cetakan, baik elektronik, optik, atau bentuk penyimpanan data lainnya; dan&lt;br /&gt;b.data yang tersimpan dalam jaringan internet dan saluran komunikasi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 26&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Untuk kepentingan penyidikan, penyidik berwenang membuka akses, memeriksa, dan membuat salinan data elektronik yang tersimpan dalam fail komputer, jaringan internet, media optik, serta bentuk penyimpanan data elektronik lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Untuk kepentingan penyidikan, pemilik data, penyimpan data, atau penyedia jasa layanan elektronik berkewajiban menyerahkan dan/atau membuka data elektronik yang diminta penyidik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Pemilik data, penyimpan data, atau penyedia jasa layanan elektronik setelah menyerahkan dan/atau membuka data elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berhak menerima tanda terima penyerahan atau berita acara pembukaan data elektronik dari penyidik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 27&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyidik membuat berita acara tentang tindakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 dan mengirim turunan berita acara tersebut kepada pemilik data, penyimpan data, atau penyedia jasa layanan komunikasi di tempat data tersebut didapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 28&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Data elektronik yang ada hubungannya dengan perkara yang sedang diperiksa dilampirkan dalam berkas perkara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Data elektronik yang ada hubungannya dengan perkara yang sedang diperiksa dapat dimusnahkan atau dihapus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Penyidik, penuntut umum, dan para pejabat pada semua tingkat pemeriksaan dalam proses peradilan wajib merahasiakan dengan sungguh-sungguh atas kekuatan sumpah jabatan, baik isi maupun informasi data elektronik yang dimusnahkan atau dihapus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VI&lt;br /&gt;PEMUSNAHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 29&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Pemusnahan dilakukan terhadap produk pornografi hasil perampasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Pemusnahan produk pornografi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh penuntut umum dengan membuat berita acara yang sekurang-kurangnya memuat:&lt;br /&gt;a.nama media cetak dan/atau media elektronik yang menyebarluaskan pornografi;&lt;br /&gt;b.nama, jenis, dan jumlah barang yang dimusnahkan;&lt;br /&gt;c.hari, tanggal, bulan, dan tahun pemusnahan; dan&lt;br /&gt;d.keterangan mengenai pemilik atau yang menguasai barang yang dimusnahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VII&lt;br /&gt;KETENTUAN PIDANA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 30&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang yang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebar-luaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun atau pidana denda paling sedikit Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp6.000.000.000,00 (enam miliar rupiah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 31&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang yang menyediakan jasa pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 6 (enam) tahun atau pidana denda paling sedikit Rp250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 32&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang yang meminjamkan atau mengunduh pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun atau pidana denda paling banyak Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 33&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang yang memperdengarkan, mempertontonkan, memanfaatkan, memiliki, atau menyimpan produk pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dipidana dengan pidana paling lama 4 (empat) tahun atau pidana denda paling banyak Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 34&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang yang mendanai atau memfasilitasi perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 dipidana dengan pidana penjara paling singkat 2 (dua) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun atau pidana denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp7.500.000.000,00 (tujuh miliar lima ratus juta rupiah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 35&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang yang dengan sengaja atau atas persetujuan dirinya menjadi objek atau model yang mengandung muatan pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun atau pidana denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 36&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang yang menjadikan orang lain sebagai objek atau model yang mengandung muatan pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun atau pidana denda paling sedikit Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp6.000.000.000,00 (enam miliar rupiah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 37&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang yang mempertontonkan diri atau orang lain dalam pertunjukan atau di muka umum yang menggambarkan ketelanjangan, eksploitasi seksual, persenggamaan, atau yang bermuatan pornografi lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun atau pidana denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 38&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang yang melibatkan anak dalam kegiatan dan/atau sebagai obyek sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 dipidana dengan pidana yang sama dengan pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30, Pasal 31, Pasal 32, Pasal 33, Pasal 35, Pasal 36, dan Pasal 37, ditambah 1/3 (sepertiga) dari maksimum ancaman pidananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 39&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang yang mengajak, membujuk, memanfaatkan, membiarkan, menyalahgunakan kekuasaan atau memaksa anak dalam menggunakan produk atau jasa pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 6 (enam) tahun atau pidana denda paling sedikit Rp250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 40&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Dalam hal tindak pidana pornografi dilakukan oleh atau atas nama suatu korporasi, tuntutan dan penjatuhan pidana dapat dilakukan terhadap korporasi dan/atau pengurusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Tindak pidana pornografi dilakukan oleh korporasi apabila tindak pidana tersebut dilakukan oleh orang‑orang, baik berdasarkan hubungan kerja maupun berdasarkan hubungan lain, bertindak dalam lingkungan korporasi tersebut, baik sendiri maupun bersama‑sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Dalam hal tuntutan pidana dilakukan terhadap suatu korporasi, korporasi tersebut diwakili oleh pengurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Pengurus yang mewakili korporasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat diwakili oleh orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Hakim dapat memerintahkan pengurus korporasi agar pengurus korporasi menghadap sendiri di pengadilan dan dapat pula memerintahkan pengurus korporasi supaya pengurus tersebut dibawa ke sidang pengadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(6) Dalam hal tuntutan pidana dilakukan terhadap korporasi, maka panggilan untuk menghadap dan penyerahan surat panggilan tersebut disampaikan kepada pengurus di tempat tinggal pengurus atau di tempat pengurus berkantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(7) Pidana pokok yang dapat dijatuhkan terhadap korporasi hanya pidana denda dengan ketentuan maksimum pidana dikalikan 3 (tiga) dari pidana denda yang ditentukan dalam setiap pasal dalam Bab ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 41&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain pidana pokok sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 ayat (7), korporasi dapat dikenakan pidana tambahan berupa:&lt;br /&gt;a.pembekuan izin usaha;&lt;br /&gt;b.pencabutan izin usaha;&lt;br /&gt;c.perampasan kekayaan hasil tindak pidana; dan/atau&lt;br /&gt;d.pencabutan status badan hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VIII&lt;br /&gt;KETENTUAN PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 42&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat Undang-Undang ini berlaku, dalam waktu paling lama 1 (satu) bulan setiap orang yang memiliki atau menyimpan produk pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) harus memusnahkan sendiri atau menyerahkan kepada pihak yang berwajib untuk dimusnahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 43&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat Undang-Undang ini mulai berlaku, semua peraturan perundang-undangan yang mengatur atau berkaitan dengan tindak pidana pornografi dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan Undang-Undang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 44&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Undang-Undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.&lt;br /&gt;Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Undang-Undang ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENJELASAN:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Huruf a&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “persenggamaan yang menyimpang” antara lain persenggamaan atau aktivitas seksual lainnya dengan mayat dan binatang, oral seks, anal seks, lesbian, homoseksual.&lt;br /&gt;Huruf b&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan ”kekerasan seksual” antara lain persenggamaan yang didahului dengan tindakan kekerasan (penganiayaan) atau mencabuli dengan paksaan, pemerkosaan.&lt;br /&gt;Huruf d&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “mengesankan ketelanjangan” adalah penampakan tubuh dengan menunjukkan ketelanjangan yang menggunakan penutup tubuh yang tembus pandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “mengunduh” adalah mengalihkan atau mengambil fail (file) dari sistem teknologi informasi dan komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “yang diberi kewenangan oleh perundang-undangan” misalnya lembaga yang diberi kewenangan menyensor film, lembaga yang mengawasi penyiaran, lembaga penegak hukum, lembaga pelayanan kesehatan atau terapi kesehatan seksual, dan lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan tersebut termasuk pula perpustakaan, laboratorium, dan sarana pendidikan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan memperdengarkan, mempertontonkan, memanfaatkan, memiliki, atau menyimpan barang pornografi dalam ketentuan ini hanya dapat digunakan di tempat atau lokasi yang disediakan untuk tujuan lembaga dimaksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “mempertontonkan diri” adalah perbuatan yang dilakukan atas inisiatif dirinya atau inisiatif orang lain dengan kemauan dan persetujuan dirinya. Yang dimaksud dengan “pornografi lainnya” antara lain kekerasan seksual, masturbasi atau onani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat (1)&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “pembuatan” termasuk memproduksi, membuat, memperbanyak, atau menggandakan.&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “penyebarluasan” termasuk menyebarluaskan, menyiarkan, mengunduh, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, meminjamkan, atau menyediakan.&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “penggunaan” termasuk memperdengarkan, mempertontonkan, memanfaatkan, memiliki atau menyimpan.&lt;br /&gt;Frasa “selain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1)” dalam ketentuan ini misalnya majalah yang memuat model berpakaian bikini, baju renang, pakaian olahraga pantai, yang digunakan sesuai dengan konteksnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat (2)&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “di tempat dan dengan cara khusus” misalnya penempatan yang tidak dapat dijangkau oleh anak-anak atau pengemasan yang tidak menampilkan atau menggambarkan pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “materi seksualitas” adalah materi yang tidak mengandung unsur yang dapat membangkitkan hasrat seksual dan/atau tidak melanggar kesusilaan dalam masyarakat, misalnya patung telanjang yang menggambarkan lingga dan yoni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 16&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketentuan ini dimaksudkan untuk mencegah sedini mungkin pengaruh pornografi terhadap anak dan ketentuan ini menegaskan kembali terkait dengan perlindungan terhadap anak yang ditentukan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2003 tentang Perlindungan Anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 19&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huruf a&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “pemblokiran pornografi melalui internet” adalah pemblokiran barang pornografi atau penyediaan jasa pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 20&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huruf a&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “pemblokiran pornografi melalui internet” adalah pemblokiran barang pornografi atau penyediaan jasa pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/581459784525408514-6279216755529314800?l=endonesia-raya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/feeds/6279216755529314800/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/undang-undang-republik-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/6279216755529314800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/6279216755529314800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/undang-undang-republik-indonesia.html' title='UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG PORNOGRAFI'/><author><name>ENDONESIA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ2dUm9qPsI/AAAAAAAAANk/-ctk94_rG_U/S220/EB.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-581459784525408514.post-4230058335903110628</id><published>2008-11-09T23:47:00.000-08:00</published><updated>2008-11-10T00:48:55.481-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masalah Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masalah Khusus Pria'/><title type='text'>Saluran Pembuangan Terhimpit (Story)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Satu bulan yang lalu ayah mertua dari kakak saya di operasi pada bagian alat kelaminnya, tepatnya pada saluran pembuangan air seni. Informasi dari dokter, bahwa saluran pembuangan air seni pada penisnya mengalami kerusakan sehingga mengakibatkan infeksi. Akibat dari semua itu, jika buang air kecil akan terasa sakit yang luar biasa, dan air &lt;a href="http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/warna-air-seni-yang-tampak-tidak-wajar.html"&gt;seninya berwarna &lt;/a&gt;kemerahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter menjelaskan lebih dalam lagi mengenai penyebab dari semua ini diantaranya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Duduk terlalu lama:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Akibat dari duduk terlalu lama, terkadang otot-otot di sekitar alat kelamin mengalami ketegangan yang tidak kita sadari. Akibat dari otot tegang, menghimpit saluran pembuangan. Sekali dua kali, mungkin tidak ada pengaruhnya, namun jika sudah sangat lama bisa berakibat fatal. Oleh karena itu, dokter menyarankan bagi para pekerja yang memakan waktu yang sangat lama dalam duduk agar sesekali diluangkan untuk bangun dan berjalan agar meregangkan otot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Duduk di jok motor terlalu maju&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;kondisi ini lebih ditekankan pada pengendara motor bebek. pada kondisi ini pula bukan menyalahkan jok motornya, namun lebih ditekankan kepada cara penggunaan atau cara duduk yang baik pada jok motor bebek. Sering kali bagi para pengendara speda motor bebek terlalu maju duduk saat berkendaraan. Hal ini juga menyebabkan terhimpitnya saluran pembuangan air seni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ciri - ciri tersumbatnya saluran pembuangan air seni:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ciri dari semua ini sesungguhnya kata dokter dapat kita amati sendiri. Pada saat kita buang air kecil, jika air seni tersendat sejenak lalu keluar lagi, itu adalah tanda bahwa saluran pembuangan air seni kita terhimpit.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/581459784525408514-4230058335903110628?l=endonesia-raya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/feeds/4230058335903110628/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/saluran-pembuangan-terhimpit-story.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/4230058335903110628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/4230058335903110628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/saluran-pembuangan-terhimpit-story.html' title='Saluran Pembuangan Terhimpit (Story)'/><author><name>ENDONESIA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ2dUm9qPsI/AAAAAAAAANk/-ctk94_rG_U/S220/EB.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-581459784525408514.post-6254920363229037151</id><published>2008-11-09T07:15:00.000-08:00</published><updated>2008-11-09T23:27:43.450-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masalah Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masalah Khusus Pria'/><title type='text'>Warna Air Seni Yang Tampak Tidak Wajar</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Merah Muda, Merah,atau Kecoklatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan Penyebabnya: Mungkin terdapat darah dalam air seni, yang bisa terjadi akibat infeksi, peradangan, atau suatupertumbuhan pada saluran air kemih. Namun bahan pewarna makanan juga bisa menimbulkan perubahan warna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Kuning Gelap atau Oranye&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan Penyebabnya: Bila kekurangan air minum, air senih akan berwarna lebih pekat dan warnanya menjadi lebih gelap. Kekuarangan cairan akibat diare, muntah atau banyak berkeringat juga bisa membuat air seni warnanya lebih pekat dari biasanya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Coklat Bening dan Gelap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penyakit kuning, akibat gangguan pada hati atau empedu adalah salah satu kemungkinan bila kotoran menjadi pucat dan warna kulit serta putih mata menjadi kekuningan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Hijau atau Biru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kondisi demikian, biasanya akibat dari zat pewarna. Hal ini tak perlu dicemaskan sebab berangsur akan hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Buku Pertolongan Pertama - Dokter Di Rumah Anda - Dr. Tonny Smith &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/581459784525408514-6254920363229037151?l=endonesia-raya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/feeds/6254920363229037151/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/warna-air-seni-yang-tampak-tidak-wajar.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/6254920363229037151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/6254920363229037151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/warna-air-seni-yang-tampak-tidak-wajar.html' title='Warna Air Seni Yang Tampak Tidak Wajar'/><author><name>ENDONESIA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ2dUm9qPsI/AAAAAAAAANk/-ctk94_rG_U/S220/EB.bmp'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-581459784525408514.post-2732808181359510267</id><published>2008-11-09T06:45:00.000-08:00</published><updated>2008-11-09T23:30:48.097-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masalah Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masalah Khusus Pria'/><title type='text'>Nyeri Saat Buang Air Kecil Pada Pria</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Di zaman yang sangat cepat dan pesat ini sesungguhnya banyak sekali hal - hal yang spele yang berhubungan tentang kesehatan sering kita tidak perhatikan. Salah satunya adalah rasa nyeri pada saat buang air kecil. Penulis bukanlah seorang dokter, namun penulis ingin sedikit share,dari informasi yang penulis dapati tentang hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyeri pada saat buang air kecil bisa diakibatkan karena infeksi atau peradangan, atau karena suatu cedera pada saluran kemih. Untuk lebih jelas dalam menganalisa hal ini pada tubuh kita, ikuti alur di bawah ini&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Apakah timbul rasa sakit di satu daerah kecilsalah satu sisi punggung, sedikit di atas pinggang kita?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Jika &lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;YA&lt;/span&gt; : Infeksi ginjal akut dapat menimbulkan nyeri seperti ini. Segeralah ke dokter.&lt;br /&gt;Jika &lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;TIDAK&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;: Lanjut kepertanyaan berikutnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Apakah terdapat &lt;a href="http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/warna-air-seni-yang-tampak-tidak-wajar.html"&gt;cairan yang tidak wajar &lt;/a&gt;keluar dari penis?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika &lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;YA&lt;/span&gt;: Infeksi akibat berhubungan kelamin bisa menimbulkan nyeri pada saat buang air kecil dan keluar cairan yang tidak wajar dari penis.&lt;br /&gt;Jika &lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;TIDAK&lt;/span&gt;:Lanjut kepertanyaan berikutnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Apakah terasa nyeri diantara kedua kaki ketika buang air kecil dan apakah suhu tubuh kita 38 derajat celcius atau lebih ?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Jika &lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;YA&lt;/span&gt;: Prostatitis(peradangankelenjar prostata, biasanya akibat infeksi) adalah kemungkinannya.&lt;br /&gt;Jika &lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;TIDAK&lt;/span&gt;: Infeksi saluran kemih,adalah penyebab terbanyak kasus nyeri pada saat buang air kecil yang tak disertai gejala lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanggulangan pada kondisi YA atau TIDAK, disarankan untuk memeriksakan ke Dokter. Sebab dokter akan memeriksa air seni kita untuk menganalisa lebih jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Buku Pertolongan Pertama - Dokter Di Rumah Anda - Dr. Tonny Smith&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/581459784525408514-2732808181359510267?l=endonesia-raya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/feeds/2732808181359510267/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/nyeri-saat-buang-air-kecil-pada-pria.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/2732808181359510267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/2732808181359510267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/nyeri-saat-buang-air-kecil-pada-pria.html' title='Nyeri Saat Buang Air Kecil Pada Pria'/><author><name>ENDONESIA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ2dUm9qPsI/AAAAAAAAANk/-ctk94_rG_U/S220/EB.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-581459784525408514.post-3890173189806977625</id><published>2008-11-07T02:03:00.000-08:00</published><updated>2008-11-09T23:33:50.410-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Permainan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Trick'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sulap'/><title type='text'>Sulap Menebak Angka</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;Hi semua, pernah gak kalian penasaran sama permainan menebak angka, dimana kita disuruh menyimpan angka, lalu kita disuruh menjumlah, mengali dan membagi dan hasilnya bisa ditebak.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost" align="justify"&gt;Sesungguhnya hal ini merupakan permainan sederhana lama dari angka. Mungkin bagi yang suka matematika akan cepat menangkap rahasia sulap ini. Untuk lebih cepat tahu, mari yuk kita coba :&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tahap pertama:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Carilah korban, minimal anak SD dan pastikan dia bisa menghitung perkalian, pembagian, penjumlahan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tahap kedua:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mintalah pada korban untuk menyimpan di dalam hati satu buah angka dari 1 sampai dengan 10. Beri sang korban waktu untuk berpikir.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tahap ketiga:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mintalah pada korban untuk mengalikan dengan angka yang kamu inginkan. Misalnya kalikan dengan angka 2&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tahap keempat:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mintalah pada korban, hasil dari perkalian tadi dijumlah dengan angka yang korban simpan di dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tahap kelima:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mintalah pada korban, hasil dari penjumlahan tadi di bagi dengan angka yang korban simpan di dalam hati&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tahap keenam:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Utarakan pada korban hasilnya 3 (tiga)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasti korban akan kaget, dan bilang Loh kok tahu ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rahasia Sulap:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A = angka yang disimpan oleh korban&lt;br /&gt;A x n = B (n =angka pengali yang diminta untuk dikalikan dengan A)&lt;br /&gt;B + A = C&lt;br /&gt;C : A = D (D = n + 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi pada saat kita memerintahkan untuk mengalikan angka (n) (lihat tahap 3), maka angka tersebut ditambah dengan 1 (satu) hasilnya jawabannya (n + 1). &lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/581459784525408514-3890173189806977625?l=endonesia-raya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/feeds/3890173189806977625/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/sulap-menebak-angka.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/3890173189806977625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/3890173189806977625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/sulap-menebak-angka.html' title='Sulap Menebak Angka'/><author><name>ENDONESIA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ2dUm9qPsI/AAAAAAAAANk/-ctk94_rG_U/S220/EB.bmp'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-581459784525408514.post-687845359896472574</id><published>2008-11-06T20:20:00.000-08:00</published><updated>2008-11-06T20:37:07.301-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poligami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pernikahan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Religius'/><title type='text'>Poligami Pengkhususan Untuk Nabi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Selama ini, dalam membahas poligami, kita hanya disodorkan ayat-ayat yang berpihak pada poligami. Namun kita tidak pernah disodorkan tentang ayat pada surat &lt;a href="http://www.mediafire.com/file/kg3gzv451yw/IndeksQuran.zip"&gt;Al Ahzab (33) ayat 50&lt;/a&gt;, dimana pada ayat tersebut menjelaskan bahwa hal tersebut (poligami) diperuntukkan hanya untuk Nabi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Al Ahzab (33) ayat 50&lt;/strong&gt;:Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu istri-istrimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersama kamu dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin. Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang istri-istri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki supaya tidak menjadi kesempitan bagimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Download Indeks Al Quran dengan format MS.Excel&lt;/strong&gt;:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.mediafire.com/file/kg3gzv451yw/IndeksQuran.zip"&gt;http://www.mediafire.com/file/kg3gzv451yw/IndeksQuran.zip&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber: &lt;a href="http://informasi-berita.blogspot.com/2008/11/poligami-pengkhususan-hanya-untuk-nabi.html"&gt;News and Information&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/581459784525408514-687845359896472574?l=endonesia-raya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='text/html' href='http://informasi-berita.blogspot.com/2008/11/poligami-pengkhususan-hanya-untuk-nabi.html' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/feeds/687845359896472574/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/poligami-pengkhususan-hanya-untuk-nabi.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/687845359896472574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/581459784525408514/posts/default/687845359896472574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endonesia-raya.blogspot.com/2008/11/poligami-pengkhususan-hanya-untuk-nabi.html' title='Poligami Pengkhususan Untuk Nabi'/><author><name>ENDONESIA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_CrwT0wAJl1M/SZ2dUm9qPsI/AAAAAAAAANk/-ctk94_rG_U/S220/EB.bmp'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
